By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Sekjen Kemendiktisaintek: PTNU harus Atasi “Mismatch” Pendidikan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Sekjen Kemendiktisaintek: PTNU harus Atasi “Mismatch” Pendidikan
Nahdliyyin

Sekjen Kemendiktisaintek: PTNU harus Atasi “Mismatch” Pendidikan

18/04/2026 Nahdliyyin
SHARE

Pasuruan, radar96.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. Badri Munir Sukoco, memberikan paparan strategis dalam acara Halal Bihalal dan Sarasehan Pendidikan NU yang diselenggarakan oleh LPT PWNU Jatim di UNU Pasuruan, Sabtu (18/4).

Di hadapan pimpinan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se Jawa Timur, ia menegaskan bahwa PTNU harus menjadi garda terdepan dalam mentransformasi sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar relevan dengan kebutuhan ekonomi masa depan.

​Prof. Badri menyoroti tantangan besar berupa tingginya angka ketidaksesuaian (mismatch) antara kualifikasi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.

“Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, perguruan tinggi tidak boleh lagi menjadi “menara gading”, melainkan harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi dan mampu beradaptasi dengan perubahan industri yang sangat cepat,” katanya.


​
Ia mengharapkan PTNU tidak hanya fokus pada bidang ilmu sosial, tetapi juga memperkuat penguasaan sains dan teknologi. Hal ini krusial untuk meningkatkan “kompleksitas ekonomi” Indonesia melalui inovasi yang lahir dari kampus.

Guru Besar dari UNAIR ini juga menyoroti soal ‘Creative Class’. Ia menekankan pentingnya melahirkan kelompok masyarakat kreatif (creative class).

Menurutnya, jika 20 persen SDM Indonesia memiliki kapasitas inovasi yang tinggi, maka Indonesia akan mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).

​”PTNU memiliki potensi besar dengan basis massa yang luas. Jika potensi ini dikelola dengan orkestrasi pendidikan yang tepat, maka warga NU akan menjadi motor penggerak utama kemajuan bangsa di tahun 2045,” tegas Prof. Badri.

​Melalui sarasehan ini, diharapkan PTNU di seluruh Jawa Timur dapat bersinergi untuk mempersempit kesenjangan kualitas pendidikan dan bersama-sama berkontribusi pada kedaulatan sains dan teknologi nasional. (*/lpt)

Iklan.

You Might Also Like

Presiden Prabowo Terima Kartu Anggota NU “Seumur Hidup”

KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU

MEKANISME BARU, KEPEMIMPINAN BARU dan ARAH BARU NU.

Muktamar 35 NU Sepakati Pilih Ketum PBNU melalui AHWA

Jatim Usulkan Aswaja Center NU jadi Lembaga

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim
Next Article Ketua PWNU Jatim Siap Dipilih dan Tidak Dipilih dalam Muktamar Ke-35 NU

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Dari Hutan untuk Peradaban: Ketika Kepemimpinan Khofifah Mengubah Kelestarian Menjadi Kesejahteraan
Kolom
Jangan Biarkan Muktamar Pindah dari Tambakberas ke Media Sosial
Kolom
Ketika Sampah Berubah Menjadi Energi Peradaban: Khofifah dan Arsitektur Jawa Timur ASRI, Inovatif, dan Berkelanjutan
Kolom
Membaca Tiga Spektrum KepemimpinanKiai Miftah–Gus Yahya, Refleksi Kiai Sahal Mahfudz–Gus Dur, dan Warisan Diplomasi Peradaban Abah Hasyim Muzadi
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Di Markaz Alumni IPNU, Baznas RI Luncurkan Program Beasiswa Santri

29/08/2026
Nahdliyyin

Hari Pertama, 300 Penggembira Sambangi Posko PCNU Sidoarjo di Lokasi Muktamar

27/08/2026
Nahdliyyin

Prabowo Minta Kartu NU

27/08/2026
Nahdliyyin

Sambut Muktamar NU ke-35, PW IKAPETE Jatim Siap Gelar Muswil dan Rumuskan Rekomendasi Strategis

27/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?