By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Forum Aktivis NU Jatim: Rais Aam Bukan Jabatan untuk Diperebutkan, tetapi Amanah untuk Diemban.
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Uncategorized > Forum Aktivis NU Jatim: Rais Aam Bukan Jabatan untuk Diperebutkan, tetapi Amanah untuk Diemban.
Uncategorized

Forum Aktivis NU Jatim: Rais Aam Bukan Jabatan untuk Diperebutkan, tetapi Amanah untuk Diemban.

25/08/2026 Uncategorized
Sudarsono Rahman, Koordinator Forum Aktivis NU Jawa Timur.
SHARE

Cak Dar : Rais Aam harus lahir dari kepercayaan Muktamirin, bukan Mobilisasi dan Transaksi.

Surabaya, radar96.com — Menjelang Muktamar NU ke-35 di Jombang, dinamika mengenai pemilihan Rais Aam PBNU menjadi perhatian berbagai kalangan Nahdliyin, Forum Aktivis NU Jawa Timur mengingatkan agar Pemilihan Rais Aam tetap ditempatkan sebagai proses memilih amanah keulamaan, bukan kontestasi perebutan kekuasaan.

Contents
Cak Dar : Rais Aam harus lahir dari kepercayaan Muktamirin, bukan Mobilisasi dan Transaksi.Rais Aam Harus Dipilih karena Keteladanan.Muktamirin Harus Menjadi Penentu Amanah.

Koordinator Forum Aktivis NU Jatim, Sudarsono Rahman, mengatakan bahwa Rais Aam merupakan posisi yang sangat strategis dalam jam’iyah NU karena bukan sekadar Jabatan Struktural, melainkan representasi kepemimpinan keulamaan yang membutuhkan Integritas, Kealiman, Keabidan, Keteladanan dan Akhlak.

“Rais Aam adalah amanah yang sangat tinggi, karena itu Jabatan ini semestinya tidak diburu dan tidak diperebutkan, justru Jam’iyah yang harus melihat siapa Ulama yang paling layak, paling amanah dan paling bertanggung jawab untuk menerima mandat tersebut,” ujar Cak Dar. .

Menurutnya, Pernyataan KH Ubaidillah Shodaqoh, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, yang menyebut bahwa “Mempunyai keinginan menjadi Rais, itu sudah tidak memenuhi syarat menjadi Rais”, perlu ditempatkan sebagai refleksi mengenai etika kepemimpinan ulama.

“Pernyataan tersebut mengingatkan kita pada tradisi pesantren bahwa jabatan bukanlah tujuan, semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar tuntutan untuk menjaga keikhlasan, tawadhu, amanah dan tanggung jawab,” katanya.

Sudarsono menegaskan, NU harus berhati-hati agar pemilihan Rais Aam tidak bergeser menjadi Kontestasi Elektoral yang ditandai dengan Deklarasi, Pembentukan Team, Mobilisasi Dukungan, Kampanye maupun Praktik Transaksional.

“Rais Aam jangan sampai lahir dari siapa yang paling kuat memobilisasi suara, Rais Aam harus lahir dari kesadaran kolektif para Muktamirin tentang siapa ulama yang paling layak menerima amanah,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Sudarsono juga menyinggung sikap KH Said Aqil Siroj yang, menurut informasi dan narasi yang berkembang, tidak melakukan Deklarasi sebagai Calon Rais Aam, tidak membentuk Team Pemenangan, tidak melakukan kampanye dan mobilisasi serta tidak melakukan karantina Peserta Muktamar juga tidak menjanjikan sejumlah Uang seperti yang dilakukan Calon Rais Aam yang lain.

“Beliau tidak pernah menyampaikan keinginan untuk maju sebagai Rais Aam, tetapi ketika Muktamirin memberikan amanah, beliau tidak akan menolaknya, sikap seperti ini patut menjadi bahan refleksi bersama, terlepas dari siapa pun yang nantinya dipilih oleh Muktamar,” kata Sudarsono.

Ia menegaskan bahwa Forum Aktivis NU Jatim tidak sedang mengarahkan pilihan Muktamirin kepada figur tertentu, yang didorong adalah perubahan cara pandang dalam memilih Rais Aam.

“Pertanyaannya jangan hanya siapa yang paling banyak dukungan, Pertanyaan utamanya adalah siapa yang paling layak menerima amanah,” katanya.

Rais Aam Harus Dipilih karena Keteladanan.

Sudarsono mengingatkan bahwa Tradisi Kepemimpinan Pesantren berbeda dengan logika perebutan Jabatan dalam politik praktis.

