By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Maulid – 4 cara peringati Maulid Nabi menurut Ibnu Hajar al-Asqalani
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kultural > Maulid – 4 cara peringati Maulid Nabi menurut Ibnu Hajar al-Asqalani
Kultural

Maulid – 4 cara peringati Maulid Nabi menurut Ibnu Hajar al-Asqalani

16/10/2021
Ilustrasi - Muhammad (kaligrafi/*)
SHARE

Oleh Ahmad Muntaha AM *)

Perayaan maulid Nabi saw atau kelahirannya yang marak diselenggarakan dalam bulan Rabiul Awal selalu menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mensyukuri kelahiran Nabi Muhammad saw. Di antaranya dengan empat (4) cara memperingati maulid Nabi yang dijelaskan oleh al-Hafidh Ibnu Hajar al-Asqalani. Perayaan maulid Nabi seiring firman Allah dalam Al-Qur’an:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ (يونس: 58)

Artinya: “Katakanlah Muhammad, dengan anugerah Allah dan rahmat-Nya maka hanya dengan itu berbahagialah orang-orang yang beriman. Hal itu (anugerah dan rahmat-Nya) lebih baik daripada harta dunia yang mereka kumpulkan.” (QS Yunus: 58).

Merujuk penafsiran Ibnu Abbas ra, maksud anugerah Allah dalam ayat adalah ilmu, sedangkan maksud rahmat-Nya adalah Nabi Muhammad saw. Imam as-Suyuthi meriwayatkan:

وأخرج أبو الشيخ عن ابن عباس رضي الله عنهما في الآية قال: فضل الله العلم ورحمته محمد صلى الله عليه و سلم. قال الله تعالى: وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين الأنبياء [الأنبياء: 107]

Artinya: “Abus Syekh meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra berkaitan ayat 58 surat Yunus, ia berkata: ‘Anugerah Allah adalah ilmu dan rahmat-Nya adalah Nabi Muhammad saw. Allah ta’âlâ berfirman: ‘Dan tidaklah Aku mengutusmu Muhammad kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta’.” [Al-Anbiya: 107]. (Abdurrahman bin al-Kamal Jallaluddin as-Suyuthi, ad-Durrul Mantsûr, [Beirut, Dârul Fikr: 1993], juz IV, halaman 367).

4 Cara Maulid

Merujuk penjelasan al-Hafidh Ibnu Hajar al-‘Asqalani yang dikutip oleh Imam as-Suyuthi dalam kitab al-Hawi lil Fatawi, memperingati maulid Nabi dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai ekspresi kebahagiaan atas kelahiran Nabi Muhammad saw. Di antaranya dengan (1) membaca Al-Qur’an, (2) memberi makan orang, (3) bersedekah, dan (4) mengungkapkan berbagai pujian kepada Nabi —seperti dengan membaca Maulid al-Barzanji, Maulid Diba’, Simtuth Durar, Dhiyâul Lami’ dan semisalnya— yang dapat mendorong hati untuk lebih giat melakukan amal kebaikan sebagai bekal di kehidupan akhirat kelak.

Inilah empat (4) cara memperingati maulid Nabi menurut al-Hafidh Ibnu Hajar al-‘Asqalani. Demikian pula ungkapan kebahagiaan atas maulid Nabi dapat dieksperesikan dengan mendengarkan lagu-lagu, gurauan sekadarnya, dan semisalnya, selama hal itu dibolehkan dalam agama.

Larangan peringatan dengan Kemaksiatan

Adapun ekspresi kebahagiaan atas kelahiran Nabi Muhammad saw yang dilakukan secara berlebihan, yaitu dengan melakukan perbuatan yang hukumnya makruh atau khilâful aula, maka menurut al-Hafidh Ibnu Hajar al-‘Asqalani hendaknya dihindari.

Apalagi memperingati maulid Nabi dengan perbuatan-perbuatan yang haram atau dengan kemaksiatan, maka harus benar-benar dihindari. Ia menjelaskan: وما كان حراما أو مكروها فيمنع وكذا ما كان خلاف الأولى انتهى Artinya: “Perbuatan yang haram atau makruh, maka (dalam peringatan maulid nabi) hendaknya dicegah. Demikian pula perbuatan yang khilâful aula atau yang tidak sesuai dengan keutamaan.” (Jalaluddin as-Suyuthi, al-Hawi lil Fatawi, juz I, halaman 282).

Hal ini sangat penting diperhatikan bagi orang yang gemar menyelenggarakan perayaan maulid Nabi saw, terutama di Indonesia. Sebab masih banyak dijumpai perayaan maulid Nabi yang semestinya merupakan peringatan agung, justru tercampuri perbuatan-perbuatan yang tidak mengindahkan akhlakul karimah, atau bahkan terkotori dengan perbuatan-perbuatan maksiat. Na’ûdzubillâh. Wallâhu a’lam. (*/NUO)

*) Penulis adalah Redaktur Keislaman NU Online dan Founder Aswaja Muda
*) Sumber: https://nu.or.id/tasawuf-dan-akhlak/4-cara-memperingati-maulid-nabi-menurut-ibnu-hajar-al-asqalani-Rg180

Iklan.

You Might Also Like

KH A Muzakky Al Hafidz: Jika Diuji Allah Berarti Disayangi

Gus Mujab Jelaskan Lima Indikator “Kebahagiaan Sejati”

KHA Muzakky Al-Hafidz: Hidup/Umur Itu Yang Penting Bukan Panjang/Pendek, tapi Berkah dan Manfaat

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: QS Ad-Dhuha Ajarkan Tiga Pilar Optimisme

Kajian Senja Al-Yasmin, Prof Ali Aziz: “Al ‘Ashr” Ajarkan 4 Spirit Terbaik Isi Waktu

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ketua DPD LaNyalla harapkan UNUSA beri kontribusi dalam Ketahanan Kesehatan
Next Article Pimpinan Pusat GP Ansor hadirkan 6 BUMN ke PW Ansor Jatim

Advertisement



Berita Terbaru

BPP MAS Terima Sertifikat Merek “Al-Akbar Ngaji Soccer”
Sospol
Pertama Kali, LPTNU Award 2026 Apresiasi Ilmuwan dan Akademisi PTNU
Nahdliyyin
15.000-an Jamaah Qiyamul Lail Semarakkan Malam 21 Ramadhan di Masjid Al-Akbar
Sospol
Gubernur Khofifah Saksikan Final “Marbot Soccer League” di ASC Masjid Al-Akbar
Sospol

You Might also Like

Kultural

KH Muhammad Imam Aziz: Penerus Api Perjuangan HAM Dan Keadilan, Meskipun Sudah Tiada

16/12/2025
Kultural

Kembangkan 190 Varian Anggur, Ponpes Jatinom Blitar Calon Penerima Eco Pesantren Jatim

17/11/2025
Kultural

Pesantren Ribath Futuhatunnur Toro Gelar Maulid Nabi

21/09/2025
Kultural

Penyegaran Metode Yanbu’a, Tekankan Guru agar Memahami Karakter Murid dan Wali Murid

13/09/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?