Surabaya, radar96.com – Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MAg merasa prihatin dengan kondisi keamanan negara yg belum sepenuhnya kondusif. Demo-demo anarkhis yang belakangan terjadi membuat dirinya miris.
Korban telah banyak berjatuhan, ujaran kebencian, pelecehan agama dan adu domba disampaikan di depan publik secara vulgar. Beliau merasa bau-bau komunis sudah bermunculan di tengah demo-demo anarkhis tersebut.
Untuk itu dia mengajak umat Islam untuk segera bangkit mempertahankan kehormatan dan kewibawaan pemerintah yang sah. Sebab bagaimanapun umat Islam diperintah untuk taat pada pemerintah.
“Pemerintah yang dzalim saja itu masih lebih baik daripada menjadi belantara (kekosongan),” tutur Kiai Asep. “Apalagi pemerintahnya sekarang tidak dzalim, tapi sedang bersungguh-sungguhmewujudkan kesejahteraan rakyat, maka wajib kita dukung,” lanjutnya.
Semula Ketua Umum Pimpinan Pusat Pergunu itu berencana menggelar tahlil akbar dan istighosah kubro di Gedung Negara Grahadi. Semua sudah siap. Tapi karena Sekdaprov dan Kabiro Kesra mendatanginya mewakili gubernur, Pangdam, dan Kapolda untuk mengurungkan niatnya, beliau mematuhinya. Maka selanjutnya acara akan dipindah di pondok pesantren beliau di Siwalankerto, besok pagi.
Istighosah akan melibatkan 100 kiai, 1000 santri luar dan ribuan warga masyarakat.
“Kita mohon kepada Allah agar negara kita ini, khususnya Jawa Timur dan Kabupaten ,Mojokerto diberi kedamaian, tenang, dan kondusif,” lanjutnya.



