Bangkalan, radar96.com – Presiden H Prabowo Subianto meminta dukungan para pemimpin NU untuk mengatasi berbagai kebocoran yang membuat rakyat tetap miskin selama 22 tahun, karena keuntungan dagang selama itu mencapai 436 miliar dolar AS, tapi 346 miliar dolar AS atau Rp5.800 Triliun yang dibawa keluar negeri oleh segelintir orang.
“Saya selalu merasa nyaman di tengah Keluarga Besar NU (KB NU), nyaman dan aman, karena NU memang organisasi keagamaan tapi sangat nasionalis, patriotik, cinta tanah air, sampai-sampai lagu Syubbanul Wathon yang dibuat NU sebelum Indonesia merdeka sudah mengandung nilai-nilai cinta tanah air,” katanya di Bangkalan, Madura, Jatim, Selasa (23/6).

Kepala Negara menyampaikan hal itu dalam sambutan pada Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konperensi Besar (Konbes) NU di IAI Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, yang dihadiri Ketua MPR, beberapa menteri, Panglima TNI, Kapolri, 67 ulama pesantren, serta ratusan utusan PWNU se-Indonesia dan PCNU se-Jatim. Munas-Konbes NU telah dilaksanakan di Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, 20-22 Juni 2026.
“Data dan fakta itu, saya sampaikan kepada NU, agar pemimpin NU mengerti, kenapa gaji guru tidak naik-naik, kenapa anggaran negara kurang terus. Itu bukan berarti kita tidak kaya dengan sumber daya alam, tapi karena uangnya memang diambil terus dan hanya tersisa sedikit di negara kita, sebab mayoritas dibawa keluar negeri. Kalau kita kurang darah terus, pasti kolaps dan tubuh bisa lemah, karena itu saatnya kita membuat sistem penyelamatan kekayaan negara,” katanya.
Presiden juga mengucapkan terima kasih atas dukungan KB NU selama ini, yang selalu tampil saat bangsa dan negara dalam keadaan sulit. “Keluarga Besar NU adalah faktor stabilisator yang membuat bangsa dan negara ini aman dan nyaman. Saya yakin dan percaya NU akan selalu punya peran positif, karena para kiai dan ulama adalah tokoh yang paling dekat dengan rakyat, NU merasakan apa yang dirasakan rakyat paling bawah,” katanya.
Dalam pidato yang bersemangat, Presiden menegaskan bahwa dirinya dilantik pada 20 Oktober 2024 di hadapan rakyat dengan sumpah untuk menjalankan UUD 1945 dan UU yang berlaku, karena itu dirinya tidak ingin berpura-pura, atau berbicara manis, namun dirinya akan bicara apa adanya. “Setelah menjadi presiden, saya melihat fakta penyimpangan yang selama ini kita biarkan dan hanya memperkaya segelintir orang. Saya tidak ingin mengingkari sumpah,” katanya.
Terkait masalah Makanan Bergizi Gratis (MBG), Presiden Prabowo menyatakan akan terus melaksanakan program untuk kepentingan masyarakat yang susah, namun dirinya juga sepakat bila ada pelaksanaan yang harus diperbaiki. “Kalau disetop itu aneh, karena MBG itu program untuk rakyat susah, kalau ada yang perlu diperbaiki, saya sepakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyatakan kebahagian atas kehadiran Presiden menutup Munas Alim Ulama dan Konbes NU yang merupakan permusyawaratan menuju muktamar, karena kehadiran Presiden melengkapi kebahagian selama permusyawaratan di Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri pada 20-22 Juni 2026.

“Mohon doa restu agar NU senantiasa hadir dalam menjaga dan melestarilan bangsa yang kita cintai. Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara, rakyat yang siap berjuang demi bangsa dan negara, kami yakin bahwa dengan iman dan khidmah yang istiqomah demi agama, bangsa dan negara, maka di hadapan tantangan apapun, ancaman apapun, janji Allah takkan meleset untuk memberi pertolongan dan masa depan,” katanya.
Hal yang sama juga disampaikan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam Taujihat yang disampaikan dalam Bahasa Arab. “NU selalu memberi dukungan kepada negara selama pemerintahnya tidak mengajak pada kekufuran dan kefasikan. Presiden selalu memikirkan rakyat, karena itu kita khusnudzuon untuk memperbaiki yang kurang,” katanya dalam Taujihad yang diakhiri dengan doa yang disampaikan Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar.

Menjelang kehadiran Presiden ke lokasi acara pada pukul 13.40 WIB, Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz menyempatkan diri untuk ziarah ke makam Syaichona Muhammad Cholil bersam sejumlah PWNU dan PCNU yang hadir menjelang Dzuhur. (*/pwnu)



