By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: LESBUMI Serahkan Maklumat “Kembali ke Akar, Ini Pesan Kiai-Kiai PWNU Jatim
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > LESBUMI Serahkan Maklumat “Kembali ke Akar, Ini Pesan Kiai-Kiai PWNU Jatim
Nahdliyyin

LESBUMI Serahkan Maklumat “Kembali ke Akar, Ini Pesan Kiai-Kiai PWNU Jatim

11/08/2026 Nahdliyyin
Ketua LESBUMI PWNU Jatim Riadi Ngasiran, saat menyerahkan dokumen Maklumat Muktamar Kebudayaan Indonesia LESBUMI NU kepada Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz, disaksikan jajaran Kiai dan pengurus NU Jatim, Selasa 11 Agustus 2026.
SHARE

Contents
Pesan PWNU Jatim: LESBUMI Menjaga Nilai-Nilai Kebudayaan Perkuat Identitas BangsaKembali ke Akar, Jejak Perjuangan NU

Pesan PWNU Jatim: LESBUMI Menjaga Nilai-Nilai Kebudayaan Perkuat Identitas Bangsa


Surabaya, radar96.com — Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz menegaskan, di antara eksistensi Nahdlatul Ulama adalah menjaga identitas bangsa dalam menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air. Melalui Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) NU bertugas menjaga Nilai-Nilai kebudayaan, mewujudkan dan memperkuat identitas bangsa.

“Kami menyambut baik hasil Muktamar Kebudayaan dengan Maklumat Kebudayaan dari para aktivis LESBUMI NU. Ini menunjukkan tengara visi profetik NU telah dilaksanakan melalui LESBUMI dengan mengusung Kembali ke Akar,” tutur Kiai Kikin, panggilan akrabnya, saat menerima Ketua LESBUMI PWNU Jawa Timur Riadi Ngasiran untuk menyerahkan “Maklumat Kebudayaan LESBUMI Nahdlatul Ulama”, Selasa 11 Agustus 2026.

Selain Kiai Kikin, disaksikan KH Abdul Matin Djawahir (Wakil Rais Syuriah), jajaran tanfidziyah antara lain Prof Kacung Marijan, KH M Taufiq Jalil, KH Noor Sodiq Askandar (ketiganya Wakil Ketua PWNU Jatim), dan Prof Babun Suharto (Wakil Sekretaris juga Koorbid Pendidikan dan Kebudayaan PWNU Jatim).

Maklumat Kebudayaan LESBUMI merupakan manisfesto yang dihasilkan dari Muktamar Kebudayaan Indonesia diselenggarakan LESBUMI NU di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang pada 12-14 Juni 2026 lalu. Menjadi dokumen bersejarah karena dengan tema “Kembali ke Akar” di pondok pesantren yang didirikan KH Abdul Wahab Hasbullah (Bapak Pendiri dan Penggerak NU), juga menjadi lokasi Muktamar ke-35 NU pada 27-31 Agustus 2026 mendatang.

“Nilai-nilai dasar perjuangan Nahdlatul Ulama yang digariskan Hadlratussyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari melalui Qonun Asasi Nahdlatul Ulama bersifat universal. Pada ujungnya ia menjadi bagian penting untuk menjaga identitas bangsa,” tutur Kiai Kikin, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Wakil Rais PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir, pada kesempatan itu mengingatkan LESBUMI NU agar menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang berlatarbelakang budaya yang bermacam-macam.

“Tugas kita mengayomi mereka sekaligus menanamkan nilai keagamaan dan kesadaran spiritual seperti diajarkan para pejuang Islam dan Walisanga. Dengan begitu, kita bersama-sama menjaga keutuhan bangsa dan negara di tengah perubahan zaman,” tutur Kiai Matin, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung, Tuban.

Sementara itu, Prof Kacung Marijan menyampaikan pesan agar kita memperhatikan unsur terdalam dari huruf ba’. Huruf ba’ dalam hijaiyah memberikan makna terdalam dari pelbagai sudut pandang Tauhid.

“Kita jangan terlena dengan menjaga peradaban, tata nilai sosial masyarakat. Dan yang terpenting, menjauhi sikap kebiadaban, termasuk keserakahan dalam masyarakat,” tambah Prof Kacung, yang juga Guru Besar Ilmu Sosial Universitas Airlangga Surabaya.

