Tuban, radar96.com – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) menegaskan bahwa santri sangat dibutuhkan di era teknologi digital untuk memadukan teknologi dengan moral/akhlak, karena teknologi tanpa moral akan menjadi bencana.
“Tanpa diminta, santri itu selalu berperan untuk Indonesia. Tanpa santri takkan ada kemerdekaan Indonesia. Sekarang pun, teknologi di era teknologi tanpa moral itu akan menjadi bencana, karena itu peran santri sangat dibutuhkan,” katanya dalam ‘Kick Off’ Hari Santri Nasional (HSN) 2026 PWNU Jatim di Pesantren Sunan Bejagung, Tuban, Ahad.

Dalam acara yang juga dihadiri Rais Aam Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) itu, Gus Firjaun menyatakan bangga dengan “kick off” HSN 2026 PWNU Jatim yang dipadukan dengan peluncuran Institut Kiai Haji Abdul Matin (Inkama) dan wisuda ke-2 Ma’had Aly Sunan Bejagung.
“Kedua lembaga pendidikan tinggi di lingkungan Pesantren Sunan Bejagung, Tuban itu membuat kick off HSN 2026 yang diadakan PWNU Jatim itu menjadi bukan hanya acara seremonial, namun justru menunjukkan bahwa santri itu harapan ke depan, terutama santri yang diwisuda dari Ma’had dan Inkama akan bisa lebih berperan di masyarakat,” katanya.

Dalam acara yang juga dirangkai dengan peresmian bantuan Lazisnu PWNU Jatim kepada PWNU Aceh berupa tujuh bangunan untuk Aceh pasca-bencana alam itu, Gus Firjaun menyebut lima peran penting santri yakni santri spiritual, santri intelektual, santri entrepreneur, santri leader, dan santri global yang menjadi kontribusi pesantren/NU untuk bangsa dan negara.
“Santri Spiritual itu peran santri memberi pondasi iman dan akhlak untuk era teknologi digital saat ini, karena teknologi tanpa moral akan menjadi bencana, sedangkan Santri Intelektual itu peran santri dalam berbagai bidang keilmuan, baik kesehatan maupun inovasi dan literasi digital agar masyarakat tidak hanya konsumen teknologi buatan atau AI,” katanya.
Untuk Santri Entrepreneur itu peran santri dalam membangun usaha secara mandiri tanpa bergantung pada pekerjaan dari masyarakat, sedangkan Santri Leader itu peran santri dalam menjadi pemimpin yang tidak hanya pandai bicara tapi punya integritas dan moralitas yang dibutuhkan Indonesia, bukan hanya mengejar jabatan tanpa visi. Untuk Santri Global itu peran santri yang melampaui kawasan regional dan nasional, menuju ke internasional.
“Untuk itulah, PWNU Jatim mengadakan 14 kegiatan HSN 2026 selama Oktober-November yang diawali dengan kick off di Pesantren Sunan Bejagung Tuban (11/10), lalu Ziarah Muassis di Jombang (18/10), Ziarah Muharrik di sembilan kabupaten/kota (20/10). Selanjutnya, Apel Hari Santri di Gedung PWNU Jatim (22/10), lalu HSN Soccer League 2026 yang diikuti 32 tim dari lembaga/banom PWNU Jatim (27-31/10),” katanya.
Agenda HSN untuk November adalah Mujahadah Kubro di Gedung HBNO/PCNU Surabaya (9/11), Halaqoh Pesantren oleh RMI Jatim di PWNU Jatim (14/11), Jelajah Santri di Probolinggo oleh LP Ma’arif (14-15/11), Apel Kader NU di Bondowoso oleh IPNU-IPPNU dan LP Ma’arif (21/11), NUConomic di Bondowoso oleh LPNU (22/11), dan Bahtsul Masail oleh RMI di Blitar (28-29/11).
“Tiga agenda lain yang belum terjadwal waktu/tanggal adalah Lomba Kinerja Antar-PR IPNU-IPPNU se-Jatim, Rembuk Media (LTNU Jatim), dan Podcast Pendidikan Serentak PTNU se-Jatim (LPTNU Jatim),” kata Gus Firjaun dalam acara yang juga dihadiri Asisten Pemprov Jatim Dr HM Jazuli dan perwakilan Kodam/Polda Jatim serta PCNU se-Jatim itu.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menegaskan kembali pentingnya Qanun Asasi dijadikan pedoman pengurus NU saat ini, karena pedoman dari para muassis NU itu membuktikan persatuan/ukhuwah untuk kepentingan bangsa itulah yang membuat negara menjadi maju karena kebersamaan.
Sementara itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam Taujihad-nya menekankan pentingnya ilmu dengan adanya Inkama dan Ma’had Aly, karena ilmu atau ilmu agama itu penting di era Al-Harj (zaman yang tidak menentu) seperti era teknologi digital saat ini yang diwarnai bully, framing, dan hoaks, yang membuat orang salah pun merasa benar. (*/fpnu)



