Bondowoso, radar96.com – Turnamen PPP Championship Futsal 2026 yang digagas DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso resmi berakhir dan ditutup di GOR Pelita Bondowoso, Senin (3/8/2026).
Kejuaraan yang melibatkan pelajar tersebut mendapat apresiasi dari DPW PPP Jawa Timur karena dinilai menjadi bentuk nyata pembinaan olahraga sejak usia dini.
Ketua DPW PPP Jawa Timur Arif Winarno mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut menunjukkan komitmen DPC PPP Bondowoso dalam memberikan ruang positif bagi generasi muda melalui olahraga, khususnya futsal.
“Atas nama DPW PPP Jawa Timur, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPC PPP Kabupaten Bondowoso yang telah sukses menyelenggarakan PPP Championship 2026. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pembinaan olahraga futsal agar semakin berkembang dan digemari anak-anak muda di Bondowoso,” ujarnya.
Menurut Arif, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Kejuaraan yang berlangsung secara rutin akan menjadi wadah lahirnya bibit-bibit atlet yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
“Kami berharap dari Bondowoso lahir pemain-pemain hebat yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional. Potensi itu sangat terbuka jika pembinaan dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan PPP Championship sepenuhnya merupakan inisiatif DPC PPP Bondowoso. DPW PPP Jawa Timur hanya memberikan dukungan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Keberhasilan turnamen tersebut, lanjut Arif, berpotensi menjadi model pembinaan olahraga yang dapat diterapkan oleh DPC PPP di berbagai daerah lain di Jawa Timur.
“Apa yang dilakukan teman-teman DPC Bondowoso sangat baik. Tidak menutup kemungkinan nanti akan kami jadikan contoh bagi DPC lain, tidak harus futsal, bisa juga cabang olahraga lain yang diminati masyarakat. Yang terpenting adalah memberikan ruang positif bagi generasi muda,” ungkapnya.
Ia juga menyatakan dukungannya apabila PPP Championship terus diselenggarakan sebagai agenda tahunan karena dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga di Bondowoso.
“Kalau memang ini akan menjadi agenda tahunan, tentu DPW siap memberikan dukungan. Nanti akan kami diskusikan lebih lanjut agar pelaksanaannya semakin baik dan benar-benar memberi manfaat bagi pegiat olahraga di Bondowoso,” tambahnya.
Ketua DPC PPP Kabupaten Bondowoso KH. Moh. Hasan Abuya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang telah memberikan dukungan fasilitas sehingga turnamen dapat berlangsung dengan lancar hingga penutupan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus DPC PPP, serta tim J-Sportiva yang terlibat sejak awal dalam mempersiapkan pelaksanaan kompetisi.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang telah memberikan fasilitas kepada PPP sehingga kegiatan ini bisa terlaksana. Terima kasih juga kepada J-Sportiva dan seluruh pengurus yang telah bekerja keras menyukseskan turnamen ini,” ujarnya.
Hasan mengungkapkan, gagasan awal yang direncanakan sebenarnya adalah menggelar turnamen sepak bola lapangan besar. Namun setelah melalui pembahasan bersama, diputuskan memilih futsal sebagai cabang olahraga yang dinilai lebih memungkinkan untuk dilaksanakan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak sempat menghadiri pembukaan turnamen akibat harus berangkat menunaikan ibadah umrah lebih awal dari jadwal semula.
“Saya mohon maaf karena tidak bisa hadir saat pembukaan. Jadwal keberangkatan umrah saya dimajukan lima hari sebelum pembukaan, sehingga tidak memungkinkan hadir. Namun Alhamdulillah penutupan ini bisa saya ikuti,” katanya.
Menurut Hasan, PPP Championship diselenggarakan bukan sekadar untuk menentukan pemenang, tetapi menjadi media pembinaan karakter generasi muda melalui kompetisi yang sehat dan sportif.
“Anak-anak SD, SMP, dan SMA harus kita arahkan agar hobinya tersalurkan pada kegiatan yang positif, bukan pada hal-hal negatif. Melalui olahraga seperti futsal ini, kita ingin membangun karakter, sportivitas, dan kebersamaan,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberhasilan sebuah turnamen tidak hanya diukur dari raihan trofi, melainkan dari terciptanya suasana kompetisi yang tertib, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Yang paling utama bukan siapa juara satu, dua, atau tiga. Juara sesungguhnya adalah sportivitas yang ditunjukkan seluruh peserta dan suporter selama pertandingan berlangsung. Itulah yang paling kami banggakan,” pungkasnya. (*/Rif)



