By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Hari Santri, RMI NU luncurkan Gerakan Pesantren Asuh bagi Anak Yatim
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Hari Santri, RMI NU luncurkan Gerakan Pesantren Asuh bagi Anak Yatim
Nahdliyyin

Hari Santri, RMI NU luncurkan Gerakan Pesantren Asuh bagi Anak Yatim

23/10/2021 Nahdliyyin
Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi saat menghadiri acara Mu'tamad 2021. (Foto: Istimewa/NUO/kemenag)
SHARE

Jakarta (Radar96.com) – Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) mengatakan pihaknya siap meluncurkan Gerakan Pesantren Asuh, karena keprihatinan mendalam lantaran banyaknya santri yang ditinggal wafat para walinya, terlebih di masa pandemi Covid-19.

“Demikian juga banyak di luar santri mengalami hal yang sama,” kata Gus Rozin pada malam puncak Hari Santri 2021 di Gedung PBNU, pada Jumat (22/10) malam. RMI NU bekerja sama dengan LPDP juga berencana meluncurkan program beasiswa santri.

Ia menuturkan, inisiatif Gerakan Pesantren Asuh berkolaborasi dengan sejumlah pesantren atau pihak-pihak yang memiliki kepedulian tinggi kepada anak yatim, piatu, atau yatim-piatu. Mensupport kebutuhan hidup sehari-hari dan pendidikan mereka di masa depan.

“Kami berinisiatif membuat gerakan untuk menghimpun pesantren-pesantren, atau siapapun yang punya kepedulian untuk men-support para yatama di pesantren. Atau untuk mengajak para yatama yang belum di pesantren tetapi ditinggal oleh para orang tuanya selama pandemi ini untuk belajar di pesantren,” ungkap Gus Rozin.

Pada tahun ke-7 Hari Santri Nasional, Gus Rozin menyatakan bahwa RMINU berkomitmen untuk melakukan capaian-capaian baru di setiap tahunnya, lebih-lebih di bidang akademik. “Dari sisi akademik, kita selalu berusaha menfasilitasi santri dari pesantren-pesantren yang kita ukur keberhasilannya setiap hari santri,” tutur Gus Rozin.

Hal itu, menurut dia, tampak dari rangkaian hari santri yang lebih banyak diwarnai dan didominasi oleh kegiatan bersifat akademik. Pada tahun ini, RMI PBNU bersama LPDP meluncurkan program beasiswa S2 dan S3 untuk santri di luar negeri yang disambut gembira oleh para santri di Indonesia.

“Program beasiswa RMI NU bersama LPDP untuk santri alhamdulilah disambut baik dan sudah banyak santri yang mendaftarkan dirinya untuk mendapatkan beasiswa tersebut,” kata Gus Rozin.

Selain program tersebut, RMI PBNU juga menyelenggarakan Webinar Internasional yang diisi oleh Nahdliyin yang sedang mengajar di perguruan tinggi di luar negeri. Hal ini, memunculkan sebuah gagasan bahwa ke depan Nahdlatul Ulama harus mempunyai sebuah peta sumber daya manusia (SDM) yang lebih konkret beserta tahapan-tahapannya untuk menyambut peringatan satu abad NU.

Rekomendasi untuk Kemenag

Sementara itu, Simposium Khazanah Pemikiran Santri dan Kajian Pesantren atau al-Multaqo ad-Dawliy lil-Bahts ‘an Afkar at-Thullab wa-Dirasat Pesantren (Mu’tamad) 2021 memberikan enam rekomendasi umum kepada Kementerian Agama RI. Rekomendasi tersebut diberikan oleh perwakilan tim akademik kepada Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi.

Acara yang diikuti oleh insan pesantren seluruh Indonesia ini dilaksanakan pada 13-15 Oktober 2021 di ICE BSD Serpong, Tangerang Selatan.

Pertama, Kemenag wajib memelihara komitmennya untuk menjamin, rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi penyelenggaraan pesantren dengan tetap memerhatikan kekhasan, karakteristik, dan asas kemandirian pesantren.

Kedua, Kemenag perlu memfasilitasi terbentuknya suatu wadah komunikasi Pesantren di tingkat nasional.

