By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pastikan Tepat Sasaran, Rektor Unusa Kunjungi Rumah Mahasiswa Penerima Beasiswa KIPK
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Pastikan Tepat Sasaran, Rektor Unusa Kunjungi Rumah Mahasiswa Penerima Beasiswa KIPK
Sospol

Pastikan Tepat Sasaran, Rektor Unusa Kunjungi Rumah Mahasiswa Penerima Beasiswa KIPK

03/09/2025
SHARE

Surabaya, radar96.com – Komitmen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) untuk menjadi kampus yang bermanfaat bagi masyarakat luas, diwujudkan dengan menerima dan menjalankan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) dari Pemerintah.

Rabu (3/9) pagi, Rektor Unusa Prof. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., Wakil Rektor I, Direktur Akademik dan Kemahasiswaan (Akamawa), Dekan FKK dan Dekan FEBTD mengunjungi rumah beberapa penerima KIPK Unusa di Surabaya.

Kunjungan ini bukan hanya untuk memastikan program tepat sasaran, tapi juga ingin lebih dekat dan mengenal para mahasiswa penerima KIPK Unusa.

Rektor Unusa mendengar langsung perjuangan para penerima untuk bisa berkuliah. Mendengar cerita langsung dari para penerima, Rektor turut berbahagia dan bangga kepada para penerima. Lantaran semangat mereka untuk tetap bisa berkuliah.

Prof Jazidie bertemu dengan Nafisah Galuh Aurellia dan M. Faisal. Keduanya menjadi orang pertama yang bisa kuliah di lingkungan keluarganya.

Ditemui di rumahnya, Nafisah Galuh turut mengungkapkan kebahagiaannya menjadi mahasiswa baru di Unusa. Gadis kelahiran Sidoarjo, 21 Maret 2007 itu tidak pernah menyangka mimpinya untuk berkuliah bisa terwujud dengan bantuan beasiswa KIPK. Galuh kini menjadi mahasiswa D3 Keperawatan.

Perjalanan Galuh menuju bangku kuliah bukanlah hal mudah. Anak keempat dari enam bersaudara pasangan almarhum Purwo Sumbioyo dan Lilis Suryati itu harus menghadapi kenyataan hidup tanpa sosok ayah sejak ia berada di bangku sekolah dasar.

“Om saya punya usaha penyewaan sound dan lampu-lampu, lalu ibu kan juga punya lampu-lampu dan ikut titip di om saya dan membantu mengelola uangnya. Dari situ kami bisa bertahan, Alhamdulillah,” cerita Galuh.

Di tengah keterbatasan itu, tekad Galuh untuk terus melanjutkan pendidikan justru tidak pernah tergoyahkan. Sejak di SMK, ia sudah mengambil jurusan keperawatan, sehingga keputusan melanjutkan kuliah di bidang yang sama adalah bentuk konsistensinya dalam mengejar cita-cita.

“Awalnya, saya ingin jadi TNI, tapi ayah dulu pernah bilang kalau mau jadi TNI setidaknya punya keterampilan atau bakat. Akhirnya saya diarahkan untuk masuk jurusan kesehatan. Setelah itu saya merasa sayang kalau tidak diteruskan,” tuturnya.

Di mata ibunya, keberhasilan Galuh mendapatkan beasiswa KIPK adalah sebuah anugerah besar. Lilis Suryati tidak mampu menahan rasa haru ketika anak keempatnya diumumkan lolos seleksi.

“Alhamdulillah, saya sangat senang akhirnya anak saya ada yang kuliah. Setelah tiga anak saya sebelumnya, akhirnya anak yang keempat bisa kuliah,” kenangnya penuh haru.

Lilis juga menuturkan bahwa sejak awal ia selalu menekankan pentingnya nilai spiritual kepada anak-anaknya. Meski kehidupan keluarga sederhana, ia percaya bahwa doa dan ikhtiar akan selalu membuahkan hasil terbaik.

“Saya selalu bilang, pokoknya utamakan akhirat, nanti dunia akan menyusul. Karena keberhasilan kita juga berasal dari usaha dan doa kita,” pesannya penuh makna.

Hal sama dialami M. Faisal, mahasiswa baru program studi S1 Manajemen ini mengungkapkan keinginannya untuk berkuliah juga baru muncul ketika dia duduk di kelas 12 SMK.

