Bondowoso, radar96.com – Lapas Kelas IIB Bondowoso bersama aparat penegak hukum menggelar razia gabungan di blok hunian warga binaan, Senin (21/9/2026).
Penggeledahan tersebut menemukan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di lingkungan lapas, termasuk tiga senjata tajam rakitan.
Dalam pelaksanaan razia tersebut, Kalapas Kelas IIB Bondowoso Nunus Ananto, Amd.IP, S.H., M.M., membersamai sejumlah unsur aparat penegak hukum yang terlibat dalam kegiatan, diantaranya AKP Hariyanto, S.H. dari Brimob, Letda CPM Sholihin dari Polisi Militer, Serma Bowo dari Kodim 0822 Bondowoso, AKBP Indra Brahmana dari BNNK, serta Ipda Munir dari Polres Bondowoso.
Razia gabungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini dan pengawasan berkala untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Kelas IIB Bondowoso.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Lapas Bondowoso dengan TNI, Polri, Polisi Militer, dan BNN dalam melakukan pengawasan terhadap lingkungan blok hunian warga binaan.
Kalapas Kelas IIB Bondowoso Nunus Ananto menyampaikan bahwa razia gabungan merupakan bagian dari upaya pihaknya untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan hasil pelaksanaan razia gabungan yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIB Bondowoso bersama dengan Kodim 0822, Polres Bondowoso, Brimob Bondowoso, Polisi Militer Bondowoso, serta BNN,” kata Nunus dalam press release hasil razia gabungan.
Menurut Nunus, pengawasan terhadap lingkungan lapas dilakukan secara berkala sebagai bagian dari deteksi dini sekaligus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Bondowoso. Kami terus melakukan deteksi dini dan pengawasan secara berkala, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.”
Dalam penggeledahan blok hunian, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di dalam lingkungan lapas.
Berdasarkan hasil press release Lapas Kelas IIB Bondowoso, terdapat 10 jenis barang yang disita petugas.
Temuan tersebut terdiri dari 44 buah korek api, 4 buah sendok besi, 4 buah pinset, 2 buah cermin, 3 buah paku, 3 buah senjata tajam rakitan, 2 buah pemotong kuku, 8 buah alat cukur, 2 set kartu remi, serta 8 buah botol kaca.
Dari sejumlah temuan tersebut, keberadaan tiga senjata tajam rakitan menjadi salah satu catatan penting dalam hasil penggeledahan blok hunian.
Selain itu, petugas juga mengamankan 44 buah korek api, yang menjadi barang dengan jumlah terbanyak dalam daftar hasil temuan.
Seluruh barang hasil penggeledahan kemudian diamankan untuk dilakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
“Seluruh barang hasil temuan tersebut telah kami amankan untuk dilakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku,” ujar Nunus.
Tidak hanya melakukan penggeledahan, razia gabungan tersebut juga disertai dengan pelaksanaan tes urine secara serentak terhadap 200 warga binaan.
Pelaksanaan tes urine dilakukan dengan pendampingan dan pengawasan dari rekan-rekan BNN. Hasilnya, tes urine terhadap 200 warga binaan tersebut dinyatakan negatif.
Nunus menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan razia gabungan tersebut.
“Kami mengapresiasi dukungan dan sinergi dari seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Kolaborasi antara Lapas, TNI, Polri, Polisi Militer, dan BNN menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.”
Ke depan, Lapas Bondowoso menyatakan kegiatan deteksi dini, pengawasan, dan razia akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Lapas Zero Halinar.
“Ke depan, kegiatan deteksi dini, pengawasan, dan razia akan terus kami lakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen Lapas Bondowoso dalam mewujudkan Lapas Zero Halinar, serta memastikan seluruh proses pembinaan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan optimal.”
Nunus berharap sinergi dengan seluruh aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan Lapas Bondowoso yang aman, tertib, dan kondusif.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan seluruh aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat terus diperkuat demi menciptakan Lapas Bondowoso yang aman, tertib, dan kondusif.”
Razia gabungan yang digelar di blok hunian Lapas Kelas IIB Bondowoso tersebut akhirnya mencatat sejumlah temuan barang, termasuk tiga senjata tajam rakitan, sementara pemeriksaan urine terhadap 200 warga binaan menunjukkan hasil negatif.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan keterlibatan lintas unsur dalam pengawasan lapas, dengan Nunus Ananto bersama AKP Hariyanto, S.H., Letda CPM Sholihin, Serma Bowo, AKBP Indra Brahmana, dan Ipda Munir turut membersamai pelaksanaan kegiatan di lingkungan Lapas Kelas IIB Bondowoso. (*/Rif)



