By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: PWNU Jatim: Santri Dibutuhkan untuk Padukan Teknologi dengan Moral/Akhlak
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > PWNU Jatim: Santri Dibutuhkan untuk Padukan Teknologi dengan Moral/Akhlak
Nahdliyyin

PWNU Jatim: Santri Dibutuhkan untuk Padukan Teknologi dengan Moral/Akhlak

11/10/2026 Nahdliyyin
Penabuhan beduk Sunan Bejagung oleh Rais Am sebagai penanda kick off HSN tahun 2026.
SHARE

Tuban, radar96.com – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) menegaskan bahwa santri sangat dibutuhkan di era teknologi digital untuk memadukan teknologi dengan moral/akhlak, karena teknologi tanpa moral akan menjadi bencana.

“Tanpa diminta, santri itu selalu berperan untuk Indonesia. Tanpa santri takkan ada kemerdekaan Indonesia. Sekarang pun, teknologi di era teknologi tanpa moral itu akan menjadi bencana, karena itu peran santri sangat dibutuhkan,” katanya dalam ‘Kick Off’ Hari Santri Nasional (HSN) 2026 PWNU Jatim di Pesantren Sunan Bejagung, Tuban, Ahad.

Gus Firjaun. Plh Ketua Tanfidiyah PWNU Jatim.

Dalam acara yang juga dihadiri Rais Aam Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) itu, Gus Firjaun menyatakan bangga dengan “kick off” HSN 2026 PWNU Jatim yang dipadukan dengan peluncuran Institut Kiai Haji Abdul Matin (Inkama) dan wisuda ke-2 Ma’had Aly Sunan Bejagung.

“Kedua lembaga pendidikan tinggi di lingkungan Pesantren Sunan Bejagung, Tuban itu membuat kick off HSN 2026 yang diadakan PWNU Jatim itu menjadi bukan hanya acara seremonial, namun justru menunjukkan bahwa santri itu harapan ke depan, terutama santri yang diwisuda dari Ma’had dan Inkama akan bisa lebih berperan di masyarakat,” katanya.

Pengarahan dari Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz

Dalam acara yang juga dirangkai dengan peresmian bantuan Lazisnu PWNU Jatim kepada PWNU Aceh berupa tujuh bangunan untuk Aceh pasca-bencana alam itu, Gus Firjaun menyebut lima peran penting santri yakni santri spiritual, santri intelektual, santri entrepreneur, santri leader, dan santri global yang menjadi kontribusi pesantren/NU untuk bangsa dan negara.

“Santri Spiritual itu peran santri memberi pondasi iman dan akhlak untuk era teknologi digital saat ini, karena teknologi tanpa moral akan menjadi bencana, sedangkan Santri Intelektual itu peran santri dalam berbagai bidang keilmuan, baik kesehatan maupun inovasi dan literasi digital agar masyarakat tidak hanya konsumen teknologi buatan atau AI,” katanya.

Untuk Santri Entrepreneur itu peran santri dalam membangun usaha secara mandiri tanpa bergantung pada pekerjaan dari masyarakat, sedangkan Santri Leader itu peran santri dalam menjadi pemimpin yang tidak hanya pandai bicara tapi punya integritas dan moralitas yang dibutuhkan Indonesia, bukan hanya mengejar jabatan tanpa visi. Untuk Santri Global itu peran santri yang melampaui kawasan regional dan nasional, menuju ke internasional.

“Untuk itulah, PWNU Jatim mengadakan 14 kegiatan HSN 2026 selama Oktober-November yang diawali dengan kick off di Pesantren Sunan Bejagung Tuban (11/10), lalu Ziarah Muassis di Jombang (18/10), Ziarah Muharrik di sembilan kabupaten/kota (20/10). Selanjutnya, Apel Hari Santri di Gedung PWNU Jatim (22/10), lalu HSN Soccer League 2026 yang diikuti 32 tim dari lembaga/banom PWNU Jatim (27-31/10),” katanya.

Agenda HSN untuk November adalah Mujahadah Kubro di Gedung HBNO/PCNU Surabaya (9/11), Halaqoh Pesantren oleh RMI Jatim di PWNU Jatim (14/11), Jelajah Santri di Probolinggo oleh LP Ma’arif (14-15/11), Apel Kader NU di Bondowoso oleh IPNU-IPPNU dan LP Ma’arif (21/11), NUConomic di Bondowoso oleh LPNU (22/11), dan Bahtsul Masail oleh RMI di Blitar (28-29/11).

“Tiga agenda lain yang belum terjadwal waktu/tanggal adalah Lomba Kinerja Antar-PR IPNU-IPPNU se-Jatim, Rembuk Media (LTNU Jatim), dan Podcast Pendidikan Serentak PTNU se-Jatim (LPTNU Jatim),” kata Gus Firjaun dalam acara yang juga dihadiri Asisten Pemprov Jatim Dr HM Jazuli dan perwakilan Kodam/Polda Jatim serta PCNU se-Jatim itu.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menegaskan kembali pentingnya Qanun Asasi dijadikan pedoman pengurus NU saat ini, karena pedoman dari para muassis NU itu membuktikan persatuan/ukhuwah untuk kepentingan bangsa itulah yang membuat negara menjadi maju karena kebersamaan.

Sementara itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam Taujihad-nya menekankan pentingnya ilmu dengan adanya Inkama dan Ma’had Aly, karena ilmu atau ilmu agama itu penting di era Al-Harj (zaman yang tidak menentu) seperti era teknologi digital saat ini yang diwarnai bully, framing, dan hoaks, yang membuat orang salah pun merasa benar. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Patahkan Framing Negatif Laporan KPK, IKAPETE Jatim Sebut Marwah Alumni Tebuireng Kini Terang Benderang

Perkuat Kaderisasi Santri, ISNUQ Gelar PDO Perdana dengan 250 Peserta

FGD “Santri Next” HSN 2026, ISNU Jatim Dorong Kiprah Santri Warnai Transformasi Jatim

Presnas IKAPETE Kutuk Framing Negatif Terkait Halaqoh Qonun Asasi NU di Gedung MPR RI

Silaturahim dengan Dubes Mesir, PBNU Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Patahkan Framing Negatif Laporan KPK, IKAPETE Jatim Sebut Marwah Alumni Tebuireng Kini Terang Benderang

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Patahkan Framing Negatif Laporan KPK, IKAPETE Jatim Sebut Marwah Alumni Tebuireng Kini Terang Benderang
Nahdliyyin
Perkuat Kaderisasi Santri, ISNUQ Gelar PDO Perdana dengan 250 Peserta
Nahdliyyin
FGD “Santri Next” HSN 2026, ISNU Jatim Dorong Kiprah Santri Warnai Transformasi Jatim
Nahdliyyin
Peringati HSN 2026, SMP Khadijah dan LKKNU Surabaya Adakan Bimbingan Santri Usia Sekolah
Milenial

You Might also Like

Nahdliyyin

12 Perubahan Penting AD/ART NU Hasil Muktamar Ke-35 Disosialisasikan

09/10/2026
Nahdliyyin

NU Care-LAZISNU Jatim Buka Pelatihan Vokasi Teknisi AC Bagi Santri/Kader

09/10/2026
Nahdliyyin

Ketua SC Halaqah Kebangsaan Qanun Asasi: “Tudingan Politisasi Adalah Fitnah Besar, Sangat Tidak Etis Mencatut Nama IKAPETE!”

09/10/2026
Nahdliyyin

Soal Kondisi NU, Prof Mas’ud Said: Jangan Ada Perpecahan dan Lima Elemen Potensial Ini Harus Dirangkul

08/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?