“Saat magang itu baru kepikiran pengen kuliah, karena ada keinginan juga untuk buka usaha,” jelas anak kedua dari tiga bersaudara.

Saudara sepupunya yang merupakan mahasiswa semester 6 PG PAUD Unusa memberinya saran untuk mendaftar KIP-K di Unusa. Dengan usaha dan keteguhannya sendiri Faisal bisa lolos program tersebut.

Baginya kesempatan ini tak akan disia-siakan. “Sempat diragukan juga sama temen-temen, katanya ‘ngapain kuliah,” tuturnya.

Merasa kuliah adalah kebutuhan dan penentu masa depannya, Faisal tetap lanjut dan tak menghiraukan omongan temannya.

Banyak hal sulit yang dihadapi sejak kecil. Sejak usia 4 tahun, Faisal sudah ditinggal sang ibu. “Masih kecil jadi nggak tahu juga ibu meninggal karena apa,” bebernya.

Dia yang awalnya lahir dan tinggal di Jombang, kemudian dibawa Ayahnya ke Surabaya supaya bisa merawatnya langsung. Lantaran ayahnya yang buruh harian di Surabaya, sehingga sebelumnya hanya bisa bertemu seminggu sekali.

Sejak di Surabaya, Faisal lanjut bersekolah di taman kanak-kanak, namun tidak ingin lanjut sekolah di Sekolah Dasar. “Udah dipaksa bapak buat sekolah, tapi tetep nggak mau,” ungkapnya.

Hingga akhirnya saat usia 9 tahun, ayah Faisal, Budiman memaksanya untuk bersekolah dan lanjut hingga sekarang. Cukup sulit bagi Faisal, karena usianya yang jauh lebih tua dari teman-teman sekelasnya.

“Ya minder, karena lebih tua, jadi lebih banyak diem,” jelas pria 21 tahun itu.

Budiman menambahkan dirinya hanya bisa mendukung dan mendoakan anaknya dalam menggapai cita-cita. “Saya cuma mau yang terbaik buat anak saya. Alhamdulillah dan ikut senang karena baru dia (Faisal, red) yang lanjut kuliah,” ujarnya.

Menjadi anak yang bermanfaat dan bisa membanggakan keluarga maupun sekolahnya itu menjadi harapan Budiman pada Faisal. Bagi Budiman pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi masa depan, sehingga mengetahui keinginan Faisal untuk lanjut kuliah menjadi kebahagiaan baginya. (*/HU)

Iklan.

You Might Also Like

Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar, Prof Mas’ud Said: Kemuliaan Tertinggi adalah Istiqomah pasca-Ramadhan

Khutbah Idul Fitri di Masjid Al-Akbar, Prof Ali Azis: Jadilah “Muslim Berdampak” Pasca Ramadhan

Gubernur Jatim Saksikan Rampak Bedug dan Takbir Idul Fitri di Masjid Al-Akbar Surabaya

DMI Jatim Luncurkan Program “Masjid Ramah Pemudik & Arus Balik” di Jombang

DMI Jatim Luncurkan Program “Masjid Ramah Pemudik- balik”

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ulama Prihatin dengan Kondisi yang Belum Kondusif
Next Article PKKMB Umaha Dibuka dengan Peringatan Maulid Nabi dan Makan Bersama di atas Daun Pisang

Advertisement



Berita Terbaru

PWNU Jatim Gelar Silaturrahmi Idul Fitri ke Masyayikh/Kiai
Nahdliyyin
Kopontren Nurul Hijrah Diapresiasi Kadis Koperasi dan UKM Kalsel
Ekraf
Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar, Prof Mas’ud Said: Kemuliaan Tertinggi adalah Istiqomah pasca-Ramadhan
Sospol
Khutbah Idul Fitri di Masjid Al-Akbar, Prof Ali Azis: Jadilah “Muslim Berdampak” Pasca Ramadhan
Sospol

You Might also Like

Sospol

166 Personel Amankan Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Akbar Surabaya

17/03/2026
Sospol

Didominasi Anak Muda, Jamaah “Qiyamullail” 25 Ramadhan di Masjid Al-Akbar Tembus 40.000-an

15/03/2026
Sospol

Unusa Lantik Prof Bus sebagai Dekan FK

13/03/2026
Sospol

Gubernur Khofifah Buka Pameran Kiswah Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Masjid Al-Akbar Surabaya

12/03/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?