By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian
Nahdliyyin

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

29/06/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menyampaikan pernyataan sikap terkait aksi penyampaian aspirasi yang berujung pada tindakan anarkis dan perusakan fasilitas umum.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PCNU Kota Surabaya, H. Ir. Masduki Toha, di sela-sela kegiatan Turba (Turun ke Bawah) di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bulak pada Minggu malam.

​Dalam kesempatan itu, Masduki menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama sangat menghormati kebebasan menyampaikan pendapat sebagai hak konstitusional setiap warga negara. Namun, ia mengingatkan bahwa hak tersebut wajib dilaksanakan secara bertanggung jawab, bermartabat, dan tetap berada dalam koridor hukum.

​Menurut Masduki, Indonesia sebagai negara demokrasi telah memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, maupun aspirasi kepada pemerintah. Hak ini merupakan pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dijamin oleh konstitusi.

Meski mendukung kebebasan berpendapat, Masduki mengingatkan bahwa hal tersebut tidak boleh dijadikan pembenaran untuk melakukan tindakan yang merugikan kepentingan umum. Demonstrasi yang berakhir dengan kekerasan, perusakan gedung pemerintahan, serta penghancuran fasilitas publik justru mencederai substansi dari demokrasi itu sendiri.

“PCNU Kota Surabaya menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dihormati. Namun, hak tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, menjunjung etika, serta menghormati hak masyarakat lainnya untuk hidup aman, tertib, dan damai,” tegas Masduki Toha.

Ia menegaskan, segala bentuk tindakan anarkis, termasuk perusakan Gedung Grahadi maupun berbagai fasilitas umum lainnya, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Menurutnya, fasilitas publik merupakan aset bersama yang dibangun menggunakan anggaran negara yang bersumber dari pajak dan uang rakyat.

Karena itu, tindakan merusak fasilitas umum bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merugikan masyarakat luas yang setiap hari memanfaatkan sarana tersebut.

“Gedung Grahadi maupun fasilitas umum lainnya dibangun dan dipelihara menggunakan uang rakyat. Ketika ada yang merusaknya, sesungguhnya yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat. Merusak fasilitas publik sama saja dengan merusak hasil gotong royong bangsa ini,” ujarnya.

Masduki Toha menambahkan, Nahdlatul Ulama sejak didirikan oleh para ulama selalu mengajarkan perjuangan yang berlandaskan akhlakul karimah, kebijaksanaan (hikmah), dialog, musyawarah, serta semangat menjaga kemaslahatan umat. Dalam tradisi NU, menyampaikan kritik kepada pemerintah merupakan hal yang diperbolehkan selama dilakukan dengan cara yang santun, argumentatif, dan tidak menimbulkan kerusakan.

Menurutnya, perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi permusuhan, kebencian, ataupun tindakan destruktif yang merusak persatuan bangsa.

“Nahdlatul Ulama mengajarkan perjuangan dengan akhlak, bukan dengan amarah. Mengajarkan dialog, bukan kekerasan. Mengedepankan musyawarah, bukan tindakan yang menimbulkan kerusakan. Karena itu, setiap aspirasi hendaknya disampaikan secara damai, santun, dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

Oleh karena itu, PCNU Kota Surabaya mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang menginginkan terjadinya konflik sosial atau gangguan stabilitas keamanan. Menjaga ketertiban adalah tanggung jawab bersama.

​Ia mengajak seluruh warga Nahdliyin, generasi muda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persaudaraan dan mengedepankan kepentingan bersama.

​”Surabaya adalah kota perjuangan yang dibangun di atas semangat persatuan dan gotong royong. Jangan biarkan tindakan anarkis merusak nilai-nilai luhur tersebut. Mari kita jadikan demokrasi sebagai ruang untuk berdialog dan mencari solusi bersama, bukan ruang untuk saling merusak ataupun menyebarkan kebencian,” tutur Masduki Toha.

Lebih lanjut, PCNU Kota Surabaya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, maupun seluruh warga untuk terus membangun komunikasi yang baik, membuka ruang dialog, serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui jalan musyawarah.

Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki budaya luhur dalam menyelesaikan persoalan melalui mufakat. Semangat tersebut harus terus dijaga agar kehidupan bermasyarakat tetap aman, harmonis, dan penuh kemaslahatan.

Sebagai organisasi keagamaan yang berkomitmen menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, PCNU Kota Surabaya akan terus mengajak masyarakat untuk menebarkan kedamaian, memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah sebagai fondasi membangun bangsa.

Mengakhiri pernyataan sikapnya, Ketua PCNU Kota Surabaya kembali menegaskan bahwa demokrasi yang sehat harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hukum, etika, dan kepentingan masyarakat luas.(AMC)

Iklan.

You Might Also Like

PW IKAPETE JATIM SESALKAN OPINI TENDENSIUS GUS LILUR YANG CATUT NAMA KIAI SAID AQIL DAN SUDUTKAN MUKTAMAR KE-35 NU

PWNU Jatim Hidupkan Kembali Ngaji Kitab Al-Hikam sebagai Warisan Muassis NU

Terima Audiensi PW IPPNU Jatim 2026–2029, Gubernur Khofifah Tekankan Kesungguhan Bangun Organisasi

Tokoh Palestina Bersilaturahmi dengan Rois Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar Perkuat Ukhuwah, Dialog Keumatan, dan Solidaritas Indonesia untuk Palestina

Ketum PBNU: Kiai Hasyim Asy’ari Suarakan Kemerdekaan Palestina pada 1938

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Tradisi “Nyonteng Kolbu'” dari Desa Sumberwringin, Bondowoso di Kawasan Wisata Ijen, Diusulkan Jadi Warisan Budaya
Next Article Program Holiday Anak Pesisir Pantai Sine yang Menarik

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Kesaksian: PENGAJIAN RUTIN PWNU JATIM ZAMAN DULU DAN SEKARANG
Kolom
Dari Warung hingga Toko Pakaian, Mia Andalkan Layanan BRI Jalankan Usahanya di Bondowoso
Ekraf
PW IKAPETE JATIM SESALKAN OPINI TENDENSIUS GUS LILUR YANG CATUT NAMA KIAI SAID AQIL DAN SUDUTKAN MUKTAMAR KE-35 NU
Nahdliyyin
PWNU Jatim Hidupkan Kembali Ngaji Kitab Al-Hikam sebagai Warisan Muassis NU
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

PW IKAPETE Jatim Sayangkan Judul Opini Tendensius yang Mengaburkan Fakta Muktamar Ke-35 NU

27/09/2026
Nahdliyyin

Pelantikan IPNU-IPPNU Ngawi, IPPNU Jatim Dorong Khidmah Berkarakter dan Berdampak

27/09/2026
Nahdliyyin

NU Care-LAZISNU Jatim Gandeng Mitra dari China Gelar Pelatihan Manajemen Bencana

25/09/2026
Nahdliyyin

Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Siapkan 144 Pendamping Mandiri bagi 225 Tani Hutan

24/09/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?