By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Petani Kalsel Adukan Perampasan Lahan dan Kekerasan ke PBNU
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Petani Kalsel Adukan Perampasan Lahan dan Kekerasan ke PBNU
Nahdliyyin

Petani Kalsel Adukan Perampasan Lahan dan Kekerasan ke PBNU

16/06/2022 Nahdliyyin
Sejumlah petani dari Kalimantan Selatan mengadukan permasalahan perampasan lahan miliknya dan kekerasan yang dialaminya ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mereka diterima Ketua PBNU H Amin Said Husni dan Savic Ali di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (15/6/2022). (*/NUO)
SHARE

Jakarta (Radar96.com/NUO) – Sejumlah petani dari Kalimantan Selatan mengadukan permasalahan perampasan lahan miliknya dan kekerasan yang dialaminya ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Mereka diterima Ketua PBNU H Amin Said Husni dan Savic Ali di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (15/6/2022). Keduanya didampingi pula Sekretaris Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Abdul Hakam Aqsho dan Sekretaris Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PBNU Tri Chandra Aprianto.

Sementara itu, para petani ini didampingi Koalisi Masyarakat Sipil, di antaranya Deni Indrayana dari Integrity Law Firm, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Selatan Kisworo Dwi Cahyono, Nurhanuddin Achmad dari Sawit Watch, dan Swary Utami Dewi dari Lembaga Pembela Hak Sipil dan Politik.

Deni menyampaikan kepada PBNU bahwa kehadirannya untuk mengadukan kasus agraria dan kekerasan, hingga kriminalisasi yang terjadi di Kalimantan Selatan, seperti di Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Tentu kehadirannya tidak dengan tangan kosong, melainkan dengan membawa cerita yang disampaikan secara langsung oleh petani dan data tertulis yang diserahkan kepada PBNU.

Pengaduan kepada PBNU ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar karena sudah bingung hendak ke mana lagi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut mengingat warga dihantui kekhawatiran.

Ia meyakini NU dapat terlibat sebagai lokomotif masyarakat dalam menghadapi persoalan ini mengingat tidak mungkin dihadapinya dengan sendirian.

Senada, Nurhanuddin Ahmad menyampaikan bahwa penyelesaian kasus ini sejalan dengan rekomendasi Muktamar Ke-34 NU Tahun 2021 di Lampung mengenai perampasan hak tanah.

“Rekomendasi Muktamar penting ditindaklanjuti,” ujarnya.

Menanggapi pengaduan itu, Savic menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima cerita dan laporan cukup banyak mengenai apa yang terjadi di Kalimantan Selatan.

Ia menegaskan bahwa PBNU memiliki fokus dan konsen yang besar pada isu-isu, permasalahan agraria. “PBNU punya konsen besar. Gus Yahya punya konsen besar agar persoalan ini bisa diurai,” ujarnya.

Savic menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir mengajak dan memberikan informasi mengenai hal yang terjadi di sana. Sebab, sejak dahulu, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sering kali menerima pengaduan serupa.

PBNU ingin dapat membantu sebisa mungkin, siapapun tanpa pandang bulu. Karenanya, ia berkomitmen untuk mempelajari lebih jauh mengenai informasi yang diterimanya.

Hal ini akan dirembugkan dalam rapat dengan pengurus lainnya untuk diambil keputusan organisasi.

Sebagai informasi, setidaknya ada beberapa kasus yang termaktub dalam data tertulis yang diserahkan ke PBNU, seperti dugaan korupsi pengambilalihan hutan negara, penyerobotan lahan masyarakat, konflik agraria yang tidak berujung, hingga penambangan ilegal.

Sebagaimana diketahui, Kalimantan Selatan merupakan tanah kelahiran Ketua Umum PBNU 1956-1984 KH Idham Chalid, tepatnya di Satui yang kini masuk di Kabupaten Tanah Bumbu. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/petani-kalsel-adukan-perampasan-lahan-dan-kekerasan-ke-pbnu-ZrkaN

Iklan.

You Might Also Like

Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Pimpin “Dzikir Sambut Muktamar NU Ke-35” oleh LDNU

Pelantikan PW IPPNU Jatim 2026-2029, Khofifah: IPPNU jadi Kader Adaptif tapi Tetap Berkarakter

Loyalitas Pagar Nusa hanya pada NU, Ini 9 Pesan Ketua PCNU Kota Surabaya

Delegasi BARMM Mindanao-Filipina Adakan “Studi Banding” Pendidikan ke PWNU Jatim

Gus Kikin tekankan pentingnya sanad keilmuan dan semangat persatuan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Kenapa Babi Haram?
Next Article Puan Maharani buka “G20 Parliamentary” atau P20 di Surabaya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Podcast “Masjid Inspiratif” DMI Jatim Gali Potensi Dakwah untuk Gen Z-Lokalisasi-UMKM
Uncategorized
Persaudaraan Bawean Nusantara (PBN) terbentuk di Bondowoso
Sospol
Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Pimpin “Dzikir Sambut Muktamar NU Ke-35” oleh LDNU
Nahdliyyin
Pelantikan PW IPPNU Jatim 2026-2029, Khofifah: IPPNU jadi Kader Adaptif tapi Tetap Berkarakter
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

LDNU Jatim Adakan Dzikir Akbar untuk Doakan Muktamar Ke-35 NU dan Indonesia

23/07/2026
Nahdliyyin

PWNU dan PCNU se-Jatim Usulkan 16 Nama AHWA yang Pilih Rais Aam

22/07/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim Tugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz jadi calon Ketua Umum PBNU 2026-2031

21/07/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”

20/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?