Bondowoso, radar96.com — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Bondowoso melalui Bidang Pertanian dan Perkebunan menggelar pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) bagi puluhan petani milenial, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di sekretariat PC GP Ansor Bondowoso tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian petani dan pengembangan pertanian ramah lingkungan.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pemuda pegiat pertanian hingga perwakilan kelompok tani dari sejumlah kecamatan di Bondowoso.
Mereka mengikuti pemaparan materi, sekaligus praktik pembuatan pupuk organik cair menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Ketua PC GP Ansor Bondowoso, Fathorrasi, S.Pd., yang membuka kegiatan itu, menyebut pelatihan tersebut sebagai bentuk pengabdian organisasi kepada masyarakat, khususnya kalangan petani.
“Ini adalah bentuk khidmat PC GP Ansor Bondowoso
kepada masyarakat, terutama petani. Kita ingin mengajak petani untuk kembali memanfaatkan sumber daya alam di sekitar kita sebagai pupuk alami yang lebih sehat, murah, dan ramah lingkungan untuk tanaman pertaniannya,” tegas Fathorrasi.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga merupakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) setelah dirinya mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) GP Ansor di Sidoarjo pada 8–12 Juli 2026.
“PKN mengajarkan kami bahwa kader Ansor harus memberi manfaat nyata. Tidak cukup berkhidmat di bidang keagamaan dan sosial saja, tapi juga harus hadir menjawab persoalan ekonomi dan ketahanan pangan umat,” tambahnya.
Dalam pelatihan tersebut, Ketua Bidang Pertanian dan Perkebunan PC GP Ansor Bondowoso, Hasan Basri, S.P., M.P., bertindak sebagai narasumber utama. Ia memaparkan teknik pembuatan POC dengan memanfaatkan bahan lokal, seperti bonggol pisang, daun gamal, air cucian beras, dan EM4.
Menurut Hasan Basri, pengembangan pertanian organik perlu mendapat perhatian sebagai salah satu upaya memulihkan kesuburan tanah yang dinilai mengalami kerusakan akibat ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Ia juga mendorong peserta agar tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan membagikannya kepada petani lain di lingkungan masing-masing.
“Saya mengajak para petani muda yang hadir hari ini untuk menjadi kepanjangan tangan dari PC GP Ansor Bondowoso menjadi penggerak pertanian organik di tengah-tengah masyarakat. Jadilah agen perubahan di desa masing-masing,” ajak Hasan.
Sebagai bentuk kepedulian sekaligus berbagi pengetahuan, Hasan Basri turut memberikan sejumlah botol Pupuk Organik Cair hasil buatannya secara gratis kepada peserta dan perwakilan kelompok tani. Pupuk tersebut diharapkan dapat langsung diaplikasikan untuk mendukung kegiatan pertanian mereka.
Salah seorang peserta, pemuda tani asal Curahdami, mengaku memperoleh pengetahuan praktis dari pelatihan tersebut. Ia menilai penggunaan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungan menjadi salah satu hal yang menarik untuk diterapkan.
“Materinya sangat praktis dan bahannya ada di sekitar kita. Kami sebagai petani muda jadi lebih semangat untuk bertani organik,” ujarnya.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah PC GP Ansor Bondowoso dalam mendorong keterlibatan generasi muda pada sektor pertanian. Melalui pengenalan pembuatan pupuk organik cair, para peserta diharapkan memiliki alternatif pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan di wilayah masing-masing.
PC GP Ansor Bondowoso berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan petani milenial Nahdlatul Ulama yang mandiri dan inovatif, sekaligus berperan dalam memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Bondowoso. (*/Rif)



