By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro Ponorogo, Gubernur Khofifah Dukung Usulan Reog Jadi WBTB Unesco
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro Ponorogo, Gubernur Khofifah Dukung Usulan Reog Jadi WBTB Unesco
Ekraf

Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro Ponorogo, Gubernur Khofifah Dukung Usulan Reog Jadi WBTB Unesco

15/08/2023 Ekraf
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi pelaksanaan Kirab Grebeg Tutup Suro yang digelar Pemkab Ponorogo, karena memberikan efek berganda bagi masyarakat Ponorogo. Tidak hanya menutup Bulan Suro atau Muharram, melainkan Kirab Budaya juga menjadi ajang pelestarian budaya, menyokong pariwisata, serta meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. (*/hmn)
SHARE

Ponorogo, Radar96.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi pelaksanaan Kirab Grebeg Tutup Suro yang digelar Pemkab Ponorogo, karena memberikan efek berganda bagi masyarakat Ponorogo.

“Tidak sekadar menjadi perayaan untuk menutup Bulan Suro atau Muharram, melainkan juga ajang pelestarian budaya, menyokong pariwisata, serta meningkatkan perekonomian masyarakat lokal,” kata Khofifah setelah menghadiri Kirab Grebeg Tutup Suro di Monumen Bantarangin, Kauman, Kab. Ponorogo, Selasa, (15/8).

Khofifah mengatakan, kegiatan Grebek Tutup Suro yang diselenggarakan setiap akhir bulan Muharram atau Bulan Suro pada penanggalan Jawa, secara umum bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai luhur yang ada, termasuk di dalamnya terdapat kesenian Reog Ponorogo.

“Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya dan transmisi antar generasi, sebab terdapat nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya sehingga dipertahankan sampai sekarang oleh masyarakat Ponorogo,” katanya.

Secara kultural, Grebeg Tutup Suro merupakan wujud syukur masyarakat terhadap sang pencipta yang terbentuk melalui ekspresi budaya. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan episentrum bagi destinasi wisata Ponorogo,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kegiatan ini terlihat dalam berbagai gerakan, simbol dan juga sikap yang dipertunjukkan. Selain sebagai penguatan budaya, budaya grebeg tutup suro juga menjadi pemicu tumbuhnya UMKM serta destinasi wisata.

“Kirab ini tentunya menarik perhatian turis lokal untuk datang dan menyaksikan secara langsung. Maka hal ini akan menjadi magnet ekonomi yang potensial bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya. Pengunjung yang datang memberikan efek ganda terhadap sektor ekonomi dengan meningkatkan perputaran uang sekaligus memberi pemasukan bagi masyarakat Ponorogo,” katanya.

Khofifah berharap Reog Ponorogo yang merupakan kesenian asli dari Kab. Ponorogo, dapat terus dilestarikan dan dikembangkan. Salah satunya dengan menampilkan kesenian ini pada berbagai acara di Ponorogo secara kontinyu. Sehingga wisatawan ke Mataraman tidak lengkap rasanya bila tidak datang ke Ponorogo serta tidak afdhol jika tidak menyaksikan kesenian ini.

Apalagi, lanjutnya, hal ini selaras dengan apa yang diikhtiarkan, khususnya semangat pak Bupati dan seluruh masyarakat Ponorogo agar Reog diterima UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dan tercatat sebagai warisan budaya dunia. Bahwa kesenian Reog Ponorogo terlahir di Bumi Ponorogo.

“Maka kalau dipentaskan dimanapun, mau di Aceh, Sumatera, Sulawesi, tetap namanya Reog Ponorogo. Termasuk ketika ditampilkan di luar negeri seperti Malaysia, Hongkong dan Taiwan, namanya tetap Reog Ponorogo. Ini luar biasa sekali,” katanya.

Hal ini, lanjutnya, agar semua merasa memiliki reog sekaligus menjadikan kekuatan budaya dari Ponorogo. Sebagai bagian membangun karakter bagi masyarakat yang kuat harkat dan martabatnya.

“Kita berharap kehadiran Reog Ponorogo dapat membangun karakter keberanian untuk menjaga NKRI. Mudah-mudahan proses ini bisa memberikan hikmah pada kita bahwa ada budaya yang dibanggakan seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, turut dilakukan prosesi penyerahan pusaka dari Gubernur Khofifah kepada Prabu Klono Sewandono sebagai tanda Kirab Budaya diberangkatkan.

Setelah itu, Khofifah didampingi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menaiki kereta kuda kencana dengan rute Monumen Bantarangin – Jalan Sabuk Janur – Jalan Sayang Ayu – Jalan Raya Ponorogo Mgumpul – Gerdon – Jalan Ahmad Yani – Jalan Jend Sudirman – Kerun Ayu.

Sepanjang perjalanan, Khofifah dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko membagi-bagikan bendera Merah Putih serta jajan kepada masyarakat yang sudah menunggu kedatangan Kirab budaya Grebeg Suro.

Sebelumnya, Kabupaten Ponorogo menyusun berbagai agenda kegiatan untuk mewarnai kemeriahan Perayaan Grebeg Suro tanggal 10-14 Agustus 2023, diantaranya lomba sebelum acara Pembukaan “Grebeg Suro”, Malam Pembukaan “Grebeg Suro” Festival Reog Nasional, Pusat Keramaian di Alun-Alun Ponorogo, Kirap Pusaka, Malam Penutupan “Grebeg Suro” dan Larung Risallah”. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Lima Koppontren Tembus Final Lomba Koperasi Berprestasi Tingkat Jawa Timur

Akademisi Universitas At-Taqwa Bondowoso: Pertanian Fondasi Ketahanan Ekonomi Nasional

Kreativitas Santri Annur Azzahra Hadirkan Lampu Hias Penguat Ekonomi Pesantren

Festival Muharram 2026 di Bondowoso Putar Ekonomi Rp3 Miliar ke UMKM dan Industri Halal

SPIM Coffee hingga Pisang Cavendish, Andalan Usaha Pesantren SPEAM Bersama OPOP

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article KH Anwar Iskandar Gantikan KH Miftachul Akhyar Jadi Ketua Umum MUI
Next Article Tertunda tiga tahun, 90 Jamaah Umroh asal Jatim akhirnya berangkat

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Polisi cilik MI At-Taqwa Bondowoso Tampil Memukau di Hari Bhayangkara ke-80
Milenial
Dekan FH Umaha Apresiasi Peluncuran SiMantap Polresta Sidoarjo
Sospol
Lima Koppontren Tembus Final Lomba Koperasi Berprestasi Tingkat Jawa Timur
Ekraf
Akademisi Universitas At-Taqwa Bondowoso: Pertanian Fondasi Ketahanan Ekonomi Nasional
Ekraf

You Might also Like

Ekraf

Exponak 2026, Domba Sumo Jadi Ikon Baru Peternak Muda Bondowoso

25/06/2026
Ekraf

Produk OPOP Jatim Meriahkan Pameran dan Pagelaran Seni Islami Gusdurian di Kediri

22/06/2026
Ekraf

SIKLUS, Inovasi Pasta Gigi Herbal Karya Pesantren Hidayatullah Surabaya

17/06/2026
Ekraf

Daru Skin Care Jadi Produk Unggulan, Pesantren Daarul Ukhuwwah Perkuat Ekonomi Bersama OPOP Jatim

15/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?