Tulungagung, radar96.com – Jalur Lintas Selatan (JLS) telah memberi bukti peningkatan kehidupan warga sepanjang pesisir pantai selatan Pulau Jawa. Obyek wisata pantai yang semakin banyak jumlahnya telah mampu mengangkat ekonomi warga di sekitarnya.
Di jalur pesisir pantai Sine Tulungagung berdiri madrasah sederhana. Namanya MI Tahfidz Ngelo. Mulai beroperasi tahun ajaran 2026/2027. Sekolah tingkat dasar itu memulai dengan program unik. Mereka menyebut program holiday. Gagasan MI Tahfidz Ngelo tersebut terasa memberi angin kehidupan dalam mencerdaskan generasi kecil pesisir.

Di sekolah yang baru berdiri 3 lokal kelas di Dusun Ngelo Desa Jengglungharjo Kecamatan Tanggung Gunung itu, Kepala MI Ulil Abshoor pada Senin (29/6/26), menuturkan bahwa program holiday hanya khusus Bahasa Inggris, matematika dan praktik ibadah.
Lebih lanjut Ulil berkisah bahwa para murid lulusan TK di sekitar pesisir selatan sangat membutuhkan peningkatan kualitas belajar. Ia mengambil gagasan dengan menjadikan liburan bukan sekadar jeda, melainkan ruang belajar yang penuh makna. Ia bertekad mengajak anak-anak pesisir Sanggar, Dlodo, dan Sine bermain dan belajar. Ia menjelaskan program holiday tidak program kaku hanya terbatas angka-angka dan huruf-huruf, melainkan untuk bermain dengan logika dan membuka jendela dunia lewat bahasa.
Ulil tampak bersemangat. Ia menegaskan bahwa program holiday generasi pesisir pantai selatan sebagai pengabdian. Gratis. Ia berharap anak pesisir cerdas, mendapatkan waktu liburan seru, dan edukatif.
“Program holiday khusus untuk Bahasa Inggris dan matematika. Program spesial untuk anak-anak pesisir pantai selatan. Mereka hebat-hebat. Mereka memiliki potensi. Hanya saja belum ada lembaga yang mewadahinya. MI Tahfidz Ngelo dijadikan rumah mereka,” tuturnya.
Ulil yang sebelum mengabdi di pesisir Pantai Sine merupakan guru matematika di salah satu SLTP swasta di Kota Tulungagung. Ia pernah meraih prestasi sebagai guru matematika terbaik tingkat nasional. Ia memilih program holiday dengan konsentrasi materi di atas, karena menurutnya Bahasa Inggris membuka jendela dunia, sementara matematika melatih logika agar tidak mudah goyah oleh perubahan zaman.
Sebagai guru yang pernah menjadi juara nasional, Ulil menegaskan bahwa dua ilmu tersebut harus dikuasai generasi pesisir. Ia tampak semangat membersamai generasi pesisir walau hanya diikuti 7 anak.
Di ruang kelas MI Tahfidz Ngelo, holiday terasa seperti pembelajaran modern. Ada diskusi, ada permainan, ada kompetisi. Anak-anak belajar sambil tertawa. Anak pesisir terlepas pada ketergantungan HP. Maka tampak program ini berpola untuk membangun pembelajaran menyenangkan. Seperti ombak yang datang tanpa henti. Program ini diharapkan terus mengalir, memberi energi baru bagi anak kelas satu.
Pengabdian Ulil mendapatkan dukungan dan apresiasi dari KH Imam Mawardi Ridlwan, Wakil Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur. Lewat pesan WhatsApp pada Selasa (30/6/26) Abah Imam menyebut model dakwah Ulil Abshoor merupakan terapan dakwah di era modern, yaitu dakwah membangun komunitas. Tidak sekadar dakwah melalui podium.
“Program holiday akan efektif membangun karakter murid. Apalagi ada jadwal ibadah dan mengaji,” ujar Abah Imam.
Lebih detail ia menjelaskan, yang dilakukan Ulil telah meneguhkan bahwa holiday bukan hanya soal waktu libur, tapi upaya mengalirkan ilmu bersamaan dengan iman.
Holiday MI Tahfidz Ngelo berlangsung delapan hari. Dimulai Senin (29/6/26) hingga Kamis (9/7/26). Waktu yang dipilih dari pukul 07.00 WIB, berakhir pukul 15.30 WIB. Semua serba gratis. Seperti ombak yang tak pernah menagih bayaran kepada pasir. Program holiday ini hadir sebagai energi pengabdian di pantai selatan.



