Bondowoso, radar96.com — Ribuan jamaah berkumpul di kawasan CV SUUD Pabrik Rokok “88” Tamanan, Bondowoso, Sabtu (26/9/2026), dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Masyayikh 1448 Hijriah. Majelis tersebut berlangsung dalam suasana penuh shalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir bin Abdurrahman Assegaf.
Kehadiran jamaah dari berbagai daerah membuat kawasan PR 88 dipenuhi suasana religius. Shalawat yang dilantunkan bersama menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan, sekaligus mempertemukan masyarakat dalam momentum Maulid Nabi dan penghormatan kepada para masyayikh.
Sejumlah ulama, tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan turut hadir, di antaranya KH. A. Fuad Nur Hasan, Habib Muhammad bin Husein Alhabsyi, KH Hasyim Husnan, jajaran Forkopimda, pengurus organisasi keagamaan serta para jamaah pecinta Rasulullah SAW.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Syech mengingatkan jamaah bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW perlu diwujudkan dalam kehidupan, bukan hanya ketika berada di tengah majelis.
“Dapat selalu menghadirkan Nabi Muhammad SAW di setiap gerak-gerik kita, insya Allah dengan itu Allah menyelamatkan kita di dunia maupun akhirat,” tutur Habib Syech.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian shalawat malam itu. Jamaah tidak hanya diajak memperbanyak pujian kepada Rasulullah, tetapi juga membawa nilai kecintaan tersebut dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Habib Syech juga memaknai pertemuan tersebut sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ilmu, silaturahmi dan shalawat.
“Malam ini kita berkumpul mencari keridhoan Allah SWT untuk menuntut ilmu dan bertatap muka dengan orang-orang sholeh semoga dikabulkan dengan berkah sholawat yang kita lantunkan bersama,” katanya.
Kepada keluarga besar PR 88 Tamanan selaku tuan rumah, Habib Syech turut menyampaikan doa agar seluruh hajat yang dipanjatkan diberikan kemudahan dan keberkahan.
“Saya hadir ke Kabupaten Bondowoso memang khusus bersholawatan di PR 88 ini bukan yang lain,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan shalawatan dan Haul Masyayikh yang telah menjadi agenda rutin tersebut tetap dipertahankan sehingga masyarakat memiliki ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memperbanyak shalawat.
“Semoga hadirin disini mendapatkan barokahnya yang memang setiap tahun menggelar acara sholawatan dan haul masyayikh,” ungkap Habib Syech.
Mewakili tuan rumah, KH Hasyim Husnan menyampaikan bahwa Maulid Nabi dan Haul Masyayikh menjadi momentum untuk menguatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mendekatkan diri dengan nilai-nilai syariat.
“Semoga dalam acara Maulid Nabi dan Haul Masyayikh ini membuat kita semua masuk dalam golongan yang ahli syariat dan diakui umat Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.
KH Hasyim Husnan juga menjelaskan posisi kegiatan tersebut bagi keluarga besar PR 88. Menurutnya, acara keagamaan itu bukan sekadar bagian dari kegiatan sosial perusahaan, melainkan tradisi yang ingin terus dijaga.
“Ini bukan sekadar acara CSR pabrik, namun acara keagamaan menjadi satu kesatuan karena sesuai titah dari kakek pemilik pabrik ini. Semoga semua diberikan barokah dan bisa terselenggara rutin setiap tahun,” jelasnya.
Direktur Operasional PR 88, Muhammad Rafi Rahmatullah, mengatakan kegiatan tersebut membawa pesan agar masyarakat semakin dekat dengan shalawat dan tidak melupakan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Intinya kita ingin menyuarakan untuk kita semua bersholawat bersama dan selalu ingat kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW,” kata Rafi.
Ia berharap shalawat tidak hanya dilakukan saat menghadiri kegiatan keagamaan. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat tumbuh dalam kehidupan masyarakat, baik di rumah, tempat kerja maupun dalam aktivitas sehari-hari.
“Untuk masyarakat, biar selalu membaca shalawat, apa pun itu, di mana pun itu, selalu membaca shalawat,” tuturnya.
Rafi, yang merupakan putra H. Rahmatullah selaku pimpinan tertinggi sekaligus Owner CH Su’ud 88 Group, menyebut kegiatan shalawatan dan Haul Masyayikh di PR 88 telah berjalan kurang lebih enam tahun.
“Insya Allah setiap tahun. Kita sudah melaksanakan ini kurang lebih enam tahun. Insya Allah tahun depan juga akan dilaksanakan kembali,” ujarnya.
Selain Maulid Nabi, Haul Masyayikh menjadi ruang untuk mendoakan para leluhur dan sesepuh yang telah mendahului. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan nilai keagamaan agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan di PR 88 Tamanan pun mempertemukan ribuan jamaah dalam satu majelis: bershalawat, bersilaturahmi dan mendoakan para pendahulu. Pesan yang disampaikan Habib Syech menjadi pengingat bahwa shalawat bukan hanya lantunan suara, tetapi diharapkan hadir dalam setiap gerak kehidupan.
Dari Tamanan, tradisi tersebut kembali dipertahankan sebagai ruang bersama untuk merawat kecintaan kepada Rasulullah SAW, mengenang para masyayikh dan memperkuat hubungan antarsesama melalui majelis keagamaan. (*/Rif)



