By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Jatim jadi produsen padi terbesar, Gubernur Khofifah lantik Petani Milenial Ronggolawe-Tuban
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Jatim jadi produsen padi terbesar, Gubernur Khofifah lantik Petani Milenial Ronggolawe-Tuban
Milenial

Jatim jadi produsen padi terbesar, Gubernur Khofifah lantik Petani Milenial Ronggolawe-Tuban

03/02/2022 Milenial
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat panen raya padi di Tuban, Selasa (1/2/2022). Dalam kesempatan itu, Gubernur melantik Petani Milenial Ronggolawe Tuban. (*/hmn)
SHARE

Tuban (Radar96.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen turut mewujudkan kedaulatan pangan nasional melalui pemanfaatan agriculture technology (agritech) dan hilirisasi produk pertanian, mengingat potensi produk pertanian di Jatim sangat besar ditambah Jatim merupakan produsen padi terbesar di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat Panen Raya Padi dan Pelantikan “Petani Milenial Ronggolawe” di Desa Bandungrejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Selasa (1/2).

Khofifah mengatakan, tahun 2021, Jawa Timur masih menjadi provinsi penyumbang terbesar sebagai lumbung pangan nasional.

Berdasarkan Angka Sementara tentang produksi padi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Jatim kembali menduduki peringat pertama penghasil padi terbesar di Indonesia dengan total 9.91 juta ton GKG (Gabah Kering Giling). Pada tahun 2020, Jatim juga menduduki peringat pertama penghasil padi terbesar di Indonesia dengan total 9.94 juta ton GKG dari luas panen sebesar 1.75 juta Ha.

Berdasarkan data tersebut, Jatim masih mempertahankan posisinya sebagai produsen padi terbesar di Indonesia, disusul provinsi lain di Indonesia yaitu Jawa Tengah dengan produksi sebesar 9,8 juta ton GKG, Jawa Barat dengan produksi sebesar 9,4 juta ton GKG, Sulawesi Selatan dengan produksi sebesar 5,2 juta ton GKG, Sumatera Selatan dengan produksi sebesar 2,5 juta ton GKG.

Namun yang menjadi persoalan, lanjutnya, produksi padi di Jatim sebagian besar masih menjadi beras medium, belum premium. Hal ini karena kandungan air dalam beras yang masih tinggi. Selain itu, masih banyak gapoktan yang belum memiliki dryer. Untuk itu, ia meminta gapoktan yang belum memiliki dryer dan Rice Milling Unit (RMU) untuk dapat berkomunikasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim.

“Ketika kandungan air tinggi kemudian dia diproses menggunakan penggilingan biasa maka berasnya remuk. Jadi kita butuh dryer dan RMU untuk jadi beras premium. Saya pikir kalau dari beras medium ke premium ini bisa kita maksimalkan maka tetesan kesejahteraan untuk para petani relatif sudah akan bisa tercapai,” katanya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat panen raya padi di Tuban, Selasa (1/2/2022). Dalam kesempatan itu, Gubernur melantik Petani Milenial Ronggolawe Tuban. (*/hmn)

Selain meningkatkan kualitas produk pertanian yakni dari beras medium ke premium, Khofifah menambahkan, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah soal hilirisasi produk pertanian, mengingat UMKM adalah backbone ekonomi Jatim. Untuk itu, bagi pelaku UMKM terutama dari sektor pertanian untuk terus melakukan transformasi digital.

“Apalagi Jack Ma, founder Alibaba, menyatakan bahwa pada tahun 2030 UMKM di dunia 99% will be online, 85% will be e-commerce. Artinya transformasi digital Itu adalah sebuah kebutuhan sebuah keniscayaan,” ungkapnya.

Petani 5.0

Terkait standarisasi kehalalan suatu produk makanan dan minuman, Khofifah mengatakan bahwa hal tersebut membutuhkan serangkaian proses pengecekan di laboratorium. Namun, tahun ini pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menargetkan 10 juta item atau produk tersertifikasi halal.

