By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi
Milenial

Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi

25/07/2026 Milenial
SHARE

Bondowoso, radar96.com – Komitmen membangun budaya literasi di lingkungan sekolah terus diperkuat. Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Bondowoso resmi memulai implementasi Gerakan Seribu Buku Karya Murid Tahun 2026 melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Pendamping Literasi di SD IT Bondowoso, Sabtu (25/7/2026).

Program ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso sebagai langkah strategis melahirkan generasi yang gemar membaca, menulis, sekaligus menghasilkan karya.

Gerakan tersebut bukan sekadar pelaksanaan bimbingan teknis, tetapi menjadi awal dari program literasi yang akan berjalan selama satu semester di sekolah. Korwilcam menargetkan lahir sedikitnya 1.000 buku karya peserta didik, baik berupa buku individu maupun buku antologi hasil kolaborasi.

Sebagai tahap awal, Bimtek diikuti guru pendamping literasi dari 39 satuan pendidikan, terdiri atas 26 sekolah negeri dan 13 sekolah swasta. Masing-masing sekolah mengirimkan satu guru yang nantinya bertugas sebagai Koordinator Literasi di sekolah masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, Korwilcam menghadirkan Mohammad Hairul, M.Pd., Instruktur Nasional Literasi Baca Tulis yang dikenal produktif menghasilkan ratusan karya, baik buku ilmiah maupun karya fiksi. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan penguatan konseptual, sekaligus pengalaman praktis kepada para guru dalam mendampingi peserta didik menulis hingga menghasilkan karya yang layak diterbitkan.

Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Bondowoso, M. Zainul Arifin, M.Pd., mengatakan Gerakan Seribu Buku Karya Murid dirancang agar budaya literasi tumbuh melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan.

“Program ini kami rancang agar kegiatan literasi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan insidental,” ujar Zainul.

Menurutnya, implementasi program diawali dengan perencanaan, dilanjutkan Bimbingan Teknis bagi koordinator literasi, kemudian diterapkan di masing-masing sekolah melalui pendampingan intensif oleh guru kepada peserta didik selama satu semester.

Guru yang mengikuti Bimtek nantinya tidak hanya bertugas mendampingi siswa menulis, tetapi juga menjadi penggerak literasi di sekolah. Mereka akan mengoordinasikan guru-guru lain dalam merancang, melaksanakan, hingga mendampingi proses penulisan karya, mulai dari menemukan ide, menyusun naskah, melakukan penyuntingan, sampai mempersiapkan naskah agar siap diterbitkan.

“Pada akhir pelaksanaan akan diselenggarakan gelar karya sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil belajar dan kreativitas peserta didik,” katanya.

Melalui pola pendampingan tersebut, Korwilcam berharap mampu membangun ekosistem literasi yang melibatkan seluruh warga sekolah. Dengan demikian, kegiatan membaca dan menulis tidak lagi menjadi aktivitas sesaat, melainkan menjadi budaya yang hidup dalam proses pembelajaran.

Program ini juga memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk berkarya sesuai minat dan potensinya. Karya yang dihasilkan dapat berupa puisi, pantun, cerpen, cerita bergambar, cerita fiksi maupun nonfiksi, hingga tulisan bertema keagamaan, olahraga, kesehatan, lingkungan, budaya, maupun tema-tema lain yang relevan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengembangkan kreativitas peserta didik sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, dan keberanian menyampaikan gagasan melalui karya tulis.

“Kami menargetkan pada akhir semester akan lahir minimal 1.000 buku karya peserta didik. Seluruh karya yang telah melalui proses pendampingan dan penyuntingan akan diterbitkan serta dilaunching dalam sebuah event khusus,” ungkap Zainul.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, S.Pd., S.H., M.Si., menyambut baik pelaksanaan Gerakan Seribu Buku Karya Murid. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat budaya literasi sekaligus menjadi ruang bagi peserta didik mengembangkan potensi intelektual dan kreativitasnya.

“Program ini bukan sekadar mendorong peserta didik menghasilkan sebuah buku, tetapi menjadi gerakan positif untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di setiap satuan pendidikan,” ujar Taufan.

Ia menambahkan, aktivitas menulis memiliki nilai pendidikan yang sangat penting karena melatih peserta didik berpikir kritis, menyusun gagasan secara logis, serta mengungkapkan pendapat berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Kemampuan tersebut menjadi bagian dari keterampilan abad ke-21 yang harus terus dikembangkan dalam proses pembelajaran.

“Harapan kami, budaya menulis tidak berhenti sebagai kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang membentuk generasi yang cakap berliterasi, berkarakter, inovatif, produktif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui karya-karyanya,” pungkasnya. (*/Rif)

Iklan.

You Might Also Like

TK At-Taqwa Bondowoso Raih Terbaik 1 SRC Tingkat Kabupaten

Rayakan Harlah ke-11, KMNU UNAIR Dorong Revitalisasi Aswaja An-Nahdliyah

Setiap Kamis, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya Adakan Majelis Sholawat Al-Akbar

Mahasiswa Unusa Ciptakan Smartfoam, Pembersih Sepatu Berbahan Limbah Kulit Buah

Ingin Raih Dua Mimpi, Pemain Persebaya itu Kini Jadi Mahasiswa FK Unusa

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital
Next Article Demasindo-DMI Jatim: Tahun 2026 ada 37 kegiatan DMI untuk Masjid

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

TK At-Taqwa Bondowoso Raih Terbaik 1 SRC Tingkat Kabupaten
Milenial
MUI Kota Probolinggo Serahkan Rekomendasi Pengaturan Sound Horeg Kepada Walikota
Sospol
MENGENANG H. ABDUL MUID (ABA MUID)
Kolom
Karhutla di Cindogo Bondowoso Hanguskan 0,6 Hektare Lahan
Sospol

You Might also Like

Milenial

Maulid Nabi, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Ganti Kepengurusan untuk Periode 2026-2027

25/08/2026
Milenial

KKN Universitas Bondowoso Cegah Pernikahan Dini di kalangan Pelajar

21/08/2026
Milenial

Gus Mujab: FOMO bisa membuat lalai diri sendiri, umur, dan akhirat

17/08/2026
Milenial

80 Remaja Madjid se-Jatim Ikuti Pelatihan Bisnis Syariah DMI-Demasindo

15/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?