Surabaya (Radar96.com) – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Surabaya ingin para anggotanya semakin mandiri. Di antara cara agar dapat mandiri adalah dengan memiliki usaha dan bisnis sendiri. Untuk itulah IPHI Kota Surabaya mengajak seluruh jajaran di bawahnya untuk melakukan hal yang sama menuju kemandirian organisasi.
“Hidup ini harus ada perubahan yang lebih baik. Ibarat mendorong mobil mogok, jangan pernah berhenti. Meski pelan-pelan tapi harus tetap jalan. Sebab kalau berhenti mobilnya bisa mundur dan kita bisa terlindas,” kata Dr KH Syukron Djazilan, MAg, Ketua IPHI Kota Surabaya.
Pesan Kiai Syukron Djazilan itu disampaikan dalam acara rapat koordinasi dan sosialisasi ketatausahaan dan keorganisasian IPHI Kota Surabaya dan IPHI Cabang-Cabang se-Kota Surabaya di Kantor PT Indo Bismar, Margorejo.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua IPHI Kota Surabaya, Direktur PT Indo Bismar Dr H Siswanto, S.Sos, MM selaku tuan rumah dan ketua panitia, Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya Dr H Pardi, MPdI, pengasuh Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya KH Imam Hambali, serta pimpinan 28 Cabang dari 31 Cabang IPHI yang ada di Kota Pahlawan.
Acara yang berlangsung pada hari Ahad (06/02/22) siang tadi itu, selain menghasilkan kesepakatan untuk membentuk unit usaha bersama-sama, juga Cabang-Cabang IPHI akan membentuk MTP (Majelis Taklim Perempuan) IPHI dan AHMI (Angkatan Muda Haji Indonesia). Juga membentuk Ranting IPHI di seluruh kelurahan se-Kota Surabaya.
“Karena ini amanat AD/ ART,” kata Kiai Syukron Dzazila yang juga Ketua MUI Kota Surabaya.
Semangat IPHI untuk mandiri itu juga diamini oleh akan Kemenag Kota Surabaya, Dr Pardi. “Harus ada usaha, agar ekonominya membaik dan organisasinya jalan. Kalau bisa tanpa proposal,” ujarnya.
Sedangkan KH Imam Hambali dalam ceramahnya menasehati agar setiap orang yang berjuang hatinya harus baik dan sesuai dengan perannya. Ibarat permainan sepak bola, maka harus ada yang menjadi penjaga gawang, pertahanan, penyerang, dan lainnya. Semua harus saling membantu dan bertindak sesuai fungsinya. “Kalau semua menjadi penyerang, akhirnya malah kemasukan,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, dalam bulan ini akan dilakukan pelatihan bisnis online dan offline yang akan dibimbing oleh tim dari PT Indo Bismar di tempat yang sama.



