Surabaya, radar96.com – Majelis UIama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersiap menggelar Ijtima’ Ulama III di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, pada Sabtu, 31 Oktober. Ijtima’ Ulama adalah forum tertinggi komisi fatwa di MUI yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali.
Kepastian pelaksanaan itu diperoleh dari rapat gabungan antara Komisi Fatwa dan Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) pada Selasa (13/10/25) di lantai dua Gedung MUI Jatim, siang tadi.
Hadir dalam kesempatan itu beberapa pengurus dari kedua lembaga. Dari Komisi Fatwa hadir KH Sholihin Hasan (Ketua), KH Ali Maghfur Syadzili (Wakil Ketua), dan KH Lukmanul Hakim (Bendahara). Sedangkan dari Komisi PDUF tampak KH Miftah Jauhari (Ketua), Rizqi Aladib (Sekretaris), M Syafi’i (Ketua Bidang 3/CSR and Relationship), M Subhan (Bidang Media), dan Lutfan Maruef.

Hasil rapat menyimpulkan, kegiatan Ijtima’ Ulama di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto tersebut akan diikuti oleh 150 peserta. Terdiri dari utusan MUI Jatim, PWNU Jatim, PWM Jatim, MUI kabapaten/kota se-Jawa Timur, pondok pesantren, ma’had aly, serta kampus-kampus keislaman se-Jawa Timur.
“Ada 12 permasalahan yang akan dibahas dalam pertemuan itu nanti,” tutur Kiai Sholihin Hasan dalam pertemuan tersebut sambil merincinya. Mulai dari hukum berdakwah dengan laki-laki dan perempuan tanpa pembatas disertai dengan berjoget-joget dan mengenakan pakaian yang menyeramkan, hukuman mati dan perampasan harta hasil korupsi, sampai persoalan MBG (makan bergizi gratis), sampai ojek online.
Saat ini, menurut Kiai Sholihin, seluruh draf materi sudah diterima oleh para calon peserta pertemuan. Diharapkan mereka membahasnya di tempat masing-masing dan sebelum berangkat ke tempat acara sudah menemukan jawaban dan sudah siap beradu argumen dengan yang lain.
Di sisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MAg selaku tuan rumah juga telah menyatakan kesiapannya. Terutama tentang akomodasi dan konsumsi yang diperlukan.
“Kami sudah siap hampir seluruhnya,” kata Gus Miftah seraya menyebutkan beberapa rekanan potensial yang akan mendukung kagiatan tersebut.