Kembali ke Akar, Jejak Perjuangan NU

Ketua Lembaga Seni Budaya PWNU Jawa Timur Riadi Ngasiran melaporkan, gagasan mendalam mengenai makna “Kembali Ke Akar” dalam Maklumat Kebudayaan LESBUMI NU.

Gagasan tersebut menjadi langkah awal untuk menghadapi tantangan zaman yang dihadapi bangsa Indonesia.

“Makna tema Kembali Ke Akar, kita menyadari tentang akar dari manusia. Akar dari manusia adalah kesadarannya sendiri. Kembali ke akar adalah kembali kepada kesadaran kita bahwa manusia itu sebagai subjek dalam kehidupan,” tuturnya.

Riadi Ngasiran, aktivis Forum Historiografi Nahdlatul Ulama, mengatakan bahwa seni bukan hanya milik para budayawan, akademisi, dan kiai, melainkan milik seluruh umat manusia.

Sebagaimana disampaikan Ketua LESBUMI PBNU KH Muhammad Jadul Maula, berdasarkan Theory of Culture, kebudayaan memiliki sekitar 600 makna yang berbeda. Namun pada intinya, kebudayaan adalah jalan untuk menghadapi problematika bangsa yang menurutnya sedang mengalami penurunan.

Menurut Riadi Ngasiran, keindahan hanyalah unsur dalam seni. Kesenian memberikan pengalaman batin manusia. Seni bukan hanya sebuah keindahan, tapi sebuah alat untuk menghadapi zaman melalui kebudayaan.

Yang terpenting dalam Kebudayaan, menghadirkan pelbagai dimensi dalam kehidupan. Dan yang ideal harus memuat tiga unsur utama.

Pertama, rasionalitas dalam pilar ilmu pengetahuan; Kedua, spiritualitas dalam pilar agama; dan Ketiga, rasa dalam seni. “Ketiganya, membutuhkan satu kesatuan tubuh untuk bergerak dan merepresentasikan ide-ide abstrak dalam realitas,” tutur Riadi Ngasiran.

Dalam Muktamar Kebudayaan Indonesia, LESBUMI NU juga menyoroti tantangan zaman modern berupa “penyakit jiwa” yang sedang menyebar luas di kehidupan kita seperti sifat korupsi serta rasa yang tidak tersalurkan ketika manusia dihadapkan dengan berbagai problematika kehidupan. (*/lesbumi)


Iklan.

You Might Also Like

LPT PBNU–LPDP Siapkan Rp7,5 Miliar untuk Perkuat Riset PTNU

LP Maarif Jatim Sowan ke Ketum PBNU Gus Kikin

SMA Khadijah Surabaya Berikan Beasiswa Pendidikan 100 Persen kepada Tiga Hafidzah

Gus Kikin Takkan Lupakan PWNU Jatim

Resmikan Kantor Baru, GP Ansor Bondowoso Tegaskan Tak Ada Alasan Berhenti Bergerak

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article DPP LPKAN INDONESIA: DI TENGAH TANTANGAN GLOBAL, POLRI DI BAWAH JENDERAL LISTYO SIGIT BUKTIKAN KINERJA DAN LAYAK DIDUKUNG PENUH
Next Article Menguatkan AHWA: Mengubah Kontestasi Menjadi Musyawarah, Mengubah Faksionalisme Menjadi Ukhuwah

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Unusa Gandeng 2 Kampus Kesehatan di Malaysia Perkuat Teknologi Laboratorium Patologi Anatomi
Sospol
KHR Achmad Azaim Kukuhkan Pengurus Ijtihad Rayon IKSASS Bondowoso saat Maulid Nabi
Sospol
Hari Pelanggan Nasional 2026, Manajemen BRI Bondowoso Sapa Nasabah dan Beri Apresiasi
Ekraf
Dzurriyah Hasan Gipo: Kiai Miftah-Gus Kikin jadi Paket Ideal Awali Abad Kedua NU
Uncategorized

You Might also Like

Nahdliyyin

IKAPETE Jatim Sampaikan Blueprint Kemandirian Umat Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari

05/09/2026
Nahdliyyin

ISNU Jatim Gagas Konsep “Orkestrasi Sumber Daya NU” Pasca-Muktamar

04/09/2026
Nahdliyyin

Hari Pertama Kerja, Gus Kikin Mulai Siapkan Kepengurusan PBNU dengan Istikhoroh

04/09/2026
Nahdliyyin

566 Santri Diduga Keracunan MBG, Ansor Desak SPPG Kalitengah Diusut Transparan

03/09/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?