By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Disperpusip Jatim selamatkan manuskrip naskah kuno di pesantren
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kultural > Disperpusip Jatim selamatkan manuskrip naskah kuno di pesantren
Kultural

Disperpusip Jatim selamatkan manuskrip naskah kuno di pesantren

08/04/2022 Kultural
Upaya penyelamatan manuskrip naskah kuno milik masyarakat dengan cara mengalihmediakan terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jatim, termasuk upaya itu dilakukan di Ponpes Langitan, Kab. Tuban, Kamis (7/4). (*/hmn)
SHARE

Tuban (Radar96.com) – Upaya penyelamatan manuskrip naskah kuno milik masyarakat dengan cara mengalihmediakan terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jatim, termasuk upaya itu dilakukan di Ponpes Langitan, Kab. Tuban, Kamis (7/4).

Sebelumnya, Disperpusip Jatim mengalihmediakan beberapa manuskrip naskah kuno di Masjid Kuno At-Taqwa Godegan, Desa Tamanarum, Kec. Parang, Kab. Magetan, lalu di pondok pesantren (Ponpes) Sumberanyar, Desa Larangan Tokol, Kec. Tlanakan, Kab. Pamekasan dan Ponpes Tebuireng, Kab. Jombang.

Menurut Kepala Disperpusip Jatim Ir. Tiat S. Suwardi, MSi, upaya pengalihmediaan manuskrip naskah kuno itu sesuai amanah UU no 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan. Dalam UU disebutkan bahwa Perpustakaan merupakan wahana pelestarian kekayaan khasanah budaya bangsa, baik berupa fisik, informasi dan pengetahuan.

“Jadi, termasuk pelestarian naskah kuno yang ada di masyarakat, termasuk di pondok-pondok pesantren. Ini penting kita lakukan agar koleksi tersebut tetap bertahan lama, lestari dan mudah diakses kembali oleh masyarakat. Utamanya dari generasi ke generasi,” terangnya.

Apalagi, sebut Tiat, pelestarian bahan perpustakaan naskah kuno merupakan warisan budaya tulis bangsa Indonesia yang sangat bernilai. Warisan tersebut harus tetap dilakukan dengan baik.

Tiat menyebutkan, tujuan utama dilakukannya pengalihmediaan naskah kuno ini adalah untuk menyelamatkan dan melestarikan informasi isi dari kandungan naskah kuno. Cara tersebut untuk dijadikan pembelajaran yang sangat berharga bagi generasi mendatang.

“Ini penting sekali. Agar generasi sekarang dapat meneladani para sesepuh bangsa ini dengan baik dan benar melalui catatan-catatan yang pernah mereka tuliskan,” jelasnya.

Untuk itu, upaya pelestarian dan penyelamatan informasi naskah kuno akan terus dilakukan. Apalagi, berdasarkan grand desain peta pesebaran naskah kuno yang dikeluarkan Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2014 bahwa sebanyak 1.055 naskah kuno tersebar di masyarakat Jawa Timur.

Jumlah tersebut belum termasuk naskah kuno yang dimiliki oleh pondok pesantren. “Ribuan naskah kuno tersebut ada yang di keraton, pondok pesantren, masyarakat adat, museum, kolektor, rumah-rumah ibadah termasuk di para pedagang,” jelasnya.

Mengetahui data tersebut, Disperpusip Jatim mencoba untuk menelusuri dan mengalihmediakan naskah kuno tersebut. “Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kami untuk ikut melestarikan literasi berupa naskah kuno sebagai pengetahuan masyarakat juga,” terangnya.

Untuk saat ini, sebut Tiat, jumlah naskah kuno yang sudah teralihmediakan oleh Disperpusip Jatim sejak 2018 sebanyak 85 naskah kuno. Untuk 2022 ini, upaya pengalihmediaan naskah kuno sebanyak 28 naskah kuno.

Upaya penyelamatan manuskrip naskah kuno milik masyarakat dengan cara mengalihmediakan terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jatim, termasuk upaya itu dilakukan di Ponpes Langitan, Kab. Tuban, Kamis (7/4). (*/hmn)

“Jumlah itu kesemuannya dilakukan sementara di ponpes-ponpes di Jatim,” ujarnya. Kedepan, pihaknya juga akan mengalihmediaan berbagai naskah kuno di masyarakat, seperti di Klenteng, Gereja, Wihara serta milik warga lainnya.

Dipilihnya pengalihmediaan naskah kuno di ponpes karena banyaknya manuskrip naskah kuno karya para sesepuh yang pernah menorehkan cerita atau kitab untuk diwariskan kepada para santri. Diharapkan, melalui alih media tersebut dapat menyelamatkan isi kandungan naskah kuno dengan tidak harus menyentuh lagi naskah-naskah kuno tersebut yang mudah rapuh.

“Ada kitab fiqih, nahwu sorof, akidah, tasawuf dan lain sebagainya. Termasuk ada juga kitab-kitab ajaran leluhur yang menuliskan tentang hal pertanian, pemerintahan, pedoman hidup, peta dan lain lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu Pengurus Harian Ponpes Langitan Kab. Tuban, Ustad Muwafiq menyampaikan terima kasih. Menurutnya, lewat alih media yang dilakukan Disperpusip Jatim dapat menjaga dan melestarikan naskah kuno milik ponpesnya.

“Kami menyampaikan terima kasih. Karena ini bisa menjadi bahan pendidikan bagi para santri Pondok Pesantren Langitan khususnya lewat hasil alih media,” kata Muwafiq.

Ia berharap, lewat alih media tersebut dapat mempermudah para santri untuk memahami isi dan kandungan dari manuskrif naskah kuno yang telah ditulis oleh para kyai.

“Ini juga menjadi bahan untuk melestarikan naskah kuno agar tidak sering-sering dipegang oleh banyak orang. Karena sangat rapuh. Jadi cukup dari hasil alih medianya saja,” sebutnya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Haji itu soal Panggilan dan Mampu

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab Ungkap 3 Alasan “Lailatulqadar” Dirahasiakan

KH A Muzakky Al Hafidz: Jika Diuji Allah Berarti Disayangi

Gus Mujab Jelaskan Lima Indikator “Kebahagiaan Sejati”

KHA Muzakky Al-Hafidz: Hidup/Umur Itu Yang Penting Bukan Panjang/Pendek, tapi Berkah dan Manfaat

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Fatayat NU luncurkan Film Pendek ‘Kecele’ cegah Perkawinan Anak
Next Article Gubernur Khofifah bagikan Zakat Produktif kepada 125 penyandang disabilitas netra

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga
Sospol
MUI Gandeng BPJS Berikan Jaminan bagi Pekerja di Pesantren
Sospol
Rijalul Ansor Jatim Bershalawat Bersama Majelis Attaufiq, Teguhkan Ukhuwah dan Soliditas
Nahdliyyin
PWNU Jatim Menentang Segala Bentuk Kejahatan/Penyimpangan terhadap Santri
Nahdliyyin

You Might also Like

Kultural

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: QS Ad-Dhuha Ajarkan Tiga Pilar Optimisme

22/01/2026
Kultural

Kajian Senja Al-Yasmin, Prof Ali Aziz: “Al ‘Ashr” Ajarkan 4 Spirit Terbaik Isi Waktu

08/01/2026
Kultural

KH Muhammad Imam Aziz: Penerus Api Perjuangan HAM Dan Keadilan, Meskipun Sudah Tiada

16/12/2025
Kultural

Kembangkan 190 Varian Anggur, Ponpes Jatinom Blitar Calon Penerima Eco Pesantren Jatim

17/11/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?