By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Santri Madura Ikuti Seleksi Beasiswa PBNU ke Maroko
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Santri Madura Ikuti Seleksi Beasiswa PBNU ke Maroko
Milenial

Santri Madura Ikuti Seleksi Beasiswa PBNU ke Maroko

05/10/2023 Milenial
SHARE

Jakarta, Radar96.com/NUO – Abdul Hayyi adalah salah satu dari 35 santri yang mengikuti ujian muqabalah atau tes penerimaan seleksi beasiswa ke Maroko, di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Kamis (5/10/2023).

Hayyi saat ini masih berstatus sebagai santri di Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Ia juga pernah menjadi santri di Pesantren Hamalatul Qur’an, Jogoroto, Jombang.
Santri Madura penghafal Qur’an ini mengaku bahwa mengikuti seleksi beasiswa ke Maroko melalui jalur PBNU itu bertujuan ingin mengangkat derajat orang tua.

Tujuan tersebut merupakan amanah dari seorang kiai yang pernah ia sowani. Semula, Hayyi berencana terbang ke Maroko hanya sebatas untuk melanjutkan kuliah.

“Kata kiai saya, tujuan kamu ke Maroko ini, niat membanggakan orang tua, niat mengangkat derajat orang tua. Sampai saat ini saya terapkan untuk menjadi tujuan utama saya, ikut program ini, membanggakan orang tua dan mengangkat nama orang tua,” jelas Hayyi.

Proses dari awal Hayyi menceritakan perjalanannya mengikuti tiap tahap dalam proses beasiswa kuliah di Maroko itu. Ia awalnya lolos seleksi berkas. Lalu masuk ke dalam 100 besar.

“Kemudian dipilih lagi, dites oleh PBNU. Kemudian yang diambil 40 orang. Kemudian menjalani inkubasi selama 1 bulan (15 Juli – 15 Agustus 2023) di Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Selama sebulan itu, kami belajar banyak ilmu dari PBNU. Kalau orang-orang NU itu alim-alim. Dari situlah banyak hikmah yang terjadi,” katanya.

Setelah masa inkubasi di Krapyak itu selesai, Hayyi kembali pulang ke Madura. Ia menunggu kabar lanjutan mengenai ujian muqabalah yang baru hari ini bisa terlaksana di Gedung PBNU.

Selama masa menanti ujian muqabalah itu, ia fokus untuk giat belajar Al-Qur’an. Sebab penilaian soal hafalan Al-Qur’an dalam ujian muqabalah ini sangat dominan, selain ilmu-ilmu syariah lainnya.

Meski tegang, Hayyi akhirnya berhasil melewati ujian muqabalah. Ia mampu melafalkan ayat Al-Qur’an tanpa melihat teks. Kemudian ia juga diuji soal pengetahuan mengenai nahwu/sorof serta ilmu-ilmu syariah seperti rukun dan syarat-syarat shalat. Tak ketinggalan, kemampuan berbahasa pun menjadi salah satu yang diuji.

“Bahasa Inggris, saya jawab sebisa saya. Saya kan bisanya di Al-Qur’an, Inggris ya kurang. Tapi saya jawab karena belajar juga. Terus (bahasa) Prancis,” katanya.

Hayyi mengatakan, ia sampai saat ini belum tahu akan menempuh studi di kampus mana. Tetapi saat ini, ia hanya berharap bisa dinyatakan lulus dari ujian muqabalah yang berlangsung hari ini, dan bisa berangkat ke Maroko.

“Nanti kita berangkat. Terus dikumpulkan dalam satu tempat, lalu dipetakan lagi. Tinggal nunggu tesnya. Insyaallah lulus,” pungkas Hayyi.

Hal senada juga diungkapkan oleh tim seleksi beasiswa PBNU-Maroko, Muhammad Iqbal. Sebagai penyeleksi, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kerajaan Maroko terkait jumlah kuota yang akan dinyatakan lulus dan bisa mengikuti kuliah di Negeri Maghribi itu.
“Ini karena menjadi salah satu proses yang awal, ujian di sini, maka kita serahkan ke pihak penguji, dari 35 itu yang layak berapa, kita menyerahkan, mungkin di angka 20 atau bisa lebih yang akan diterima,” kata Iqbal. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/santri-madura-ikut-seleksi-beasiswa-pbnu-ke-maroko-ingin-angkat-derajat-orang-tua-oLCab

Iklan.

You Might Also Like

SAPA AIDS, Upaya FKM UNAIR Membangun Literasi HIV Remaja dan Stigma ODHA di Klumutan

300 Anggota Baru Ikuti “Remas Camp 2026” di Masjid Al Akbar Surabaya

Hari Santri, SMP Khadijah Surabaya Adakan “Gema Santri Khadijah 2026” Ingatkan Tradisi Pesantren

Hari Santri 2026, 40 Santriwati Ikuti “Santri Digital Camp 2026” di Pesantren Digipreneur

Mahasiswa PPDS Unusa Ungguli 45 Peserta Lain dari 7 PTN/PTS

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi Percepat Menuju Desa Mandiri
Next Article Pemprov Jatim Beri Latihan Entrepreneurship 360 Difabel

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Konfercab III, PA GMNI Bondowoso Berganti Kepemimpinan dengan Tekankan Soliditas
Sospol
SAPA AIDS, Upaya FKM UNAIR Membangun Literasi HIV Remaja dan Stigma ODHA di Klumutan
Milenial
Bupati Hamid Dorong Potensi Desa Bondowoso Naik Kelas Lewat Platform Digital
Ekraf
300 Anggota Baru Ikuti “Remas Camp 2026” di Masjid Al Akbar Surabaya
Milenial

You Might also Like

Milenial

MSG ke-29 di Masjid Al-Akbar, Gus Amak dan Ning Widad Apresiasi GenZI yang mau Ngaji Subuh di Masjid

12/10/2026
Milenial

Peringati HSN 2026, SMP Khadijah dan LKKNU Surabaya Adakan Bimbingan Santri Usia Sekolah

10/10/2026
Milenial

IPPNU Jatim Gandeng MUI Cetak Daiyah Pelajar di Era Digital

09/10/2026
Milenial

Kembangkan Rambu Evakuasi Tsunami Berbasis Sensor, Lima Mahasiswa K3 Unusa Lolos Pendanaan PKM-KC 2026

02/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?