Probolinggo, radar96.com — Ribuan jemaah bersama 21 tokoh pimpinan Thoriqoh Attijaniyah dari tiga kabupaten berkumpul dalam majelis Hailalah Bersama di Yayasan Tarbiyatul Islam (YTI) Walisongo, Pondok Pesantren Manba’ul Huda, Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB tersebut berjalan khidmat. Kehadiran para muqaddam sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi antar-ikhwan Thoriqoh Attijaniyah dengan suasana penuh kekhusyukan.
Pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Huda sekaligus Sohibul Hajah, KH. Ahmad Ubaidillah, menyampaikan bahwa Hailalah Bersama tidak hanya ditempatkan sebagai rutinitas peribadatan tarekat.
Menurutnya, pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antar-ikhwan, khususnya jemaah Thoriqoh Attijaniyah di kawasan tapak kuda.
“Alhamdulillah, pada hari yang penuh berkah ini kami bisa bersilaturahmi dan berzikir bersama para kyai, muqaddam, dan para ikhwan dari tiga kabupaten,” ujarnya.
KH. Ahmad Ubaidillah menuturkan, kegiatan Hailalah menjadi momentum untuk menata hati dan melanggengkan zikir kepada Allah SWT. Majelis tersebut sekaligus diisi dengan doa untuk keselamatan umat dan bangsa.
Menurutnya, berkumpulnya 21 tokoh muqaddam Attijaniyah dalam satu majelis memberikan dorongan spiritual tersendiri, terutama bagi para santri dan masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.
Kehadiran para tokoh tarekat dalam satu forum juga memperlihatkan kuatnya ruang silaturahmi yang dibangun melalui majelis keagamaan. Bagi tuan rumah, keberkahan pertemuan diharapkan tidak hanya dirasakan oleh para jemaah, tetapi juga masyarakat secara lebih luas.
KH. Ahmad Ubaidillah berharap majelis tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan sosial yang lebih damai dan tenteram.
“Kami berharap majelis ini menjadi ikfiyar untuk terus menyebarkan syiar Islam yang sejuk, moderat, dan menentramkan. Semoga jalinan silaturahmi antar-ikhwan Thoriqoh Attijaniyah ini senantiasa terjaga dan membawa keberkahan lahir batin bagi kita semua,” tambahnya.
Rangkaian Hailalah Bersama diawali dengan pembacaan salawat. Setelah itu, ribuan jemaah mengikuti dzikir Hailalah secara berjemaah dalam satu majelis.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa keselamatan yang dipimpin secara bergantian oleh para muqaddam yang hadir. Doa menjadi penutup rangkaian kegiatan yang sejak awal berlangsung dalam suasana khidmat.
Majelis tersebut menjadi momentum bagi para ikhwan Thoriqoh Attijaniyah dari tiga kabupaten untuk kembali bertemu, berzikir dan mempererat silaturahmi. Dari Banyuanyar, pertemuan itu diharapkan terus menjadi bagian dari ikhtiar menjaga persaudaraan dan menyebarkan syiar Islam yang menenteramkan. (*/Rif)



