Surabaya, radar96.com – Sekitar 125 Guru Ma’arif NU kelas 6 dari SD/MI se Surabaya melaksanakan Workhop TKA (Tes Kemampuan Akademik) MI/SD di LP.Maarif NU kota Surabaya, Sabtu (3/10), menghadapi TKA.
Dalam sambutannya,
Ketua LP Maarif NU Surabaya.H.Moh.Cholil Amin M.Pd.I. bahwa Guru menanamkan 2 nilai pendidikan yaitu pendidikan dunia dan pendidikan ukhrowi.
Ilmu yg didapat oleh siswa akan berdampak dalam kehidupan dia di dunia (menjadi pintar) dan juga bernilai ukhrowi (ilmu manfaat), karena itu maka dalam mengajar jangan hanya memikirkan tentang pendapatan (bayaran) maka sebagai Guru hendaknya tertanam dalam dirinya menjadi Guru adalah nilai keikhlasan kerena dengan keikhlasan maka ilmu yang diajarkan kepada murid akan tertancap dalam hatinya, namun apabila seorang guru nilai ikhlasnya hilang maka nilai pendidikan yg diterima oleh anak menjadi lambat.

Sebagai seorang Guru akan mendapatkan nilai ukhrawi yaitu ilmu yg diajarkan akan menjadi ilmu yang dikerjakan dalam kehidupannya menjadi ilmu yg bermanfaat yg akan mengalirkan pahala bagi para Guru yg ilmunya telah diamalkan oleh anak muridnya.

Oleh karena itu Guru Ma’arif saya berharap disamping berfikir pendapatan(bayaran) juga berfikir ukhrowi (ikhlas).Disamping itu beliau berharap dengan workshop ini dapat meningkatkan persiapan Guru kelas 6 dalam menghadapi ujian TKA siswa kelas 6 pada tahun 2027 yg akan datang sehingga dapat nilai ujian yg terbaik bagi siswa/i Ma’arif Surabaya.
Workshop TKA diisi oleh 2 Nara sumber yg pertama Dr.HANIEF ASHAR ..beliau Dosen Matematika UINSA dan juga pengurus LP.MAARIF NU JAWA TIMUR tentang Numerasi yang kedua
Ibu Dr.Titik Hersiati, M.Pd. Dosen Universitas Negeri Malang Team TKA Nasional
Menurut Dr Hanif bahwa persiapan TKA perlu disiapkan sejak kls 4..sehingga jika persiapan telah dilaksakan sejak kelas 4,maka di kelas 6 tinggal mengingatkan lagi bagi siswa/i kita.
“Semoga dengan Workshop TKA ini bisa lebih menyiapkan siswa/i Ma’arif Surabaya dalam Ujian TKA tahun 2027 yang akan datang,* katanya. (*/lpm)