Pemprov Jatim, lanjutnya, terus mendorong berbagai upaya penguatan, pendampingan dan pemberdayaan kepada UMKM yang produknya berbasis dari hasil pertanian dan perikanan. Kedua sektor ini terbukti tidak terkontraksi saat pandemi covid-19. Pemprov Jatim juga terus mendorong akselerasi peningkatan produksi sektor pertanian dan perikanan dari hulu hingga hilir.

Salah satunya melalui diversifikasi dan memberikan nilai tambah pada produksi pertanian dan perikanan. Untuk itu, dalam proses ini tidak hanya petik, olah, kemas dan jual, namun yang harus diperhatikan adalah proses tanamnya serta pasca panennya.

“Pada proses seperti ini nilai tambah itu biasanya kalau kita lihat pasca panen itu ya diolah dan dikemas. Jadi pengolahan dan pengemasan harus menjadi satu kesatuan. Tadi saya sampaikan bahwa setelah diolah dan dikemas itu tidak cukup tapi harus distandardisasi kualitasnya agar pasarnya kuat dan besar,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga mengapresiasi keberadaan Komunitas Petani Milenial Ronggolawe Tuban yang dibentuk sebagai wadah untuk bertukar pikiran, mengembangkan serta memupuk semangat petani muda dalam membangun kedaulatan pangan.

Menurutnya Komunitas petani millenial ini menjadi bagian dari pembangunan pertanian di Jatim. Dengan adanya komunitas petani milenial ini, dirinya berharap pembangunan pertanian di Jatim, dan Tuban khususnya dapat meningkat pesat baik dari segi produksi maupun segi hilirisasi.

“Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, kita diminta untuk menyiapkan generasi muda menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dan era society 5.0, salah satunya di sektor pertanian. Para petani milenial ini juga yang akan menjadi tonggak regenerasi petani Indonesia. Menjadi andalan menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” katanya.

Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengatakan, pada Bulan Januari ini Pemkab Tuban terus melakukan update data berkaitan beberapa hal di bidang pertanian. Salah satunya terkait data luasan lahan pertanian. Hal ini dikarenakan yang menjadi persoalan mendasar petani salah satunya adalah masalah pupuk.

“Sehingga dengan melakukan update kedepannya kita akan mendapatkan komposisi pupuk yang lebih tepat dan harapan saya teman-teman petani milenial jangan hanya sekedar tulisannya milenial tetapi harapan saya inovasi dan kreativitas ini juga akan bersama-sama,” katanya.

“Tentunya kami berharap para petani milenial Ronggolawe ini memunculkan inovasi penggunaan pupuk dari organik yang tidak kalah dalam hal produksinya,” imbuhnya.

Usai menyaksikan pengukuhan Petani Millenial Ronggolawe Tuban, Gubernur Khofifah bersama Bupati dan Forkopimda Tuban melakukan panen raya padi di area persawahan sekitar. Tidak hanya itu, ia turut menyapa langsung para petani yang sedang melakukan panen, sekaligus menyerahkan bantuan berupa sembako. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah sidak Hari Pertama Penerapan HET Minyak Goreng di Tuban
Next Article Gubernur Khofifah ajak RS percepat Reformasi Sistem Kesehatan Nasional

Advertisement



Berita Terbaru

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Haji itu soal Panggilan dan Mampu
Kultural
Pesantren se-Madura Raya Bergerak Bersama, Modernisasi Koperasi jadi Fokus Utama
Sospol
PWNU Jatim: Jangan Rekayasa Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren Pagerwojo-Sidoarjo yang sudah Vonis
Nahdliyyin
Dewan Kesenian Bagian Spesifik dari Kebudayaan 
Kolom

You Might also Like

Milenial

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

23/04/2026
Milenial

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

20/04/2026
Milenial

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU

10/04/2026
Milenial

Dua Mahasiswi FKIP Unusa Juara Nasional Jujitsu, Cerminan Karakter Pendidik Masa Depan

07/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?