Jakarta, Radar96.com/NUO – Resepsi perhelatan 1 Abad NU pada Februari 2023 mengangkat tema Mendigdayakan NU Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru.
Tema ini menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengandung komitmen konkret NU untuk menebar kemanfaatan di masa depan.
“Gus Yahya (Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf) memberi tema satu abad ini yakni Mendigdayakan NU Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru. Jadi, kalau NU mau merawat jagad dan membangun peradaban, NU-nya harus digdaya,” kata Gus Ipul dalam rapat gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Jakarta Pusat, Senin (5/12/2022).
Menuju kedigdayaan di abad kedua tersebut, menurutnya terdapat sejumlah upaya yang harus dikembangkan. Upaya tersebut, lanjut dia, tercermin dalam 9 rangkaian kegiatan yang digelar PBNU menuju perayaan usianya yang ke-100.
Pertama, memperkuat peran global. “Ini dimulai Gus Yahya dengan membuat R20. Itu start pertama NU digdaya di kancah internasional,” jelas dia.
Kedua, Muktamar Halaqah Fqih Peradaban. Gus Ipul mengatakan bahwa kegiatan tersebut dimulai di 250 pesantren dan puncaknya akan dilangsungkan di Surabaya pada 6 Februari 2022 atau 15 Rajab 1444 Hijriah.
Ketiga, ada gerakan kemandirian NU. “Jadi kalau kita ingin digdaya, kemandirian ekonominya harus terwujud. Ini akan dimulai akhir Desember 2022 dan diluncurkan oleh Presiden RI bersama Menteri BUMN di Jember, Jawa Timur,” katanya.
Keempat, penguatan tradisi Islam Nusantara. Kegiatan ini akan digelar di Banyuwangi, Jawa Timur pada Januari 2023. “Memperkuat tradisi Islam Nusantara yang selama ini telah menjadi bagian dari kegiatan NU di dalam berbagai daerah,” tuturnya.
Kelima, program NU Tech. Ia mengatakan, kegiatan ini guna mendorong terwujudnya masyarakat digital dan peningkatan teknologi bangsa. “Kemarin sudah diluncurkan Ketum dan Dirut Telkomsel, sudah jalan alhamdulillah sudah mulai proses,” tutur dia.
Keenam, Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) NU yang akan diadakan pada 14-21 Januari 2023. “Kalau kita mau digdaya, kita harus sehat jasmani dan rohani,” tutur Gus Ipul.
Ketujuh, penganugerahan tokoh An-Nahdlah. Ia menyebutkan, penganugerahan tokoh inspiratif ini sebagai salah satu kegiatan dalam menyambut 1 abad NU. “Tokoh-tokoh yang menginspirasi kita akan diberi anugerah. Jurinya tidak main-main ini, KH Mustofa Bisri, Nyai Sinta Nuriyah Wahid, Prof Quraish Shihab dan ada tokoh lain yang mempunyai kapasitas untuk menjadi juri yang baik termasuk di antaranya adalah Rais ‘Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU,” ujarnya.
Kedelapan, NU Women. Program pemberdayaan perempuan ini, tambah Gus Ipul, menunjukan kepedulian NU terhadap peran perempuan sejak dulu.
Kesembilan, resepsi puncak 1 abad NU yang akan disambut suka cita dan dimeriahkan oleh seluruh warga NU. “Pengikut NU makin tahun makin meningkat. Gus yahya sering menyampaikan jumlah survei menyatakan lebih dari 59 persen penduduk Muslim Indonesia mengaku sebagai bagian dari warga NU. Untuk itu kita tunjukan, kita tunjukan pada resepsi satu abad NU,” pungkasnya.
100 BMTNU Jatim
Gerakan Ekonomi Mandiri menjadi program Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dalam menyongsong 1 Abad Nahdlatul Ulama. Menindaklanjuti komitmen kemandirian ekonomi umat ini, PWNU Jatim mendirikan 100 Baitul Maal wa-Tamwil (BMT) di penjuru daerah tersebut.
Saat ini 31 kantor BMTNU sebagai lembaga keuangan telah berdiri di Jawa Timur. Selanjutnya ditargetkan akan berdiri minimal tiga BMTNU di setiap cabang dan dengan 44 Cabang saat ini.
