By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pesantren “Rahmatan lil ‘Alamin” Nganjuk raih omzet miliaran dengan ekspor kreasi santri ke mancanegara
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Pesantren “Rahmatan lil ‘Alamin” Nganjuk raih omzet miliaran dengan ekspor kreasi santri ke mancanegara
Ekraf

Pesantren “Rahmatan lil ‘Alamin” Nganjuk raih omzet miliaran dengan ekspor kreasi santri ke mancanegara

23/01/2022 Ekraf
Gus Ridwan saat di galeri Santri Craft (*/NUO)
SHARE

Nganjuk (Radar96.com/NUO) – Tidak hanya membekali para santrinya dengan ilmu agama saja, Pesantren Rahmatan lil ‘Alamin Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur juga mendidik para santri menjadi pengusaha. Bahkan, produksi kerajinan seni kreasi para santri sudah menembus pasar mancanegara.

“Alhamdulillah, sampai hari ini, kami sudah ekspor ke beberapa negara. Kerajinan yang paling banyak dipesan adalah kaligrafi tulis, miniatur, seni kerajinan tempurung atau batok kelapa,” ujar Pengasuh Pesantren Rahmatan lil ‘Alamin KH Ridwan Baidlowi, Sabtu (22/1/2022).

Gus Ridwan, sapan akrabnya, menceritakan awal mula membangun usahanya itu. Sekitar tahun 2013, saat menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta, ia memang sudah menyukai hal terkait seni. Karakter Yogyakarta khas dengan kesenian mempengaruhi gerak dan pemikirannya mengolah seni, didukung hobi membaca dan bereksplorasi.

“Sepulang dari Yogyakarta pada tahun 2019, akhirnya saya mendirikan rumah produksi usaha kerajinan santri yang saya beri nama ‘Santri Craft’ dan slogan Karya Santri Untuk Negeri,” terangnya.

Ia menjelaskan, salah satu karyanya yaitu membuat kerajinan limbah batok kelapa menjadi lebih estetik. Dia mengolahnya menjadi kerajinan yang mempunyai nilai guna seperti mangkuk, cangkir, tempat piring, celengan, asbak dan lainnya. “Produk ini sangat ramah lingkungan dan tanpa menggunakan bahan kimia seperti melamin,” ujar Gus Ridwan.

Menurut dia, pemasaran produknya menggunakan tiga cara, yaitu dari rumah ke rumah atau instansi ke instansi, pemasaran daring melalui platform media sosial, dan pemasaran melalui jaringan.

Untuk proses produksinya, Gus Ridwan melibatkan 400 santri Madrasah Aliyah Plus Keterampilan (MAPK) dan Madrasah Tsanawiyah Plus Keterampilan (MTsPK) Rahmatan lil ‘Alamin serta alumni.

“Awalnya berangkat dari pelajaran seni budaya para santri yang kemudian kami kembangkan, dari teoritis menjadi aplikatif,” sambung Ketua Rabithah Maa’hid al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Nganjuk ini.

Dalam waktu sehari, saat ini rumah produksi Santri Craft bisa menghasilkan puluhan produk. Rumah produksinya juga sudah dilengkapi belasan mesin berstandar pabrik dan kendaraan untuk pemasaran.

Bahkan, selain memberdayakan para santri, Gus Ridlwan juga menggandeng masyarakat di sekitar rumah produksi di sekitar pesantren.

“Sehari bisa menghasilkan puluhan produk. Tergantung tingkat kesulitan, tiap karya berbeda. Kalau sudah ahli bisa cepat, kalau belum ya lama sekali,” kata alumnus Pesantren Darul Ulum Jombang ini.

Santri Craft telah mengekspor ke beberapa negara di Asia dan Eropa sejak 2020. Negara-negara tujuan ekspor itu antara lain Jerman, India, Finlandia, Republik Cheko, dan Arab Saudi. Total keseluruhan omzet usaha pesantren tersebut sudah menembus Rp1 miliar per bulan.

“Ekspor ini didapatkan dari jaringan dan dikembangkan. Sampai hari ini, alhamdulilah sudah bagus pemasarannya. Menurut saya pesantren dan santri harus mandiri secara ekonomi,” pugkasnya. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/daerah/ekspor-kreasi-santri-ke-mancanegara-pesantren-ini-raih-omzet-miliaran-0eSnR

Iklan.

You Might Also Like

Airlangga Business Community/ABC: Perubahan Kebijakan Publik Harus Dibaca Sebagai Terbukanya Peluang Bisnis

Dari Warung hingga Toko Pakaian, Mia Andalkan Layanan BRI Jalankan Usahanya di Bondowoso

BRI Bondowoso Perluas Layanan hingga Desa, BRILink Agen Wringin Layani Transaksi Warga

Kopi “Tujuh Bidadari” Bondowoso Tembus Malaysia

Jadi Mitra BRI sejak 2018, BRILink Cahaya Bintang Layani Warga Jebung Kidul, Bondowoso

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Islam Wasathiyah Terus Dikembangkan
Next Article 129 PMI dari Malaysia Tiba di Jatim, Gubernur Khofifah: siapkan karantina

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi
Nahdliyyin
MUI Jatim Siap Gelar Ijtima’ Ulama di Mojokerto
Sospol
PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi
Nahdliyyin
Awali HSN 2026, PWNU-LAZISNU Jatim Serahkan Bantuan Tujuh Bangunan ke PWNU Aceh
Nahdliyyin

You Might also Like

Ekraf

Hari Pelanggan Nasional 2026, Manajemen BRI Bondowoso Sapa Nasabah dan Beri Apresiasi

15/09/2026
Ekraf

Kopi Kalibaru – Banyuwangi Sabet Tiga Juara dalam kompetisi “Green Beans” di Yogyakarta

07/09/2026
Ekraf

Noe Letto Nikmati Kopi Bondowoso, Festival Jadi Panggung Promosi Komoditas Lokal

01/09/2026
Ekraf

Bondowoso Digital Days (BDD) 2026 ditutup, 5.452 Transaksi QRIS Tercatat dengan Omzet Rp783,1 Juta

28/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?