By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Muhibbin: Hadratus Syaikh Bapak Muslim Indonesia Sejati
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Muhibbin: Hadratus Syaikh Bapak Muslim Indonesia Sejati
Nahdliyyin

Muhibbin: Hadratus Syaikh Bapak Muslim Indonesia Sejati

06/02/2022 Nahdliyyin
Dr. H. Muhibbin Zuhri, M.Ag. foto M Subhan
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Sosok Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari bukan semata tokoh panutan untuk orang NU, tapi juga panutan untuk seluruh kaum muslimin Indonesia. Hal itu terjadi karena kealiman dan keilmuan yang dimiliki oleh ulama pendiri Jamiyah NU itu benar-benar mumpuni. Sebagai contoh, beliau adalah pemegang sanad ke-24 Shahih Bukhari dari KH Mahfudz At-Turmusi dan Syaikh Abu Bakar Syatha’.

“Beliau inilah bapak umat Islam Indonesia yang sejati,” kata Dr H Muhibbin Zuhri, MAg, tokoh intelektual muda NU Kota Surabaya.

Pernyataan dosen UIN Sunan Ampel Surabaya itu disampaikan dalam acara dialog Harlah NU kontekstualisasi pemikiran dan nilai-nilai perjuangan Hadratus Syaikh KHM Hasyim Asy’ari oleh PAC Pergunu Waru di Masjid Besar Janti, Waru, Sidoarjo pada Ahad (06/02/22) siang tadi.

Selain hafal Kitab Shahih Bukhori dan pemegang sanadnya secara legal, Hadratus Syaikh juga pernah menjadi penasehat utama Lajnah Ahli-Ahli Hadis Indonesia yang beranggotakan para ulama dari seluruh Ormas Islam dan aliran yang ada di negeri ini pada awal abad 20.

“Banyak ulama lain mengambil rujukan dari beliau, tapi ya itu, kadang ada yang kurang jujur,” jelas alumnus Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang itu. Sebagai contoh, ada penceramah dari ibukota yang menukil pendapat beliau tentang kritik beliau pada ajaran Syiah Rafidlah. Penceramah itu mengutip kalimat tersebut, tapi berhenti sampai di situ. Padahal sejatinya belum selesai. Hadratus Syaikh juga mengkritik ajaran yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahab (Wahabi), Rasyid Ridho dan Muhammad Abduh.

Ketika masa akhir penjajahan Belanda umat Islam membentuk satu wadah bernama Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang beranggotakan 13 organisasi Islam, Hadratus Syaikh dipercaya sebagai Ketua Badan Legislatif lembaga tersebut.

Ketika masa penjajahan Jepang MIAI dibubarkan dan diganti Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Hadratus Syaikh dipercaya sebagai pemimpin tertingginya.
Selain ahli Hadis, Hadratus Syaikh juga seorang yang alim fikih. Hal itu dapat dilihat dari keputusan beliau tentang fatwa jihad yang dikeluarkan di Tebuireng pada Oktober 1945. Betapa dasar fatwa itu sebenarnya sangat pelik. Membuat keputusan perang jihad fi sabilillah, seluruh kaum muslimin yang berada dalam radius 94 kilometer fardlu ain untuk ikut berperang, dan yang berada di luar itu dihukumi fardlu kifayah, padahal nash fikihnya belum ada. Termasuk ketika utusan Presiden Soekarno menanyakan bagaimana hukum berperang melawan Belanda (bukan orang kafir), yang dijawab fardlu ain, dan jawaban itu dijadikan dasar oleh sang Presiden.

“Itu rentetan fikihnya njelimet. Dari bab shalat ditarik ke bab jihad. Kalau tidak benar-benar alim dan arif, tidak akan bisa itu,” lanjut Muhibbin Zuhri.

Iklan.

You Might Also Like

PWNU Jatim: Jangan Rekayasa Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren Pagerwojo-Sidoarjo yang sudah Vonis

Hadiri Harlah Forkom Jurnalis Nahdliyin, PDUF MUI Jatim Berikan Semangat

IPNU Jatim Targetkan Kader Kuasai Sektor Strategis

Katib PBNU: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 pada Awal Agustus 2026

Cetak 35 Juru Sembelih Halal Halal, ISNU Jatim Perkuat Sektor Hulu Industri Halal

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article IPHI Surabaya Gerakkan Kemandirian Anggota
KH Syukron Djazilan: Hidup ini harus ada perubahan yang lebih baik
Next Article Jatim pastikan Isoter siap Layani Pasien Gejala Ringan dan Tidak Bergejala

Advertisement



Berita Terbaru

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Haji itu soal Panggilan dan Mampu
Kultural
Pesantren se-Madura Raya Bergerak Bersama, Modernisasi Koperasi jadi Fokus Utama
Sospol
PWNU Jatim: Jangan Rekayasa Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren Pagerwojo-Sidoarjo yang sudah Vonis
Nahdliyyin
Dewan Kesenian Bagian Spesifik dari Kebudayaan 
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar

01/05/2026
Nahdliyyin

Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa

28/04/2026
Nahdliyyin

Pasangan KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad Kembali Pimpin MWCNU Sukodono, Siap Optimalkan Lembaga dan Khidmat Nahdliyin

27/04/2026
Nahdliyyin

Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

25/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?