By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Fahrur usulkan kepengurusan di NU dibatasi dua periode
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Fahrur usulkan kepengurusan di NU dibatasi dua periode
Nahdliyyin

Gus Fahrur usulkan kepengurusan di NU dibatasi dua periode

27/12/2021
Wakil Ketua PWNU Jatim DR KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur). (*/FB)
SHARE

Malang (Radar96.com) – Wakil Ketua PWNU Jatim DR KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mengusulkan kepengurusan di NU hingga badan otonom (banom) dibatasi dua periode untuk mendorong regenerasi di NU.

“Kemenangan Gus Yahya (Ketua Umum PBNU KH Yahya Tsaquf) bermakna regenerasi berjalan dengan baik,” kata Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Annur 1, Bululawang, Malang, Senin (27/12/2021).

Ketua Ikatan Gus-Gus (IGGI) itu termasuk salah seorang kiai yang getol memperjuangkan agar ada regenerasi ketua umum PBNU dalam dua periode (10 tahun).

“Saatnya yang muda tampil ke muka. Kita ini kan punya bonus demografi anak muda yang berlimpah, maka sudah saatnya mereka harus diberi kesempatan dan ini kan memang secara alamiah mesti silih bergant,” katanya.

Oleh karena itu, ia berharap Gus Yahya yang terpilih sebagai ketua umum PBNU dari proses regenerasi itu bisa bekerja dengan baik, memajukan pendidikan, kesejahteraan, ekonomi, dan menjadi perekat untuk semua friksi yang ada sebelum muktamar.

“Beliau kan tagline-nya kan menjadi perdamaian dunia, maka itu harus dimulai dari perdamaian dengan kawan kita sendiri. Soal perbedaan dan kritik sebelum muktamar itu dinamika, biasalah. Ibarat sebelum acara kan biasa ada tabuhan-tabuhan gitu lah,” katanya.

Kedepan, ia menyatakan perlunya periode jabatan ketua umum PBNU, dibatasi dua periode untuk memberi kesempatan secara bergantian dan semua tidak harus bertahan di satu jabatan.

“Berkhidmat di NU itu bisa dilakukan di luar struktur. Tidak semua harus mempertahakan jabatan mati-matian. Jadi, kita semua harus menyadari bahwa jabatan itu akan berputar silih berganti. Ini harus menjadi tradisi ya, termasuk banom, saya juga setuju kalau ada pembatasan,” katanya.

Menurut dia, regenerasi itu sudah menjadi kelaziman di era reformasi di seluruh dunia. “Pemimpin yang terlalu lama itu tidak akan efektif. Bisa jadi tidak produktif, dan itu akan membuat dia membangun satu kroni yang menjadi kultus, itu menjadi tidak sehat, menjadi sulit dikritik. Jadi dua periode itu sudah cukup,” katanya.

Ia menambahkan pengabdian di NU tidak boleh dibatasi umur dan jabatan. “Kita ini kalau enggak jadi pengurus pun harus tetap komitmen pada NU, jangan waktu hanya menjabat aja, gitu lho, maknanya begitu. Jadi, Kiai Said tetap akan memberikan pikirannya, ilmunya untuk NU. Itu tidak ada masalah,” katanya. (*/pna)

Iklan.

You Might Also Like

Sekjen Kemendiktisaintek: PTNU harus Atasi “Mismatch” Pendidikan

KHM Chizni Umar Burhan “Penjaga Rumah Arsip NU” Wafat

PWNU Jatim gagas “Gerakan NUConomic” berbasis tiga pilar pemberdayaan ekonomi warga NU ala “Nahdlatut Tujjar”

Jelang Muktamar, PWNU Jatim Usulkan “Aswaja Center” jadi Lembaga/Badan Khusus NU

PCNU Surabaya Ajak Pemerintah Eksekutif dan Legislatif Bersinergi Atasi Permasalahan Ummat

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Muktamar ke-34 NU haramkan Perampasan Tanah Rakyat dan canangkan Pusat Studi Perdamaian Dunia
Next Article Dipameri artefak Rasulullah di Probolinggo, Gubernur Khofifah: perkuat peran perempuan di sektor ekonomi

Advertisement



Berita Terbaru

Sekjen Kemendiktisaintek: PTNU harus Atasi “Mismatch” Pendidikan
Nahdliyyin
120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim
Ekraf
Fenomena “Ghosting Berkedok Lupa: Seni Menghilang Tanpa Rasa Bersalah” dalam Perspektif Relasi Sosial dan Etika Keislaman
Kolom
KPK rekomendasikan 7 solusi cegah 8 potensi korupsi program MBG
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Rais Aam PBNU: Muktamar ke-35 NU pada tanggal 1-5 Agustus

12/04/2026
Nahdliyyin

Muskerwil di Tuban, PWNU Jatim Ingatkan Pentingnya Tradisi Silaturahmi dan Qanun Asasi

11/04/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar NU, PWNU Jatim Siapkan Muskerwil di Pesantren Sunan Bejagung, Tuban

08/04/2026
Nahdliyyin

Halalbihalal, KMNU Unair: Silaturahmi jadi Jalan Kebersamaan di Tengah Gejolak Dunia

05/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?