Daerah yang sudah memiliki kantor BMTNU di antaranya PCNU Jombang terdapat 22 kantor BMTNU, Lumajang terdapat 7 kantor BMTNU, Masalembu memiliki 1 kantor BMTNU dan PCNU Kab Mojokerto 1 kantor BMT NU. Belum lagi yang terus berkembang seperti di Bojonegoro, Tuban, Sumenep, Situbondo dan Pasuruan.
Selain memiliki Kantor Pusat, BMTNU Jombang memiliki 21 Kantor Cabang, dengan Implementasi CBS (Core Banking System) yang modern, akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.
Pendirian BMTNU di Jombang, pada 2014 dengan modal awal Rp5.200.000, dan kemudian mendapat status resmi per 31 Oktober 2021. Kini, mempunyai nilai aset mencapai Rp80 Milyar. Selain itu, BMTNU Jombang berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2 Milyar.
“Ya, ikhtiar pendirian 100 BMTNU dimaksudkan sebagai program menyongsong 1 Abad NU. Langkah ini merupakan bentuk respon terhadap upaya pendampingan UMKM/Mikro untuk kemaslahatan Nadhliyin,” tutur Ir H Mathorurrozaq, Koordinator Bidang Pengembangan Ekonomi Umat PWNU Jawa Timur dalam keterangan tertulis (17/1/2022).
Menurut Mathor, panggilan akrabnya, pendirian lembaga keuangan BMTNU, secara tegas dimaksudkan untuk membantu warga Nahdliyin terhindar dari jebakan rentenir, pinjaman online, dan sejenisnya.
“Dengan program ini, insyaallah akan memunculkan potensi SDM NU, mulai dari Dewan Pengawas Syariah (DPS), Pengurus dan Manajemen BMT (Manajer, Pimpinan Cabang, Staf),” tuturnya.
Dalam Rakor Teknis Pendirian BMT NU (16/1/2022) diputuskan agar setiap PCNU minimal memiliki 3 kantor cabang BMT.
Mathorurrozaq juga menjelaskan, berdirinya BMTNU di Jawa Timur akan memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi peningkatan ekonomi umat, khususnya warga NU.
“Warga yang menyimpan dana mendapatkan bagi hasil yang lebih besar dari Bank Umum dan Pembiayaan kepada UMKM dikendalikan dengan kompetitif,” tuturnya.
Sesuai dengan laba yang diperoleh maka Pengurus Wilayah NU, Pengurus Cabang NU dan Majelis Wakil Cabang NU, baik pengurus dan anggota akan mendapatkan SHU (Sisa Hasil Usaha). Saat ini sedang dijalin sinergi antarlembaga dan badang otonom di lingkungan NU, seperti Muslimat, Fatayat, LP Ma’arif, GP Ansor, dan pelaku UMKM.
“Alhamdulillah, semua karyawan dari kader NU. Sedang untuk kompetensi karyawan selalu ditingkatkan dengan berbagai pelatihan, penugasan dan sertifikasi,” tuturnya.
BMTNU lanjutnya, secara legal formal harus melibatkan Nahdliyin, MWC, PCNU dan PWNU yang dituangkan di dalam Akta Pendirian/Perubahan, AD/ART. Selain itu, keanggotan BMTNU harus merata dan mengakomodasi Nahdliyin yang tidak mampu secara keuangan.
“Di sinilah pentingnya BMTNU. Lembaga keuangan ini tidak boleh hanya dikendalikan pemilik modal besar. Karenanya, harus dirumuskan di dalam syarat keanggotaan peran dan fungsi PWNU Jatim atau Koordinator Bidang Pengembangan Ekonomi Umat terkait BMTNU untuk melakukan koordinasi, pembinaan, pengawasan, fasilitator sehingga sesuai dengan tujuan Kemandirian Ekonomi NU, menjaga nama baik NU dan terhindar dari fraud/penggelapan maupun hal-hal negatif,” tutur Mathor.
Seiring dengan program berdirinya BMTNU di setiap cabang NU, PWNU Jatim berencana membentuk BPRS PWNU Jatim untuk bersinergi memperkuat BMT NU yang ada di PCNU. (*/NUO)
Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/9-langkah-pbnu-jadikan-nu-digdaya-di-usia-1-abad-2N6I5
*) https://www.nu.or.id/daerah/songsong-satu-abad-nu-pwnu-jatim-dirikan-100-bmtnu-xOcgW



