Bondowoso, radar96.com – Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pengenalan potensi daerah, mulai dari sektor pariwisata hingga produk usaha masyarakat. Upaya tersebut ditandai dengan peluncuran “Aplikasi Bondowoso Berkah” di Bondowoso, Sabtu (24/10/2026).
Platform digital tersebut disiapkan sebagai sarana informasi sekaligus promosi berbagai potensi lokal. Cakupannya meliputi pariwisata, budaya, produk unggulan, komoditas, serta potensi desa yang dimiliki Kabupaten Bondowoso.

Menurut Abdul Hamid, transformasi digital menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan informasi yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Melalui aplikasi ini, informasi mengenai Bondowoso diharapkan dapat diakses secara lebih efektif, efisien, dan aman.
Salah satu sasaran pengembangan platform tersebut ialah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemanfaatan ruang digital diharapkan membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada calon konsumen yang lebih luas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada promosi konvensional.
“Bagi pelaku UMKM, aplikasi ini menjadi etalase gratis untuk memperkenalkan produk ke lebih banyak orang. Bagi wisatawan, aplikasi ini menjadi teman perjalanan untuk menjelajahi Bondowoso,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Selain UMKM, sektor pariwisata juga menjadi bagian dari sasaran promosi melalui Bondowoso Berkah. Informasi mengenai potensi wisata dan budaya diharapkan membantu masyarakat maupun wisatawan mengenali berbagai daya tarik yang dimiliki daerah tersebut.
“Aplikasi Bondowoso Berkah” dapat diakses melalui platform web dan aplikasi Android. Ketersediaan dua saluran tersebut diharapkan memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus memperluas jangkauan publikasi potensi daerah.
Meski menawarkan peluang promosi, pengembangan platform digital membutuhkan dukungan data yang akurat dan berkelanjutan. Informasi yang tidak diperbarui berisiko mengurangi manfaat aplikasi bagi masyarakat maupun pengguna yang membutuhkan informasi terkini.
Karena itu, Abdul Hamid meminta Dinas Komunikasi dan Informatika mengawal pengelolaan aplikasi secara konsisten. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh perangkat daerah dalam menyediakan informasi yang benar.
“Saya minta Dinas Komunikasi dan Informatika mengawal ini dengan konsisten, dan seluruh perangkat daerah aktif menyumbang data yang benar,” tegasnya.
Peluncuran “Aplikasi Bondowoso Berkah” turut diisi lomba kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan permainan Pro Evolution Soccer (PES). Dalam kegiatan tersebut, tercatat 103 karya video AI dan 128 peserta lomba PES.
Bupati juga mengajak peserta memanfaatkan teknologi AI sebagai alat bantu untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengenal pemanfaatan teknologi digital.
Ke depan, efektivitas Bondowoso Berkah akan bergantung pada kualitas pengelolaan, kelengkapan informasi, dan keterlibatan berbagai pihak. Potensi desa dan produk lokal memerlukan informasi yang jelas agar dapat dikenal serta dimanfaatkan secara lebih luas.
Melalui platform ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap digitalisasi tidak berhenti pada penyediaan aplikasi, tetapi turut membuka peluang promosi bagi UMKM, memperkenalkan potensi desa, dan memperluas akses informasi pariwisata. Konsistensi pengelolaan menjadi kunci agar manfaat tersebut dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Perawatan jangkau Rumah Warga
Selain Aplikasi Bondowoso Berkah, SiCare melalui platform digital homecare yang resmi diluncurkan di Kabupaten Bondowoso membantu sebagian pasien yang masih membutuhkan pendampingan ketika pasien meninggalkan rumah sakit.
Peluncuran la6yanan Homecare Berbasis Aplikasi Digital Platform dan Klinik Pratama SiCare berlangsung di Paseban Alun-Alun Kabupaten Bondowoso (25/10/2026).
Inisiatif ini dikembangkan untuk menghubungkan masyarakat dengan tenaga kesehatan, sekaligus memperluas akses terhadap layanan perawatan di rumah.
Founder SiCare sekaligus Direktur Utama PT SOMA, Teguh Susilo, S.H., M.I.Kom., mengatakan bahwa SiCare dirancang sebagai ekosistem kesehatan berbasis rumah yang mengintegrasikan teknologi digital, layanan klinik, dan tenaga kesehatan.
“Jadi rumah bukan lagi sekadar tempat untuk berteduh, tapi tempat yang nyaman untuk sembuh. Itulah SiCare kami ada,” ujar Teguh dalam wawancara setelah peluncuran.
Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan layanan dapat memanfaatkan SiCare untuk memperoleh informasi dan mengakses layanan yang tersedia. Jenis layanan yang disebutkan meliputi pendampingan pasien, perawatan luka, fisioterapi, serta pendampingan lansia.
Teguh juga berharap SiCare dapat mendukung rumah sakit dan puskesmas dalam memperluas jangkauan pelayanan hingga ke rumah warga. Dengan pendekatan tersebut, layanan kesehatan berbasis rumah diharapkan menjadi alternatif bagi keluarga yang membutuhkan perawatan sesuai kondisi pasien.
Dalam sambutannya, Teguh menjelaskan bahwa pengembangan SiCare bertumpu pada tiga komponen utama. Pertama, platform digital untuk mendukung pemesanan, pembayaran melalui payment gateway, serta pengelolaan rekam medis dan pelaporan.
Kedua, Klinik Pratama SiCare. Ketiga, ekosistem layanan kesehatan berbasis rumah yang menghubungkan berbagai unsur pelayanan. Meski memanfaatkan teknologi digital, Teguh menegaskan bahwa aspek pengawasan medis tetap menjadi perhatian. Dalam wawancara seusai kegiatan, ia menyampaikan bahwa kegiatan keperawatan, pendampingan lansia, serta pelayanan promotif dan preventif berada dalam pengawasan dokter.
Ia menyebutkan bahwa SiCare bekerja sama dengan dua dokter, yakni dokter penanggung jawab dan dokter jaga klinik. Klinik Pratama SiCare berlokasi di Sekar Putih, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso.
Selain mendekatkan layanan kepada masyarakat, SiCare juga membawa misi pemberdayaan tenaga kesehatan lokal. Teguh menilai sebagian lulusan keperawatan dan kebidanan masih menghadapi keterbatasan kesempatan kerja akibat daya serap fasilitas pelayanan kesehatan yang terbatas.
Melalui layanan homecare, SiCare ingin membuka alternatif pekerjaan bagi tenaga kesehatan muda sekaligus membangun jenjang karier bagi mereka yang bergabung sebagai mitra.
“Ijazahnya tidur. Si Care hadir untuk membangunkan itu,” ungkap Teguh dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan bahwa SiCare ingin mengembangkan usaha dari Bondowoso menuju wilayah Jawa Timur hingga tingkat nasional. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi disebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem layanan tersebut.
Aplikasi SiCare disebut tersedia melalui App Store untuk perangkat iOS dan Google Play Store untuk Android. Masyarakat dapat mengakses platform tersebut untuk mengetahui layanan yang tersedia sesuai kebutuhan. (Rif)