Ketiga, Kemenag wajib menyelenggarakan berbagai kegiatan penelitian berbasis pesantren.

Keempat, Kemenag wajib melakukan setiap usaha yang menjamin penyelenggaraan pesantren dalam fungsi Pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan.

Kelima, Kemenag perlu membangun komunikasi dan kemitraan dengan pemda untuk menjamin fasilitasi penyelenggaraan pesantren dalam bentuk program dan penyusunan peraturan daerah.

Keenam, Kemenag mendorong upaya-upaya kemandirian pesantren dengan dalam menggali potensi yang dimiliki, mengembangkan unit usaha, serta menyediakan akses pasar melalui e-Commerce.

Menanggapi rekomendasi tersebut, Wamenag Zainut Tauhid mengatakan bahwa Kemenag sangat mengapresiasinya. Pihaknya merespons positif pesantren yang memiliki komitmen kuat pada Islam moderat. Memahami Islam secara kaffah.

“Tema-tema besar yang dibahas dalam Mu’tamad ini saya rasa sangat penting. Perlu kita sebar luaskan pemikiran ini,” jelasnya, Jumat (15/10/2021).

Dalam data Kemenag, di Indonesia terdapat 32 ribu pesantren dengan jumlah santri 4 juta. Pesantren tetap bertahan dengan ciri khasnya dan keunikannya masing-masing. Pesantren dengan kajian kitab kuningnya dihargai sebagai instansi pendidikan asli Indonesia.

“Undang-Undang 18/2019 tentang Pesantren dan Perpres 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren adalah payung hukum bagi pemerintah daerah untuk membangun pesantren. Beberapa pemerintah daerah sudah datang ke kita untuk konsultasi,” katanya.

Pria asal Jepara Jateng ini menambahkan, saat ini masih ada fenomena gairah beragama yang tinggi. Namun, tidak diiringi dengan konsep belajar agama yang mendalam seperti pesantren. Terkadang membuat pemahaman agamanya merugikan banyak orang.

“Model beragama begini tidak memperhatikan ketersambungan sanad. Ini bahaya. Sehingga peran pesantren sangat luar biasa dan pemerintah memberikan undang-undang pesantren,” imbuhnya.

Fungsi pesantren, lanjut Zainut Tauhid, yaitu sebagai instansi pendidikan, instansi dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Pesantren juga menjalankan tugas sebagai kelompok masyarakat yang menjalankan tugas moderasi dalam beragama.

“Kemenag serius menggagas modernisasi beragama. Jadi tagline. Bukan agama yang dimodernkan. Karena ajaran Islam sudah sangat modern seperti ajaran toleransi, saling menghormati,” tandasnya. (*/NUO)

Sumber:
*) https://nu.or.id/nasional/rminu-luncurkan-gerakan-pesantren-asuh-bagi-anak-yatim-di-indonesia-aS8cl
*) https://nu.or.id/nasional/simposium-khazanah-pemikiran-santri-hasilkan-enam-rekomendasi-untuk-kemenag-26wZ1

Iklan.

You Might Also Like

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar

Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa

Pasangan KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad Kembali Pimpin MWCNU Sukodono, Siap Optimalkan Lembaga dan Khidmat Nahdliyin

Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah ajak pelaku Industri Kreatif Jatim pro-Lingkungan
Next Article Hari Santri 2021, Pencipta “Syubbanul Wathan” dan “Sholawat Badar” terima “Jer Basuki Mawa Beya Emas” dari Pemprov Jatim

Advertisement



Berita Terbaru

PW JKSN Gorontalo Resmi Dilantik, Usung Misi Kemandirian Umat
Sospol
Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar
Nahdliyyin
Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol

You Might also Like

KolomNahdliyyin

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

24/04/2026
Nahdliyyin

Gus Kikin Hadiri Tahlil Hari Ketujuh KH Moch Chisni Umar Burhan di Gresik

23/04/2026
Nahdliyyin

Hari Bumi, Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Ajak Warga NU Rawat Jagat, Lestarikan Hutan

23/04/2026
Nahdliyyin

LAZISNU se-Jatim Kelola Rp208 Miliar Dana ZIS selama Ramadhan 1447 H

21/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?