By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Hari Bumi, Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Ajak Warga NU Rawat Jagat, Lestarikan Hutan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Hari Bumi, Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Ajak Warga NU Rawat Jagat, Lestarikan Hutan
Nahdliyyin

Hari Bumi, Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Ajak Warga NU Rawat Jagat, Lestarikan Hutan

23/04/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com –
Peringatan Hari Bumi patut dijadikan momentum untuk menguatkan kesadaran ekologis sebagai bagian dari nilai keislaman melalui ajaran penyelamatan lingkungan atau fiqh al-bi’ah, dengan menghadirkan keyakinan teologis bahwa menjaga lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari ibadah dan iman kepada Allah SWT.

Demikian salah satu poin seruan Kelompok Kerja (Pokja) Perhutanan Sosial Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menandai Hari Bumi yang diperingati hari Selasa, 22 April 2026.

Sekretaris Pokja PSNU Jawa Timur, Widy Taurus mengajak seluruh Jam’iyah Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Jawa Timur, untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan dan peradaban.

Menurutnya, bumi yang dihuni 6 miliar manusia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari deforestasi, krisis iklim, hingga kerusakan ekosistem hutan yang semakin mengkhawatirkan.

“Dalam konteks ini, hutan memiliki peran strategis sebagai penyangga kehidupan, sumber penghidupan masyarakat, sekaligus amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bijaksana,” lanjutnya.

Mengutip Alquran Surat Ar-Rum ayat 41, Widy menegaskan Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin telah memberikan tuntunan yang jelas terkait pentingnya menjaga keseimbangan alam. Ayat ini menjadi peringatan bahwa kerusakan lingkungan, termasuk hutan, adalah akibat dari ulah manusia yang abai terhadap tanggung jawabnya sebagai Khalifah di bumi.

“Berkaitan dengan amal lingkungan ini, Rasulullah SAW juga pernah menegaskan
bahwa seorang Muslim yang menanam pohon atau menabur benih, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, akan menjadi sedekah baginya,” lanjutnya sambil menegaskan bahwa menanam dan merawat tumbuhan, termasuk menjaga hutan, merupakan amal kebaikan yang bernilai ibadah.

Seruan Hari Bumi

Sejalan dengan visi Nahdlatul Ulama di abad kedua, yaitu “Merawat Jagat, Membangun Peradaban”, Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jawa Timur memandang bahwa pengelolaan hutan berbasis masyarakat melalui Konsep Perhutanan Sosial adalah salah satu ikhtiar strategis untuk menghadirkan keadilan ekologis sekaligus kesejahteraan umat.

“Melalui momentum Hari Bumi ini, kami menyerukan kepada seluruh Jam’iyah Nahdlatul Ulama di Jawa Timur untuk menguatkan kesadaran ekologis sebagai bagian dari nilai keislaman (fiqh al-bi’ah), dengan menjadikan menjaga lingkungan sebagai ibadah,” tegasnya.

Seruan kedua, lanjut Widy, pihaknya mendorong keterlibatan aktif warga NU dalam program implementasi Perhutanan Sosial sebagai upaya menjaga hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan.

Ketiga, melakukan gerakan nyata, seperti penanaman pohon, rehabilitasi lahan kritis, serta menjaga sumber mata air di lingkungan masing-masing.

Keempat, menghindari praktik eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam yang dapat merusak keseimbangan ekosistem.

“Terakhir, kami menyerukan warga NU menguatkan kolaborasi antara Pesantren, Masyarakat, Pemerintah, Perguruan Tinggi, Sektor Swasta dan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup,” ungkapnya sambil menambahkan menjaga bumi adalah jihad peradaban untuk memastikan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jawa Timur sendiri mengemban “6 Forest Action” dalam menjaga kelestarian hutan.

Pertama, ekstensifikasi lahan hutan di wilayah Jawa Timur agar lebih banyak lagi lahan hutan yang bisa dikelola dengan skema Perhutanan Sosial.

Kedua, Intensifikasi melalui penanaman dan budidaya komoditas produktif yang sesuai dengan fungsi hutan melalui pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu, Hasil Hutan Kayu dan Jasa Lingkungan berbasis Perhutanan Sosial.

Ketiga, Hilirisasi produk hasil hutan dengan membangun kemitraan dan ekosistem bisnis yang tetap menjaga kelestarian hutan.

Keempat, konservasi pengelolaan hutan sosial dengan prinsip-prinsip pelestarian dan keberlangsungan lingkungan hidup.

Kelima, institusi pengelola hutan yang kolaboratif dan harmonis antara stakeholder NU – Masyarakat – Sektor Swasta – Pemerintah dengan melakukan pendampingan terhadap Kelompok Tani Hutan dan Masyarakat Desa Hutan.

“Dan yang keenam dari Forest Action adalah Kohesi Sosial yang dibangun melalui keberdayaan masyarakat di sekitar hutan, dengan menciptakan interaksi sosial yang harmonis, produktif, partisipatif, dan berkearifan lokal dalam upaya pelestarian lingkungan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Widy berharap, ikhtiar yang dilakukan Pokja dan kelompok tani hutan hari ini menjadi bagian dari amal shalih yang menjadi warisan bagi anak cucu kita di masa depan serta membawa keberkahan bagi alam semesta.

Alam terjaga, umat sejahtera, peradaban mulia.
(*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Gus Kikin Hadiri Tahlil Hari Ketujuh KH Moch Chisni Umar Burhan di Gresik

LAZISNU se-Jatim Kelola Rp208 Miliar Dana ZIS selama Ramadhan 1447 H

Ketua PWNU Jatim Siap Dipilih dan Tidak Dipilih dalam Muktamar Ke-35 NU

Sekjen Kemendiktisaintek: PTNU harus Atasi “Mismatch” Pendidikan

KHM Chizni Umar Burhan “Penjaga Rumah Arsip NU” Wafat

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Komisaris Polisi itu Kini Lulus Sarjana Akuntansi di Unusa
Next Article Gus Kikin Hadiri Tahlil Hari Ketujuh KH Moch Chisni Umar Burhan di Gresik

Advertisement



Berita Terbaru

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi
Milenial
Muktamar NU: ABUKTOR—Asal Bukan Koruptor
Kolom
Gus Kikin Hadiri Tahlil Hari Ketujuh KH Moch Chisni Umar Burhan di Gresik
Nahdliyyin
Komisaris Polisi itu Kini Lulus Sarjana Akuntansi di Unusa
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim gagas “Gerakan NUConomic” berbasis tiga pilar pemberdayaan ekonomi warga NU ala “Nahdlatut Tujjar”

14/04/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar, PWNU Jatim Usulkan “Aswaja Center” jadi Lembaga/Badan Khusus NU

13/04/2026
Nahdliyyin

PCNU Surabaya Ajak Pemerintah Eksekutif dan Legislatif Bersinergi Atasi Permasalahan Ummat

12/04/2026
Nahdliyyin

Rais Aam PBNU: Muktamar ke-35 NU pada tanggal 1-5 Agustus

12/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?