Surabaya, Radar96.com – Gelombang dukungan bagi rakyat Palestina terus mengalir dari masyarakat Indonesia; mulai dari donasi hingga aksi solidaritas. Begitu pula dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang menggelar istighosah akbar dan dukungan donasi kemanusiaan untuk membantu warga Palestina yang terus mengalami konflik dan krisis kemanusiaan.
Acara yang digelar di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Jumat (8/12/23) malam itu diikuti oleh seluruh sivitas akademika Unusa dan masyarakat, sekaligus menghadirkan Dr KH As’ad Said Ali dan Lora Muhammad Ismael Al Kholilie, serta dua warga Palestina, Ihsan Idress dan Mutasem Abuzahra.
Dalam orasinya, KH As’ad Said Ali menyampaikan tentang sejarah dan kondisi Palestina saat ini. “Situasi kompleks yang dihadapi Palestina saat ini, sudah semestinya kita melihat fakta yang terjadi. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan dukungan dan keprihatinan kita terhadap Palestina, baik moral maupun materil seperti dalam bentuk kegiatan ini,” ujar mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) tahun 2000-2011 itu.
Pada kesempatan yang sama, sepasang suami istri asal Palestina, Ihsan Idress dan Mutasem Abuzahra, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari warga Indonesia. “Dua bentuk dukungan yang sangat berarti bagi kami warga Palestina, yakni doa dan donasi, kami sangat berterima kasih. Dan kami akan terus berjuang di sana untuk kesejahteraan dan melindungi Masjid Al-Aqsha,” ujarnya.
Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie, MEng, menjelaskan bahwa sebagai institusi pendidikan, Unusa memiliki peran untuk tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga generasi yang peduli, memiliki empati, dan siap bertindak untuk kebaikan bersama.
“Unusa menginisiasi kegiatan solidaritas ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan moral, tetapi juga sebagai upaya nyata untuk memberikan bantuan kepada rakyat Palestina yang membutuhkan. Apalagi sebagai umat muslim, sudah menjadi kewajiban kita untuk tidak bersikap acuh dan pasif terhadap konflik yang terjadi di Palestina,” tukasnya.
Lanjutnya, kemajuan teknologi saat ini memberikan kemudahan bagi umat muslim untuk menyuarakan dan memberikan bantuan kepada warga Palestina. “Aksi solidaritas ini bukanlah kewajiban yang terbatas oleh batas agama, politik, atau etnis, melainkan sebuah tanggung jawab kemanusiaan yang bersifat universal,” ujarnya.
Acara yang diselenggarakan oleh Unusa ini diisi dengan serangkaian kegiatan mulai dari shalat ghaib, istighosah akbar, hingga penggalangan dana yang telah berjalan dua minggu sebelum acara berlangsung dan akan terus dibuka hingga tanggal 31 Desember 2023 mendatang.
Komitmen Unusa dalam kegiatan solidaritas untuk Palestina dianggap sebagai langkah positif yang mencerminkan peran nyata institusi pendidikan dalam mewujudkan perubahan sosial dan kemanusiaan. Harapannya, kegiatan ini dapat menginspirasi semangat kepedulian dan kebersamaan warga Indonesia dalam membantu warga Palestina yang tengah berjuang mendapatkan kedaulatannya.
Sampai dengan pukul 21:07 tadi malam, dana yang terkumpul sebanyak Rp 104.464.240. Dana itu tidak langsung dikirim ke Palestina, namun masih menunggu hingga tanggal 31 Desember 2023 dengan harapan jumlah dananya mencapai Rp 1.000.000.000 lebih. Bagi masyarakat yang ingin memberikan donasinya, dipersilakan untuk mentransfer ke dua rekening di bawah ini, yakni Bank Syariah Indonesia dengan nomor rekening 6969000006 a/n Unusa Peduli dan Bank Mega Syariah dengan nomor rekening 1000169190 a/n Universitas NU Surabaya QQ Peduli.

