By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Singgung Polemik Nasab, Rais Aam PBNU Ingatkan Pentingnya Tertib dalam Bersikap dan Berorganisasi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Singgung Polemik Nasab, Rais Aam PBNU Ingatkan Pentingnya Tertib dalam Bersikap dan Berorganisasi
Nahdliyyin

Singgung Polemik Nasab, Rais Aam PBNU Ingatkan Pentingnya Tertib dalam Bersikap dan Berorganisasi

26/05/2024 Nahdliyyin
SHARE

Gresik, radar96.com –
Rais Aam PBNU KH Miftakhul Achyar mengingatkan perlunya jamaah dan pengurus organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama untuk tertib dalam komando kepemimpinan dan peraturan organisasi. Berbagai isu dan polemik yang bisa melemahkan organisasi harus diwaspadai dan disikapi dengan cara tertib dan taat pada jalur komando serta arahan sikap dari pimpinan tertinggi organisasi, dalam hal ini PBNU.

Hal itu disampaikan Rais Am dalam Haul Muassis NU yang digelar oleh PCNU Gresik untuk pertama kali, berlangsung di kediaman Almarhum KH. Umar Burhan, Jl. Nyai Ageng Arem-arem, Gresik, pada Ahad (26/5) pagi.

Kiai Umar Burhan termasuk dalam jajaran pendiri NU, duduk sebagai Bendahara HBNO di era awal kelahiran NU. Haul muassis NU ini dihadiri undangan dari PCNU se-Jatim, serta dzurriyah pendiri NU dari Jombang, Surabaya, Gresik. Tampak hadir, KH. Fahmi Amrullah Hadzik (cucu Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ary), KH. Asep Saifuddin Halim (putra KH Abdul Halim Leuwimunding), juga putra KH. Umar Burhan sendiri sebagai tuan rumah.

Dalam kesempatan itu, Kiai Miftah yang juga pengasuh PP. Miftachussunnah, Kedungtarukan Surabaya, menegaskan bahwa organisasi yang besar tapi tidak tertib itu bisa dilumpuhkan oleh organisasi kecil yang tertib. “NU itu besar, bahkan yang terbesar di dunia, tapi NU yang besar itu nggak ada artinya kalau nggak tertib atau patuh dalam kepemimpinan dan peraturan,” katanya

Kiai Miftah juga menyinggung tentang polemik nasab yang bikin gaduh, padahal cuma diembuskan segelintir orang. Masalah ini dikesankan sudah bukan soal dzurriyah Ba’alawi melawan dzurriyah Walisongo, tapi arahnya sudah ke jamaah NU.

“Gangguan sudah sudah nyata, bukan dzon lagi, tapi jelas dialamatkan kepada NU dan bertubi-tubi. Hati-hati, itu pola Wahabi,” tegas Kiai Miftah mengingatkan.

Kiai Miftah kembali mengingatkan, NU itu memuliakan orang bukan karena nasab atau garis keturunan, suku, etnis, tetapi keilmuan, kebaikan, dan ketakwaan seseorang. Karena itu, jamaah dan pengurus NU hendaknya bijak menyikapi fenomena ‘kebesaran’ NU itu dengan mengembalikan kepada peraturan organisasi seperti AD/ART, Perkum NU, dan tertib dalam komando kepemimpinan.

“Organisasi sebesar NU itu sudah pasti memutuskan dengan musyawarah lengkap syuriah-tanfidziyah dan kembali pada aturan main yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Gus Fahmi, Ketua PCNU Jombang yang juga Dewan Pengasuh PP Tebuireng Jombang, mewakili Plt Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim menambahkan pentingnya pola berorganisasi yang merujuk pada muassis atau pendiri NU.

“Jadi, mengurus NU itu jangan karena jadi pengurus atau tidak, tapi mengurus NU itu karena takdzim kepada muassis NU. Bisa saja kita berbeda dengan pengurus NU tapi kita jangan fokus pada orang atau oknum, tapi kepada NU dan para muassis. Kita lihat Hadratussyeikh KHM Hasyim Asy’ari,” katanya.

Ia menambahkan kepemimpinan dalam organisasi juga harus menyatukan, bukan menyeragamkan. “Kalau seragam itu tidak mungkin karena pasti beda, tapi bagaimana menyatukan dalam kebersamaan atau kepentingan bersama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, KH. Asep Saifuddin Halim (putra KH Abdul Halim Leuwimunding), menambahkan ada 65-an Muassis NU, namun baru tiga muassis yang digelari Pahlawan Nasional yakni KHM Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan ayahandanya. “Anggota Dewan Gelar Nasional menyatakan semua muassis NU berhak menjadi Pahlawan Nasional,” katanya.

Haul Muassis NU itu juga ditandai dengan peluncuran buku “Minal Muktamar Ilal Muktamar” karya KHM Hasyim Asy’ari. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

LDNU Jatim Adakan Dzikir Akbar untuk Doakan Muktamar Ke-35 NU dan Indonesia

PWNU dan PCNU se-Jatim Usulkan 16 Nama AHWA yang Pilih Rais Aam

PWNU Jatim Tugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz jadi calon Ketua Umum PBNU 2026-2031

Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”

Lengkapi Istighotsah Kubro dengan Aksi Sosial Santuni 84 Anak Yatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article UNUJA Dorong Dosen Tembus Publikasi Scopus melalui Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Internasional Bereputasi
Next Article Asosiasi Dosen Pergerakan: Dialektika Keagamaan dan Kebangsaan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

LDNU Jatim Adakan Dzikir Akbar untuk Doakan Muktamar Ke-35 NU dan Indonesia
Nahdliyyin
SMP Khadijah Surabaya Cetak Kader Pemimpin NU Abad Kedua lewat IPNU-IPPNU
Milenial
Seni Rupa Mata Pelajaran Yang Paling Universal Diantara Cabang Seni
Kolom
PWNU dan PCNU se-Jatim Usulkan 16 Nama AHWA yang Pilih Rais Aam
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Ketua PCNU Sidoarjo Ingatkan Amanah dan Niat Pengabdian di NU

19/07/2026
Nahdliyyin

KH Yusuf Hasyim Penuhi Syarat sebagai Pahlawan Nasional

16/07/2026
Nahdliyyin

Gus Afif Pimpin Silaturahmi PKB ke PCNU, Perkuat Hubungan dan Perjuangkan Aspirasi Umat

14/07/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar ke-35, Kiai Imam Jazuli dan Gus Kikin Diskusikan NU Abad Kedua

12/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?