By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ketua SC Halaqah Kebangsaan Qanun Asasi: “Tudingan Politisasi Adalah Fitnah Besar, Sangat Tidak Etis Mencatut Nama IKAPETE!”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Ketua SC Halaqah Kebangsaan Qanun Asasi: “Tudingan Politisasi Adalah Fitnah Besar, Sangat Tidak Etis Mencatut Nama IKAPETE!”
Nahdliyyin

Ketua SC Halaqah Kebangsaan Qanun Asasi: “Tudingan Politisasi Adalah Fitnah Besar, Sangat Tidak Etis Mencatut Nama IKAPETE!”

09/10/2026 Nahdliyyin
SHARE

JAKARTA — Ketua Steering Committee (SC) Halaqah Kebangsaan dan Peluncuran Buku Qanun Asasi Nahdlatul Ulama, KH. Syamsul Ma’arif, angkat bicara guna merespons berbagai isu miring dan disinformasi yang beredar di media sosial terkait penyelenggaraan acara di Gedung MPR RI. Dengan tegas, ia menyatakan bahwa seluruh tuduhan negatif yang dialamatkan pada forum ilmiah tersebut merupakan fitnah besar yang telah dirancang secara sistematis sejak sebelum, selama, hingga sesudah acara berlangsung.

Menurut KH. Syamsul Ma’arif, narasi-narasi menyesatkan sengaja diembusen oleh pihak-pihak tertentu untuk mendegradasi substansi halaqah, mengaburkan nilai murni dari naskah fundamental NU, serta membenturkannya dengan momentum politik organisasi.

“Kami melihat ada upaya pembusukan informasi yang sangat terstruktur. Narasi yang menuduh acara di MPR RI ini ditumpangi kepentingan politik praktis atau sebagai skenario penjegal menjelang Muktamar adalah fitnah keji. Desain fitnah ini sudah terbaca sebelum acara dimulai dengan upaya boikot, berlanjut saat acara berlangsung melalui penggiringan opini publik di media sosial, hingga sesudah acara lewat distorsi hasil pemikiran para kiai,” ujar KH. Syamsul Ma’arif dalam keterangan tertulisnya.

Kecam Pembingkaian Negatif yang Mencatut IKAPETE


Secara khusus, KH. Syamsul Ma’arif juga menyoroti adanya pihak-pihak yang mencoba menarik organisasi alumni Pesantren Tebuireng, Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE), ke dalam pusaran polemik ini. Ia menegaskan bahwa pembingkaian tersebut sangat tidak berdasar dan mencederai integritas organisasi alumni.

“Sangat tidak etis dan tidak bermartabat membangun framing jahat dengan mencatut nama IKAPETE. Perlu dicatat dan ditegaskan secara hukum maupun organisatoris, IKAPETE sama sekali tidak berada pada posisi dukung-mendukung terkait dengan konstelasi atau kegiatan Muktamar NU. IKAPETE bukanlah partai politik ataupun struktur jajaran NU yang memiliki hak suara dalam muktamar, IKAPETE tidak punya suara sama sekali! Jadi, mengaitkan gerakan kultural ilmiah ilmiah ini dengan IKAPETE untuk urusan dukung-mendukung adalah murni manipulasi opini,” cecarnya.

KH. Syamsul Ma’arif menjelaskan tiga fase serangan fitnah yang sengaja dirancang oleh oknum tertentu untuk merusak jalannya acara:

  1. Fase Pra-Acara: Adanya upaya penggiringan opini publik bahwa pertemuan para ulama di parlemen merupakan gerakan politik terselubung dan tidak sah secara organisatoris, serta mulai menyeret entitas alumni.
  2. Fase Pelaksanaan Acara: Penyebaran potongan video dan foto yang sengaja di-framing keluar dari konteks pembahasan ilmiah, demi memicu kesalahpahaman di tingkat akar rumput.
  3. Fase Pasca-Acara: Munculnya klaim-klaim palsu mengenai kesepakatan politik tertentu yang sama sekali tidak pernah dibahas dalam forum ilmiah keumatan tersebut.

Ia mengingatkan kembali bahwa esensi dari penyelenggaraan forum di Gedung MPR RI murni merupakan ikhtiar ilmiah dan kultural untuk membedah khazanah pemikiran pendiri NU. Agenda utama acara tersebut adalah memaparkan hasil riset akademik dan peluncuran karya literatur berharga, yakni naskah Syarah dan Terjemahan Qanun Asasi serta buku Transformasi Nilai-Nilai Qanun Asasi.

“Acara ini didasarkan pada riset disertasi akademik yang orisinal, tulus, dan ilmiah. Menjadikan Qanun Asasi sebagai pemantik pemikiran kebangsaan di Gedung MPR RI adalah bentuk penguatan fondasi bernegara, bukan arena politik praktis. Kami meminta seluruh warga jemaah, alumni, dan masyarakat luas untuk jernih melihat fakta dan tidak terjebak dalam permainan narasi adu domba ini,” tutupnya tegas. (}

Iklan.

You Might Also Like

Soal Kondisi NU, Prof Mas’ud Said: Jangan Ada Perpecahan dan Lima Elemen Potensial Ini Harus Dirangkul

Ketua PW Ikapete Jatim: Agenda di MPR RI Murni Khidmat Alumni, Bebas Politik Praktis

Oktober-November, PWNU Jatim Adakan 14 Kegiatan Hari Santri Nasional 2026

Ansor Bondowoso Dorong Kemandirian Petani Muda Lewat Pelatihan Pupuk Organik Cair

IPPNU Jatim Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Pelajar dengan BAZNAS Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ketua BPP Masjid Al-Akbar: Kunjungan ke China Ajarkan Pentingnya Sejarah/Museum

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Ketua BPP Masjid Al-Akbar: Kunjungan ke China Ajarkan Pentingnya Sejarah/Museum
Sospol
Memperbaiki atau Merusak NU?
Kolom Opini
Soal Kondisi NU, Prof Mas’ud Said: Jangan Ada Perpecahan dan Lima Elemen Potensial Ini Harus Dirangkul
Nahdliyyin
Ketua PW Ikapete Jatim: Agenda di MPR RI Murni Khidmat Alumni, Bebas Politik Praktis
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Konsolidasi di Bangkalan, ISNU Jatim Doakan PBNU dan Ziarah ke Maqbaroh Syaichona Cholil

06/10/2026
Nahdliyyin

LTM NU Bondowoso dan Kemenag Sepakat Percepat ID SIMAS Masjid

05/10/2026
Nahdliyyin

Muskercab I PCNU Bondowoso Soroti Tantangan Soliditas dan Kemandirian Ekonomi

04/10/2026
Nahdliyyin

LAZISNU Jatim Terima Donasi Rp32 Juta dari LAZIS Khadijah Surabaya untuk Korban Gempa Flores NTT

04/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?