By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: PW Muslimat NU Jatim: Fenomena Hilangnya Cinta Butuhkan “Karakter Pecinta”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > PW Muslimat NU Jatim: Fenomena Hilangnya Cinta Butuhkan “Karakter Pecinta”
Nahdliyyin

PW Muslimat NU Jatim: Fenomena Hilangnya Cinta Butuhkan “Karakter Pecinta”

09/03/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Ketua Bidang Dakwah Pengurus Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama (PW Muslimat NU) Jawa Timur Prof Dr Zumrotul Mukaffah MPd menegaskan bahwa fenomena hilangnya cinta akhir-akhir ini membutuhkan peran ibu untuk menciptakan Karakter Pecinta.

“Akhir-akhir ini ada fenomena hilangnya cinta, misalnya KDRT oleh ibu kandung di Malang dan Subang hingga anaknya meninggal, ibu tiri menganiaya anak hingga meninggal di Sukabumi, ibu asuh menganiaya anak asuh, anak membunuh ibu kandung di Medan, dan banyak lagi,” katanya dalam Ngaji Kentong Ramadhan PWNU Jatim di Surabaya, Ahad (8/3) petang.

Dalam Ngaji Kentong Ramadhan 1447 H bertema “Peran Ibu dalam Pembentukan Karakter Pecinta pada Anak Usia Dini melalui Penanaman Nilai Aswaja” itu, ia mengutip Al-Qur’an Surah Al-Tahriimm Ayat 6 dan Nilai Karakter dalam Mukaddimah Qonun Asasi Aswaja.

“Al-Qur’an memerintahkan orang beriman untuk melindungi diri dan keluarganya dari api neraka melalui ketaatan, pendidikan agama, dan menjauhi maksiat. Sementara Mukaddimah Qonun Asasi mengamanatkan tujuh karakter yakni komunikasi, belas kasih, kasih sayang, kumpul, solidaritas, koneksi, persatuan,” katanya.

Prof Zumrotul menjelaskan ibu sangat berperan dalam menjaga lingkungan dari suasana rumah yang tidak stabil, adanya konflik keluarga, dan pengaruh negatif dari luar melalui Peran Teladan dalam bersikap, Peran Pengasuh dalam menjalani hidup, Peran Pengajar/Guru dalam berpikir, Peran Pemimpin dalam bermasyarakat, dan Peran Teman/Sahabat dalam berbagi cerita/pengalaman.

“Dengan Peran Ibu itu akan dapat menumbuhkan Karakter Pecinta (Pemilik Cinta) dalam setiap pribadi di rumah yang dipenuhi rasa kasih sayang, keberpihakan, harapan, ketiadaan ego, selalu dalam ingatan, pengorbanan, pemahaman yang sangat dalam, dan hati yang senantiasa tertaut,” katanya.

Menurut dia, peran Ibu sangat penting dioptimalkan sebelum anak berusia 18 tahun, sesuai hasil penelitian Keith Osborn di University of Geordia, Burton L. White di Harvard Preschool Project, dan Benjamin S. Bloom University of Chicago.

“Hasil penelitian ketiganya mencatat bahwa sekitar 50 persen kapasitas kecerdasan manusia telah terjadi ketika usia lahir sampai 4 tahun. Selanjutnya, 80 persen kapasitas kecerdasan itu terjadi ketika anak berusia 4 sampai 8 tahun, dan akhirnya mencapai titik kulminasi 100 persen ketika anak berusia 8-18 tahun,” katanya.

Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UINSA itu menambahkan Karakter Pecinta untuk anak usia dini itu dapat ditanamkan melalui 18 nilai Aswaja dalam Mukaddimah Qonun Asasi (7 nilai) dan Khittah NU dalam bermasyarakat (11 nilai).

Ke-18 Nilai Aswaja untuk Karakter Pecinta adalah cinta persatuan, gemar berkoneksi, solidaritas kuat, bersatu padu dalam kebaikan, menebar kasih sayang, berjiwa belas kasih, komunikatif, cinta Indonesia, tidak penakut, mudah bergaul, menerima perbedaan, rajin beribadah, menjaga hubungan baik, merawat lingkungan, menghormati yang lebih tua-menghargai yang sebaya-menyayangi yang lebih muda, suka menolong, suka memaafkan-minta maaf, dan mengingatkan teman yang salah.

Dalam Ngaji Kentong Ramadhan PWNU Jatim sebelumnya (7/3), Lembaga Penanggulangan Bencana Indonesia (LPBI) dan Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) yang menghadirkan Imam Fadli SIP MSi (Wakil Ketua LPBI NU Jatim), Drs H Kuntjoro Basuki Dhya’uddin MSi (Ketua PW SNNU Jatim), dan Dr Andik Dwi Muttaqin MT (Bidang Pemberdayaan Masyarakat PW SNNU Jatim) mengupas tema kesadaran lingkungan dan jiwa maritim.

“Kita pernah besar sebagai pelaut sejak nenek moyang kita, kita ini bangsa bahari, karena itu kita harus sadar bahwa potensi maritim NKRI itu jauh lebih besar dari sumber alam di bumi, jadi laut kita itu teras, bukan halaman belakang, jangan dijadikan tempat sampah. Presiden Gus Dur sudah benar dengan membentuk menteri kelautan dan perikanan, karena garis pantai kita terpanjang di dunia, itu potensi eko wisata, apalagi potensi perikanan bisa memakmurkan kita. Ini PR besar untuk perkuat SDM dan teknologi kemaritiman,” kata Kuntjoro. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

NU Care-LAZISNU Jatim Buka Pelatihan Vokasi Teknisi AC Bagi Santri/Kader

Ketua SC Halaqah Kebangsaan Qanun Asasi: “Tudingan Politisasi Adalah Fitnah Besar, Sangat Tidak Etis Mencatut Nama IKAPETE!”

Soal Kondisi NU, Prof Mas’ud Said: Jangan Ada Perpecahan dan Lima Elemen Potensial Ini Harus Dirangkul

Ketua PW Ikapete Jatim: Agenda di MPR RI Murni Khidmat Alumni, Bebas Politik Praktis

Oktober-November, PWNU Jatim Adakan 14 Kegiatan Hari Santri Nasional 2026

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Muslimat NU Hidupkan Nuzulul Quran dengan Berbagi Takjil kepada Masyarakat
Next Article Hanya 3 Minggu, PW DMI Jatim Terbitkan 27 Sertifikat Halal bagi UMKM

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

IPPNU Jatim Gandeng MUI Cetak Daiyah Pelajar di Era Digital
Milenial
NU Care-LAZISNU Jatim Buka Pelatihan Vokasi Teknisi AC Bagi Santri/Kader
Nahdliyyin
Ketua SC Halaqah Kebangsaan Qanun Asasi: “Tudingan Politisasi Adalah Fitnah Besar, Sangat Tidak Etis Mencatut Nama IKAPETE!”
Nahdliyyin
Ketua BPP Masjid Al-Akbar: Kunjungan ke China Ajarkan Pentingnya Sejarah/Museum
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Ansor Bondowoso Dorong Kemandirian Petani Muda Lewat Pelatihan Pupuk Organik Cair

06/10/2026
Nahdliyyin

IPPNU Jatim Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Pelajar dengan BAZNAS Jatim

06/10/2026
Nahdliyyin

Konsolidasi di Bangkalan, ISNU Jatim Doakan PBNU dan Ziarah ke Maqbaroh Syaichona Cholil

06/10/2026
Nahdliyyin

LTM NU Bondowoso dan Kemenag Sepakat Percepat ID SIMAS Masjid

05/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?