Malang, Radar96.com – Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) MUI Jatim mendorong dan membina Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Jawa Timur, melalui perhelatan “Pesta UMKM 2023” yang akan diadakan di Malang pada 28-30 Agustus 2023.
Wakil Ketua KPEU MUI Jatim K.H. Abd. Hamid Wahid, M.Ag., di Malang, Kamis, mengharapkan “pesta” itu menjadi wadah untuk memamerkan vitalitas UMKM dan mendorong momentum ekonomi nasional.
“Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk menghidupkan ekonomi UMKM,” katanya disela-sela bazar ‘Pesta UMKM 2023’ yang diikuti 100 UMKM dari seluruh Jawa Timur.
Bazar UMKM di NK Cafe itu memberi kesempatan untuk UMKM memamerkan produk mereka dan memperluas jejaring kerja sama antar UMKM dan bahkan investor.
Dalam kegiatan ini, para pengusaha UMKM akan memiliki kesempatan untuk mempromosikan penawaran mereka, terlibat dalam interaksi bisnis dengan rekan pemain industri, konsumen, dan calon pembeli, semua bertujuan untuk mengamankan peluang bisnis dan membangun kolaborasi saling menguntungkan.
“Ini adalah langkah strategis, acara pameran, business matching, dan upaya untuk merangsang serta meningkatkan daya beli masyarakat. Langkah-langkah ini, menurut pandangan saya, merupakan strategi yang sangat penting untuk diimplementasikan,” katanya.
Kiai Abd. Hamid yang juga merupakan Rektor Universitas Nurul Jadid, Probolinggo, menekankan bahwa bahkan di tengah tantangan ekonomi global saat ini, inisiatif-inisiatif yang terencana dengan baik seperti ini dapat berfungsi sebagai katalisator untuk mendorong kemajuan sektor UMKM, terutama dalam konteks dinamis Jawa Timur.
Acara “Pesta UMKM 2023” juga akan mencakup Klinik Halal dan sektor perizinan. Segmen ini bertujuan untuk memberikan informasi, penjelasan, dan panduan mengenai proses sertifikasi halal serta berbagai prosedur perizinan.
Persyaratan mendesak terkait sertifikasi halal pada tahun 2024 adalah manifestasi dari dukungan pemerintah terhadap pembentukan momentum ekonomi berbasis syariah, yang memposisikan dirinya sebagai referensi global untuk ekonomi Islam. (*/pna)



