Pasuruan, radar96.com – Pondok Pesantren SPEAM (Sekolah Pesantren Entrepreneur Al-Ma’un Muhammadiyah) Kota Pasuruan terus mengembangkan kemandirian ekonomi pesantren melalui berbagai unit usaha yang dikelola Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren). Berlokasi di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, pesantren ini mengusung konsep pendidikan yang memadukan nilai keislaman, modernitas, dan kewirausahaan. Komitmen dalam mencetak santri berjiwa entrepreneur menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menjadi ciri khas yang membedakan SPEAM dengan pesantren lainnya. Upaya tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program pembelajaran praktik yang melibatkan santri secara langsung.
Pondok Pesantren SPEAM resmi berdiri pada 15 Agustus 2015 atas prakarsa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan. Awalnya, pesantren ini hadir sebagai fasilitas boarding bagi siswa SMP Muhammadiyah 1 Pasuruan yang ingin mendapatkan tambahan pendidikan agama. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan berbasis pesantren modern, SPEAM berkembang menjadi lembaga pendidikan yang berdiri mandiri dengan visi mencetak generasi Islami, modern, dan berjiwa entrepreneur. Kini alumninya telah melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi ternama dalam dan luar negeri.

Pada tahun 2026, Pondok Pesantren SPEAM bergabung dalam program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur melalui program Pesantrenpreneur. Keikutsertaan ini menjadi langkah untuk memperkuat pengembangan ekonomi pesantren sekaligus meningkatkan kapasitas usaha yang telah dimiliki. Kehadiran OPOP juga diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi dan akses pembinaan yang lebih luas bagi Koppontren SPEAM. Program tersebut dinilai sejalan dengan visi pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis kelembagaan.
Saat ini, Koppontren SPEAM memiliki tiga unit usaha unggulan, yaitu SPIM Coffee, Batik Ecoprint, dan Kebun Pisang Cavendish. Ketiga usaha tersebut menjadi sarana pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus media pembelajaran kewirausahaan bagi santri. Selain memiliki nilai ekonomi, produk-produk tersebut juga mencerminkan upaya pesantren dalam mengembangkan potensi lokal yang bernilai jual dan berdaya saing. Ketiganya menjadi produk unggulan yang terus dipromosikan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Pengurus Pondok Pesantren SPEAM, Muhammad Amin, berharap program OPOP Jawa Timur dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan pesantren untuk mengembangkan usahanya secara lebih optimal. Menurutnya, penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting saat ini.
“Kami sangat berharap pada program Pesantrenpreneur karena berkaitan langsung dengan pemberdayaan ekonomi pesantren melalui Koppontren. Dukungan dalam aspek legalitas usaha, peningkatan kompetensi SDM, bantuan permodalan, dan digital marketing akan sangat membantu perkembangan usaha pesantren kami,” ujar Muhammad Amin.
Sementara itu, Sekretaris OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, mengapresiasi langkah SPEAM dalam membangun kemandirian ekonomi melalui berbagai unit usaha produktif yang dikelola pesantren. Menurutnya, model pengembangan yang dilakukan SPEAM dapat menjadi contoh baik bagi pesantren lainnya.
“SPEAM menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Semangat entrepreneurship yang dibangun pesantren ini sejalan dengan tujuan OPOP untuk menciptakan pesantren yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ungkap Gus Ghofirin pada Kamis (25/6/26) dari Madinah, Saudi Arabia.
Melalui pengembangan unit usaha dan pendidikan kewirausahaan yang berkelanjutan, Pondok Pesantren SPEAM terus berupaya mencetak santri yang siap menghadapi tantangan masa depan. Penguatan karakter, keterampilan, dan pengalaman praktik usaha menjadi bekal penting bagi para santri. Masyarakat yang ingin mendapatkan produk-produk unggulan SPEAM dapat langsung datang ke pondok pesantren atau menghubungi 081553953088 untuk informasi dan pemesanan.



