By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Tanggapan Pakar: Pendidikan Bukan Sekadar Menang-Kalah, Tapi Soal Kejujuran dan Keadilan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Tanggapan Pakar: Pendidikan Bukan Sekadar Menang-Kalah, Tapi Soal Kejujuran dan Keadilan
Sospol

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Tanggapan Pakar: Pendidikan Bukan Sekadar Menang-Kalah, Tapi Soal Kejujuran dan Keadilan

12/05/2026 Sospol
Dr. Mufarrihul Hazin.
SHARE

Surabaya, radar96.com — Pakar Pendidikan, Dr. Mufarrihul Hazin, memberikan kritik tajam terkait insiden penilaian pada Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat tanggal 9/5/2016 yang viral baru-baru ini. Beliau menilai bahwa ketidakadilan yang dipertontonkan oleh dewan juri dalam memberikan poin bukan sekadar kekhilafan teknis, melainkan sebuah kegagalan dalam memberikan teladan nilai-nilai konstitusi kepada generasi muda.

“Sangat ironis ketika sebuah ajang yang dirancang untuk membumikan nilai-nilai luhur Pancasila dan konstitusi justru dinodai oleh praktik ketidakadilan yang sangat kasat mata. Juri di ajang ini bukan sekadar penilai, mereka adalah representasi dari tegaknya keadilan itu sendiri di mata para siswa,” ujar Dr. Farih Dosen UNESA dalam pernyataan resminya.

Beliau menyoroti bagaimana respon juri yang berdalih pada masalah artikulasi untuk menggugurkan jawaban yang benar secara substansi merupakan bentuk arogansi intelektual. Menurutnya, hal ini memiliki dampak jangka panjang yang berbahaya bagi psikologis peserta didik. “Pendidikan kita sedang berupaya membangun karakter jujur dan kritis. Namun, ketika siswa menyajikan kebenaran dan juri justru menutup telinga, kita sedang menanamkan benih ketidakpercayaan atau distrust terhadap sistem kelembagaan negara di benak anak didik kita,” Tegas Kepala Pusbangdesda UNESA

Dr. Farih yang sekaligus Sekretaris Komisi Pendidikan MUI Jatim itu juga menekankan bahwa langkah MPR RI yang menonaktifkan juri dan pembawa acara harus diikuti dengan evaluasi sistemik yang lebih mendalam. Ia menyarankan penggunaan standar penilaian yang lebih objektif dan transparan agar subjektivitas individu tidak merugikan prestasi siswa. “Kita tidak boleh membiarkan mentalitas anak bangsa dirusak oleh sistem kompetisi yang cacat integritas. Pendidikan adalah instrumen kebenaran, dan jika kebenaran dipersalahkan hanya demi egoitas penguji, maka marwah pendidikan itu sendiri telah runtuh,” tambah beliau.

Menutup keterangannya, Dr. Mufarrihul Hazin berharap kejadian ini menjadi momentum bagi penyelenggara pendidikan dan lembaga negara untuk lebih berhati-hati dalam memilih perangkat lomba. Ia menegaskan bahwa kemenangan yang diraih melalui proses yang tidak adil tidak akan pernah menghasilkan pemimpin masa depan yang berintegritas. “Keadilan bagi siswa yang dirugikan harus dipulihkan, karena di atas piala dan piagam, ada harga diri intelektual yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Iklan.

You Might Also Like

Guru Besar UIJ Prof. Hamdanah Utsman: Pendidikan Islam Tak Boleh Kalah oleh AI

KETUA UMUM DPP LPKAN INDONESIA TERIMA BUKU “EKONOMI PANCASILA” ABAH DJONI: KEMERDEKAAN HARUS HADIR DI MEJA RAKYAT

Jemaat Tiga Gereja di Sidoarjo Berikan Donasi untuk Muktamar NU

Harjabo ke-207, Bupati Hamid Tekankan Pentingnya Merawat Warisan Sejarah

MUNAS III BPN APTAKSINDO & PERJASI 2026 TUNTAS: USUNG TEMA “BERSATU BERKARYA MEMBANGUN NEGERI”, TETAPKAN KETUM BARU & DESAK LPJK KEMBALIKAN FUNGSI PEMBINAAN ASOSIASI

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article MUI Jatim Siap Edukasi Pengelolaan Dana Pesantren
Next Article Al Yasmin dan UMAHA Kembangkan Mahasiswa Berbasis Digital Entrepreneurship

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Guru Besar UIJ Prof. Hamdanah Utsman: Pendidikan Islam Tak Boleh Kalah oleh AI
Sospol
KETUA UMUM DPP LPKAN INDONESIA TERIMA BUKU “EKONOMI PANCASILA” ABAH DJONI: KEMERDEKAAN HARUS HADIR DI MEJA RAKYAT
Sospol
Jemaat Tiga Gereja di Sidoarjo Berikan Donasi untuk Muktamar NU
Sospol
NU adalah Amanah Umat, Bukan Milik Siapa-siapa
Kolom

You Might also Like

Sospol

Tiga Siswa Bondowoso Ukir Prestasi di Jatim, Bersiap Tampil di OSN Nasional

13/08/2026
Sospol

DMI Jatim Miliki 400 Pendamping “Halal” Bantu UMKM Sekitar Masjid

13/08/2026
Sospol

Lantik Dokter Baru, Rektor Unusa Tekankan Integritas dan Empati

13/08/2026
Sospol

YTI Walisongo Probolinggo Perluas Pendidikan Qur’ani dengan Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun

13/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?