Sidoarjo, radar96.com — Lailatul Ijtima’ Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, kembali digelar pada Kamis, 1 Oktober 2026. Bertempat di Masjid Nurul Hidayah Kedungturi, kegiatan yang berlangsung secara rutin tersebut diikuti banyak jamaah dan berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, serta penuh kebersamaan.
Lailatul Ijtima’ merupakan salah satu kegiatan rutin NU Ranting Kedungturi yang dilaksanakan kurang lebih satu bulan sekali. Pelaksanaannya mengambil momentum Kamis Legi malam Jumat Pahing, yang menjadi salah satu waktu yang digunakan jamaah untuk berkumpul, melaksanakan ibadah bersama, serta mempererat silaturahmi.
Banyaknya jamaah yang hadir dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu pemandangan yang menonjol. Masjid Nurul Hidayah Kedungturi dipenuhi jamaah yang mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Kehadiran jamaah dari berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di tingkat ranting masih mendapatkan perhatian dan partisipasi dari masyarakat.

Rangkaian acara diisi oleh jajaran Pengurus Syuriah, Tanfidziyah, serta salah seorang penceramah di tingkat ranting. Kegiatan diawali dengan sambutan dan tausiyah yang memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan kepada jamaah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat tasbih, shalat hajat, sujud syukur, istighatsah, tahlil, dan doa bersama.
Setelah rangkaian ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah. Jamaah berkumpul dan menikmati konsumsi yang telah disediakan sembari mempererat komunikasi dan silaturahmi. Suasana tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena Lailatul Ijtima’ tidak hanya menjadi ruang untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan sosial antarsesama jamaah.
Kehadiran jamaah dalam jumlah yang banyak memberikan energi tersendiri bagi keberlangsungan kegiatan NU Ranting Kedungturi. Semakin banyak jamaah yang terlibat, semakin terbuka ruang untuk membangun kebersamaan dan memperkuat keterikatan antara jamaah dengan jam’iyah. Dalam konteks tersebut, Lailatul Ijtima’ menjadi salah satu media untuk menjaga kesinambungan tradisi keagamaan yang berkembang di lingkungan masyarakat Nahdliyin.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa kehidupan jam’iyah NU tidak hanya berlangsung dalam forum-forum struktural organisasi. Kehidupan NU di tingkat ranting juga tumbuh melalui kegiatan keagamaan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Majelis ilmu, shalat berjamaah, dzikir, tahlil, doa, dan silaturahmi menjadi bagian dari aktivitas yang memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.
Banyaknya jamaah yang hadir sekaligus menambah marwah An-Nahdliyah di tengah masyarakat. Marwah tersebut tidak semata-mata dibangun melalui struktur organisasi, tetapi juga melalui konsistensi dalam menjaga tradisi keagamaan, membangun kebersamaan, dan menghadirkan manfaat bagi jamaah.
Lailatul Ijtima’ NU Ranting Kedungturi dengan demikian menjadi salah satu bentuk nyata kehidupan keagamaan masyarakat akar rumput. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut diharapkan terus terjaga sehingga menjadi ruang untuk memperkuat ibadah, ilmu, silaturahmi, dan kebersamaan warga.
Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi jamaah yang terus terjaga, Lailatul Ijtima’ diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin bulanan, tetapi juga menjadi salah satu kekuatan sosial-keagamaan yang ikut menjaga eksistensi dan marwah An-Nahdliyah di tengah masyarakat Kedungturi. [mf]



