Situbondo, radar96.com — Dinamika kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Situbondo mulai menghangat. KH. Zakariya Al Ansori, S.Ag., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo, menyatakan kesiapannya untuk menjadi Ketua PCNU Situbondo apabila memperoleh amanah dan kepercayaan melalui mekanisme organisasi.
Kesiapan tersebut menempatkan pengabdian sebagai salah satu prinsip penting dalam kepemimpinan NU. Jabatan di dalam organisasi tidak hanya berkaitan dengan kedudukan struktural, tetapi juga menyangkut tanggung jawab menjaga keberlangsungan jam’iyah dan memperkuat pelayanan kepada warga Nahdliyin.
“Pada prinsipnya, saya siap apabila diberi amanah dan kepercayaan untuk menjadi Ketua PCNU Situbondo. Bagi saya, jabatan dalam organisasi bukan sekadar kedudukan, melainkan tanggung jawab dan bentuk pengabdian kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama, para kiai, serta seluruh warga Nahdliyin,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).
Menurut KH. Zakariya, kepemimpinan NU membutuhkan komitmen untuk merawat persatuan, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, serta memperkuat peran organisasi dalam kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Komitmen tersebut diperlukan agar NU tetap mampu menjalankan perannya di tengah perubahan dan tantangan zaman.
Sebagai Wakil Katib PCNU Situbondo, KH. Zakariya merupakan bagian dari struktur organisasi yang turut menopang keberlangsungan roda jam’iyah. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan pengabdiannya di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Ke depan, penguatan konsolidasi organisasi menjadi salah satu agenda penting bagi PCNU Situbondo. Koordinasi antarpengurus, lembaga, badan otonom, serta struktur NU di tingkat bawah diperlukan agar program organisasi dapat berjalan secara berkesinambungan dan menjangkau kebutuhan warga Nahdliyin.
Selain konsolidasi internal, peningkatan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi aspek strategis dalam kepemimpinan NU. Bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat merupakan sejumlah sektor yang dapat terus diperkuat untuk memperluas kontribusi organisasi bagi kehidupan masyarakat.
Dalam menjalankan roda organisasi, kepentingan jam’iyah perlu ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Soliditas antarpengurus dan kemampuan merawat perbedaan menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan sekaligus memastikan keberlanjutan perjuangan Nahdlatul Ulama.
“Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana NU semakin kuat, solid, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah harus mengutamakan kepentingan jam’iyah di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” demikian pernyataan yang disampaikan terkait harapan terhadap kepemimpinan PCNU Situbondo.
Pernyataan kesiapan KH. Zakariya tersebut menjadi bagian dari dinamika kepemimpinan PCNU Situbondo. Meski demikian, penentuan ketua tetap harus melalui mekanisme dan mengikuti ketentuan resmi organisasi Nahdlatul Ulama.
Bagi warga Nahdliyin, dinamika kepemimpinan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, serta memastikan NU terus berkontribusi dalam pembinaan umat dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Pada akhirnya, kepemimpinan NU tidak hanya diukur dari siapa yang menduduki jabatan, tetapi juga dari kemampuan menjalankan amanah melalui kerja nyata, konsolidasi organisasi, dan pelayanan kepada masyarakat. Kesiapan KH. Zakariya Al Ansori menjadi bagian dari dinamika tersebut, sedangkan proses penentuan Ketua PCNU Situbondo tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi yang berlaku. (*/Rif)



