Surabaya, radar96.com – Pendakwah muda yang juga dai di sebuah stasiun televisi, Ustadz Syam El Marussy (Ustadz Syam), mengungkap empat resep/modal sukses untuk Generasi Z Islami (GenZI) dan GenZIta (GenZI Wanita) agar bisa berkarya untuk negeri, yakni iman, ilmu, amal, dan akhlak.
“Ada yang mau sukses sebelum usia 30 tahun? Saya bisa ceramah di stasiun televisi (Trans TV) pada usia 19 tahun dan sampai usia 34 tahun sekarang. Awalnya, usia 18 tahun sudah dipanggil stasiun televisi itu tapi gagal, karena diusir satpam karena pakai sandal,” katanya dalam Majelis Subuh GenZI (MSG) di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu pagi.

Di hadapan 1.000-an GenZI/GenZIta yang menghadiri MSG episode ke-30 bertema “GenZI, Berkarya Untuk Negeri” itu, pendakwah asal Makassar yang tinggal di Jakarta itu mengawali ceramahnya dengan mengutip Hadits Nabi tentang manusia paling sukses adalah manusia paling bermanfaat untuk manusia lainnya.

“Kata Nabi, Khoirunnas Anfauhum Linnas, artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. Jadi, ukuran sukses atau mulia itu bukan jabatan, kekayaan, kecantikan atau ketampanan, dan keturunan, tapi ukurannya bisa bermanfaat untuk orang lain,” katanya.
Ustadz Syam menjelaskan manusia yang manfaat itu ibarat pohon ada akar, batang, daun, dan buah, jadi ada empat resep manusia yang sukses/manfaat yakni iman/akar, ilmu/batang, amal/daun, dan akhlak/buah. “Kalau punya iman, ilmu, amal, dan akhlak, pasti bermanfaat bagi orang lain,” katanya.
Menurut alumni PTIQ Jakarta yang juga qari itu, ukuran sukses itu bukan kekayaan, karena ada orang beriman yang lebih kaya yakni Nabi Sulaiman dan Dzulqarnain. Juga, ada orang tidak beriman yang lebih kaya yakni Raja Namrud dan Qorun. “Jadi, kaya itu bukan membuat kita dikagumi, karena ada yang lebih kaya dari kita, apakah beriman atau tidak,” katanya.
Dalam majelis ilmu (MSG) yang diawali dengan Sholat Subuh Berjamaah dan Khotmil Qur’an itu, Ustadz Syam menegaskan bahwa keimanan itu membuat orang menjadi bermanfaat karena dengan keimanan akan membuat orang menjadi bermanfaat dengan cara yang benar karena ingin mendapat pahala, takut dosa, dan pertimbangan adanya kehidupan sesudah mati.
“Kalau ukurannya kaya, maka orang akan bisa menghalalkan segala cara dengan mencuri, korupsi, suap, dan cara-cara jahat lainnya, padahal Nabi Sulaiman lebih kaya dan punya iman. Jadi, modalnya iman, bukan kaya,” katanya.
Resep/modal lainnya adalah ilmu. “Dengan ilmu, orang bisa sukses, karena ada karya untuk orang lain, seperti Baznas Jatim yang punya aplikasi HaloBaz dari karya anak-anak muda yang ada di sana. Atau, GenZI/GenZIta juga bisa dakwah dengan enak di era digital dengan share clipper tentang ilmu agama dari penceramah yang diminati,” katanya.
Selain itu, ilmu juga perlu amal agar ada efek bagi orang lain. “Kalau ilmu yang buruk akan mencelakai orang lain, seperti penyadapan. Tapi, kalau ilmu yang baik dan disebarkan, maka akan memberi efek pada orang yang menjadi lebih baik,” katanya.
Ustadz Syam menambahkan resep/modal lain yang penting untuk sukses adalah akhlak. “Dengan akhlak, ilmu yang dibagi adalah ilmu yang baik. Dengan akhlak juga, orang bisa menghadapi ujian dengan sabar. Nabi sendiri bisa sabar saat dilempari kotoran, karena akhlak menjadi tameng ujian. Bahkan, Nabi mengatakan orang paling dekat dengannya kelak adalah orang yang berakhlak dan sering bersholawat,” katanya. (*/mas)



