Surabaya (MAS) – Majelis Subuh GenZi (MSG) kembali digelar di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) pada Ahad (11/10/2026), yang dalam MSG episode ke-29 itu menghadirkan Gus Amak dan Ning Widad, pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan.
Dalam MSG yang mengusung tema “Pemuda Berkarya, Bangsa Berjaya” untuk menyambut momentum Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional itu, Gus Amak mengapresiasi anak-anak muda (Generasi Z Islami/GwnZI) yang bersedia meluangkan waktu untuk mengikuti Majelis Subuh GenZi.
Menurutnya, kesediaan untuk bangun pagi, datang ke masjid, dan mengikuti pengajian merupakan hal positif yang patut dihargai. Di tengah beragam aktivitas dan tantangan zaman, kemauan anak muda untuk mendekatkan diri pada ilmu agama menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kualitas diri.
Gus Amak juga menilai bahwa kebiasaan positif seperti ini terkadang masih underrated, atau belum mendapatkan apresiasi yang sepadan, padahal kehadiran anak muda di majelis ilmu pada waktu subuh menunjukkan adanya kemauan untuk belajar dan memperbaiki diri.
“Anak-anak muda yang mau datang ke masjid subuh-subuh untuk mengaji ini luar biasa. Hal seperti ini perlu diapresiasi karena tidak semua orang punya kemauan untuk meluangkan waktunya belajar dan mendekatkan diri kepada Allah,” ungkap Gus Amak.
Lebih lanjut, Gus Amak mengajak generasi muda untuk tidak berhenti belajar dan terus mengambil peran sesuai perkembangan zaman. Berkarya, menurutnya, tidak harus selalu dimulai dengan pencapaian besar. Kemauan untuk memperbaiki diri, mengembangkan kemampuan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan merupakan bagian dari kontribusi yang dapat dilakukan pemuda sejak sekarang.
Sementara itu, Ning Widad mengingatkan bahwa pemuda yang ingin berkarya dan memberikan dampak bagi bangsa perlu memiliki prinsip dalam menjalani kehidupan.
“Kemampuan mengikuti perkembangan zaman harus tetap disertai pegangan yang kuat agar generasi muda tidak mudah kehilangan arah,” katanya.
Selayaknya, bagi orang yang berakal, hari ini ada tiga hal yang harus dilakukan: selalu relevan dengan zaman, selalu punya prinsip atas perilaku, dan selalu ingin mengenal Tuhannya.
Pesan tersebut selaras dengan tema “Pemuda Berkarya, Bangsa Berjaya”. Pemuda dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan, mengembangkan kreativitas, serta berani mengambil peluang di berbagai bidang. Namun, kemajuan dan pencapaian tersebut tetap perlu dibangun di atas prinsip yang baik serta kesadaran untuk menjaga hubungan dengan Tuhan. Dengan demikian, karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Momentum Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab dalam melanjutkan perjuangan bangsa. Semangat persatuan, ilmu pengetahuan, akhlak, dan pengabdian perlu terus ditumbuhkan agar pemuda dan santri mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi pegangan hidup.
Melalui Majelis Subuh GenZi episode ke-29, ia berharap Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya terus menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, memperkuat spiritualitas, dan mengembangkan potensi diri.
Semangat “Pemuda Berkarya, Bangsa Berjaya” mengajak anak muda untuk tidak hanya mengikuti perubahan zaman, tetapi juga hadir sebagai generasi yang berprinsip, berilmu, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. (*/mas)



