By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: NU Peduli Semeru, Fasilitasi Tempat Tinggal Bagi Para Korban
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > NU Peduli Semeru, Fasilitasi Tempat Tinggal Bagi Para Korban
Nahdliyyin

NU Peduli Semeru, Fasilitasi Tempat Tinggal Bagi Para Korban

11/01/2022 Nahdliyyin
SHARE

Lumajang (Radar96.com) – Sampai saat ini korban paling berat akibat letusan Gunung Semeru adalah Kecamatan Pronojiwo, sebab wilayah ini menjadi terisolir akibat jembatan Perak yang terputus. Orang Lumajang kalau ke Pronojiwo harus memutar lewat Malang yang membutuhkan waktu tempuh hingga sembilan jam.

Dalam masa transisi menuju pemulihan saat ini, NU Peduli Awan Panas Guguran (APG) erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, fokus pada kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan penyintas bidang tempat tinggal. Mereka adalah para korban selamat dan telah pulih psikologisnya namun masih membutuhkan banyak bantuan untuk dapat kembali hidup normal.

“Kegiatan yang telah dan masih berlanjut adalah fasilitasi rumah sewa untuk para penyintas. Sampai hari ini, tim NU Peduli telah memfasilitasi sebanyak 53 kepala keluarga penyintas bisa tinggal di rumah-rumah yang disewakan oleh tim NU Peduli,” tutur Choirul Anam, relawan dari LPBINU Jawa Timur, tergabung dalam NU Peduli, pada Selasa 11 Januari 2021.

Choirul Anam, Ketua LPBINU Kab Mojokerto, tergabung dalam NU Peduli

Menurut Cak Anam, panggilan Ketua LPBINU Kabupaten Mojokerto, di samping menyewakan rumah, Tim NU Peduli juga memberikan bantuan alat-alat dapur yang dibutuhkan oleh penyintas.

“Langkah ini diambil karena berbagai pertimbangan. Menurut hasil assessment tim NU Peduli bahwa kebutuhan penyintas untuk hunian sudah sangat mendesak. Satu bulan lebih mereka hidup di pengungsian pasti mengakibatkan kebososanan, bahkan bisa meningkatkan stres,” tutur Anam.

Sementara itu, langkah pendirian hunian sementara (Huntara) juga bukan solusi baik karena akan bisa mengakibatkan tersendatnya program pemerintah untuk memfasilitasi huntara.

Selain itu, di sisi Pronojiwo sendiri, sampai hari ini belum ada kepastian lokasi relokasi dari pemerintah.
“Alternatifnya kemudian adalah menyewakan rumah bagi penyintas dengan perhitungan satu kepala keluarga satu rumah,” tutur Choirul Anam.

Selain itu, masa sewa yang diberlakukan adalah selama tiga bulan. Sewa ini akan dilanjutkan lagi jika huntara yang dikoordinir oleh pemerintah masih belum selesai kejelasannya.

“Harapan kami, dengan adanya program ini, penyintas yag sudah mendapatkan rumah sewa, akan bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang, mereka akan bisa berfikir ke depan tanpa terbayang-bayangi dengan keterbatasan gerak sebagaiman di tempat pengungsian. Selain itu, mereka bisa memulai lagi bergerak untuk kepentingan kelanjutan ekonomi keluarganya.”

Demikian Choirul Anam, sejak terjadi bencana erupsi Gunung Semeru hingga kini intens berada di lokasi bencana, menjelaskan.

Sebagaimana pantauan tim NU Peduli, keseharian mereka saat pagi dan siang, kebanyakan masih mengunjungi kediaman di area bencana yang notabene masuk zona merah.

Sumber-sumber ekonomi sebelum erupsi Semeru, mereka kebanyakan petani, baik petani sayur juga pekebun salak.
“Selain kegiatan tersebut, NU Peduli Pronijiwo juga melakukan rangkaian kegiatan lainnya. Seperti, membangun mushalla, membangun fasilitas MCK, melakukan layanan dukungan psikososial, sampai pada fasilitasi taman pendidikan Al-Quran, untuk guru ngaji,” tutur Cak Anam. (Sh)

Iklan.

You Might Also Like

Sowan PCNU Kota Surabaya, PKS Siap Wujudkan Tokoh NU sebagai Nama Jalan di Surabaya

Menag Nasaruddin Umar dan KH Imam Jazuli Bertemu Jelang Muktamar ke-35

PCNU Surabaya turba ke MWCNU Mulyorejo yang rantingnya miliki Mobil Ambulans

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah langsung tinjau Banjir Bandang Jember
Next Article Belajar kepada Wartawan Senior di PWNU

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Resmi Diwisuda, Bupati Abdul Hamid Wahid Sandang Gelar Doktor di Tengah Kesibukan Pimpin Bondowoso
Uncategorized
MANIFESTO TAMBAKBERAS 2026
Kolom
PMII Jatim: Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sampang Harus Diusut Tuntas
Sospol
Lantik 41 Pejabat, Bupati Bondowoso: Jabatan Bukan Pribadi tapi Amanah
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro

27/06/2026
Nahdliyyin

Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan

25/06/2026
Nahdliyyin

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

24/06/2026
Nahdliyyin

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

21/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?