“Dalam Tradisi Pesantren, seseorang menjadi pemimpin bukan karena mengatakan dirinya mampu, tetapi karena dianggap mampu, Ia dipercaya bukan karena kampanye, tetapi karena keteladanan, Ia diberi amanah bukan karena kemampuan mengumpulkan suara, tetapi karena kealiman, akhlak dan tanggung jawabnya,” jelasnya.

Karena itu, Forum Aktivis NU Jatim mengajak seluruh Muktamirin dan Warga NU untuk melihat para Calon Rais Aam bukan semata dari kemampuan membayar sejumlah Uang, tetapi dari rekam jejak keulamaan dan keteladanannya.

“Lihat siapa yang selama ini mengaji, mengabdi, membimbing umat, menjaga akhlak dan tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan hidupnya, bisa jadi Orang yang paling layak justru bukan Orang yang paling keras mengajukan dirinya,” ujarnya.

Sudarsono menegaskan bahwa Rais Aam bukan hadiah, bukan hasil mobilisasi apalagi membeli suara dengan sejumlah Uang.

“Rais Aam adalah amanah keulamaan,” tegasnya.

Menurutnya, semakin tinggi jabatan dalam NU, semakin rendah pula ego pribadi yang seharusnya menyertainya.

Muktamirin Harus Menjadi Penentu Amanah.

Forum Aktivis NU Jatim berharap Muktamar NU ke-35 mampu menghadirkan proses pemilihan Rais Aam yang bermartabat, jernih dan mencerminkan tradisi keulamaan NU, jangan memilih karena sogokan uang ratusan juta.

“Biarkan Muktamirin melihat, menimbang dan menentukan siapa Ulama yang layak menerima amanah, jangan sampai suara Muktamirin dipandang sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan,” ujar Cak Dar panggilan akrab nya.

Ia menambahkan, NU membutuhkan Rais Aam yang tidak menjadi pemburu kekuasaan, tetapi menjadi penjaga moral kekuasaan, tidak menjadi bagian dari perebutan kepentingan, tetapi menjadi penuntun agar Jam’iyah tetap berjalan dalam Khittah, Amanah dan Kemaslahatan umat.

“Pada akhirnya, Rais Aam yang ideal bukan orang yang mengatakan ‘PILIH SAYA’, tetapi Muktamirinlah yang mengatakan : “Kami melihat engkau layak, kami percaya engkau amanah, dan kami menitipkan masa depan NU kepadamu,” pungkas Cak Dar mengakhiri.

Iklan.

You Might Also Like

195 Mahasiswa IAI Shofa Marwa Jember Bawa Tradisi Pesantren ke Kampus

Dzurriyah Hasan Gipo: Kiai Miftah-Gus Kikin jadi Paket Ideal Awali Abad Kedua NU

FKDT Bondowoso Gelar Maulid Nabi dan Apresiasi Pemenang Porsadin VII 2026

Majelis Alumni IPNU Madiun Minta Meninggalnya Serda Ahmad Muzammul Diusut Transparan

PW IPPNU Jawa Timur Perkuat Sinergi dengan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Maulid Nabi, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Ganti Kepengurusan untuk Periode 2026-2027
Next Article Superpower Keikhlasan: Mengurai Akar Akuntabilitas dalam Tradisi NU

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

MSG ke-29 di Masjid Al-Akbar, Gus Amak dan Ning Widad Apresiasi GenZI yang mau Ngaji Subuh di Masjid
Milenial
PWNU Jatim: Santri Dibutuhkan untuk Padukan Teknologi dengan Moral/Akhlak
Nahdliyyin
Patahkan Framing Negatif Laporan KPK, IKAPETE Jatim Sebut Marwah Alumni Tebuireng Kini Terang Benderang
Nahdliyyin
Perkuat Kaderisasi Santri, ISNUQ Gelar PDO Perdana dengan 250 Peserta
Nahdliyyin

You Might also Like

Uncategorized

TK At-Taqwa Bondowoso Peringati Maulid Nabi dengan Festival Ancak Ceria

10/09/2026
Uncategorized

Kasus Keracunan MBG di Jatim, Perindo Minta BGN Evaluasi Total Tata Kelola dan Skema Distribusi

03/09/2026
Uncategorized

Estafet, Bukan Reset: Menjaga Keberlanjutan Aset dan Program NU di Setiap Pergantian Kepengurusan

03/09/2026
Uncategorized

Melalui Nawa Pradana Baznas Jatim Buka Kolaborasi dengan LAZISNU

31/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?