By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Muktamar 35 NU Sepakati Pilih Ketum PBNU melalui AHWA
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Muktamar 35 NU Sepakati Pilih Ketum PBNU melalui AHWA
Nahdliyyin

Muktamar 35 NU Sepakati Pilih Ketum PBNU melalui AHWA

30/08/2026 Nahdliyyin
SHARE

Jombang, radar96.com –
Sidang Pleno III Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jatim, Ahad (30/8) malam, memutuskan mekanisme untuk pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

Kesepakatan tersebut diambil dalam Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU yang melibatkan 552 utusan yang terdiri dari Ketua Umum PW dan PC. Sebanyak 150 suara setuju pemilihan calon ketua umum tetap one man one vote, sedang 401 suara setuju pemilihan ketua umum lewat AHWA. Ada 1 suara tidak sah.

“Dengan mengucapkan bismilahirrahmanirrahim seraya mengucapkan alhamdulillahirabbil ‘alamin, opsi pemilihan telah kita tetapkan yaitu opsi perubahan,” kata Presidium Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU Prof KH Mohammad Nuh.

Mekanisme baru ini mengubah pola pemilihan sebelumnya. Peserta muktamar tidak lagi semata-mata menentukan Ketua Umum melalui pemungutan suara langsung, tetapi terlebih dahulu menjaring sejumlah kandidat untuk kemudian diproses melalui mekanisme AHWA.

Berdasarkan mekanisme yang disepakati, peserta muktamar terlebih dahulu mengupayakan pemilihan Ketua Umum melalui musyawarah mufakat.

Apabila musyawarah mufakat tidak tercapai, proses pemilihan dilanjutkan melalui AHWA, kemudian peserta muktamar melakukan penjaringan calon Ketua Umum dengan pemungutan suara.

Setiap peserta memilih lima nama calon yang memenuhi persyaratan. Lima nama dengan perolehan suara terbanyak selanjutnya ditetapkan sebagai kandidat dan diserahkan kepada AHWA.

AHWA kemudian memilih satu calon untuk ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU. Namun, calon tersebut harus terlebih dahulu menyatakan kesediaannya secara lisan atau tertulis.

Selain itu, calon Ketua Umum yang akan dipilih AHWA harus memperoleh persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih.

Dengan mekanisme tersebut, peserta muktamar tetap memiliki peran menentukan dalam proses penjaringan calon, tetapi keputusan akhir, apabila musyawarah mufakat tidak tercapai, berada pada AHWA.

Setelah mekanisme pemilihan disepakati, Muktamar NU ke-35 memasuki rangkaian sidang yang akan menentukan kepemimpinan organisasi untuk lima tahun mendatang.

Agenda dimulai hari ini, Minggu, pukul 08.00 melalui Sidang Pleno IV dengan agenda pengesahan tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum serta tabulasi AHWA.Mendaftar Klub Sosial

Tahapan kemudian dilanjutkan dengan Sidang Pleno V. Sejumlah agenda penting akan dibahas, mulai dari demisioner Pengurus PBNU masa khidmah 2021-2026, pemilihan dan penetapan anggota AHWA, hingga sidang tertutup anggota AHWA.

Dalam sidang tertutup tersebut, anggota AHWA akan menetapkan Rais Aam PBNU masa khidmah 2026-2031.

Setelah Rais Aam terpilih, agenda berlanjut pada pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031 dan penetapan tim formatur.

Perubahan mekanisme pemilihan menjadi AHWA menjadi salah satu titik penting dalam Muktamar ke-35 NU. Keputusan tersebut bukan hanya mengubah prosedur pemilihan, tetapi juga berpotensi memengaruhi peta kontestasi dan strategi para kandidat menuju kursi Ketua Umum PBNU.

Kini, perhatian beralih pada tahap berikutnya yaitu siapa lima nama yang akan muncul dalam penjaringan dan siapa yang akhirnya memperoleh mandat AHWA untuk memimpin PBNU periode 2026-2031.

Bagi NU, perubahan itu menjadi ujian apakah mekanisme baru tersebut mampu membawa proses suksesi lebih dekat pada semangat musyawarah dan tradisi kepemimpinan ulama. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian

Masyarakat Aceh Apresiasi PWNU-Lazisnu Jatim Bangun Kembali Tujuh Fasilitas Keagamaan

PW IKAPETE Jatim Apresiasi Putusan Dewan Pers, Minta Stop Penyebaran Fitnah Suap Muktamar ke-35 NU

NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi

PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article THE WIND OF CHANGE: NU KEMBALI KE JANTUNG MUSYAWARAH
Next Article MEKANISME BARU, KEPEMIMPINAN BARU dan ARAH BARU NU.

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”
Sospol
Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak
Sospol
KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian
Nahdliyyin
Toko Sembako di Bondowoso Layani Transaksi Keuangan bagi Warga Tapen
Uncategorized

You Might also Like

Nahdliyyin

Awali HSN 2026, PWNU-LAZISNU Jatim Serahkan Bantuan Tujuh Bangunan ke PWNU Aceh

12/10/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim: Santri Dibutuhkan untuk Padukan Teknologi dengan Moral/Akhlak

11/10/2026
Nahdliyyin

Patahkan Framing Negatif Laporan KPK, IKAPETE Jatim Sebut Marwah Alumni Tebuireng Kini Terang Benderang

11/10/2026
Nahdliyyin

Perkuat Kaderisasi Santri, ISNUQ Gelar PDO Perdana dengan 250 Peserta

11/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?