By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Miftah: dakwah lewat YouTube (dakwah digital) bisa jadikan NU terdepan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Gus Miftah: dakwah lewat YouTube (dakwah digital) bisa jadikan NU terdepan
Milenial

Gus Miftah: dakwah lewat YouTube (dakwah digital) bisa jadikan NU terdepan

07/11/2022 Milenial
Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Sleman Jogjakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) saat menerima penghargaan "AYSI Award 2022" dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang diserahkan dalam Silatnas AYSI di Grand Ballroom Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Sabtu (5/11/2022) malam. (*/aysi)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Sleman Jogjakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) mengatakan dakwah lewat YouTube (dakwah digital) itu akan bisa menjadikan NU dengan ajarannya yag terdepan.

“Itu karena pistol polisi dengan satu peluru hanya dapat menembak satu kepala, tapi dakwah digital lewat YouTube dengan satu posting saja bisa menembak jutaan kepala. Apalagi kalau kita bersatu seperti dengan AYSI ini, tentu akan menjadi senjata yang menakutkan. Kalau mau posting yang tinggi itu ya kita bersatu,” katanya dalam Silatnas AYSI di Grand Ballroom Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Sabtu (5/11/2022) malam.

Pembina AYSI yang merupakan keturunan ke-9 Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jatim itu menjelaskan santri-santri saat ini hidup di era 5.0 yang ditandai dengan ketergantungan pada teknologi dan IT, sehingga mereka yang menguasai teknologi itulah yang akan menjadi pemenang.

“Charta Politica pada survei Maret 2022 memosisikan saya nomer 2 dalam hastag #gusmiftah dengan 479,6M tayangan dan hanya kalah dari #ganjarpranowo, lainnya juga politisi, sedangkan Poltracking pada survei Mei 2022 tentang penceramah berpengaruh di medsos memosisikan saya di urutan kedua dengan 9,4 persen dan hanya kalah dari UAS dengan 13,9 persen dari 1.220 responden. Kalau offline, saya lebih baik daripada UAS,” katanya.

Lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu mengaku dirinya bukan bermaksud pamer, namun sebagai Pembina AYSI berkewajiban memotivasi dan menggugah optimisme para santri youtuber agar lebih bersemangat meningkatkan pengaruh pesantren di dunia medsos.

“Pilihannya ada pada kita, apakah kita pilih jadi mufrod yang dinamis atau jadi mabni yang statis, apakah kita mau jadi pemain atau penonton, apakah jadi problem solver atau jadi problem maker, apakah jadi follower atau influencer. Ini tantangan santri kedepan, karena itu kita perlu optimis dengan segala kekurangan dan kelebihan kita, buktinya saya yang santri desa saja bisa,” katanya.

Menurut Gus Miftah yang dekat sejumlah artis ternama, seperti Deddy Corbuzier itu, amplifikasi dakwah digital itu sangat tinggi, apalagi bila para YouTuber Santri itu bersatu, karena dirinya yang tidak seberapa alim saja mampu meng-Islam-kan 235 orang, hanya karena dakwah lewat YouTube.

“Media itu amplifikasinya besar. Kalau pengajian umum itu nggak ada amplifikasi. Apalagi kalau kita bersatu dengan posting konten yang sama secara bareng lewat AYSI, tentu akan mampu menciptakan tokoh yang viral. Viral itu bukan tercemar, karena dampak medsos itu gila, kita bisa naik setinggi mungkin, tapi kalau kurang kreatif bisa jatuh serendah-rendahnya dan habis,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gus Miftah mencontohkan bagaimana sholawat di club malam mampu mengubah mindset orang Eropa tentang Islam pada tahun 2018, lalu dirinya diundang ke Eropa dan Amerika dan ada bule yang masuk Islam dan juga artis Deddy Corbuzier juga masuk Islam pada 2019. Tahun 2021, dirinya ceramah di Gereja Bethel membuatnya “trending” dan diundang ke AS.

“Saya mau mendirikan Akademi Kebangsaan Gus Miftah untuk memviralkan para dai-dai kita. Mbah Yai Dimyati Rois menilai saya itu nggak alim tapi hasilnya bisa maksimal, karena banyak orang masuk Islam dengan segala kebodohan saya. Ada atheis yang masuk Islam karena Islam saya itu enjoy, asyik, happy/menyenangkan, kok anda bisa ceramah di gereja dan diterima dengan baik. Deddy Corbuzier juga mau masuk Islam lewat saya yang katanya saya merupakan pintu yang benar. Kalau masuk Islam lewat pintu marah, maka Islam-nya akan keras,” katanya.

Oleh karena itu, Gus Miftah menaruh harapan pada AYSI untuk mendeklarasikan dakwah-dakwah Aswaja yang maslahah dan viral. “Gus Yasin Jateng itu pintar bikin akun Santri Gayeng untuk melakukan amplifikasi pada Gus Baha’. Jadi, kiai itu nggak harus punya medsos, tiktok, atau akun lain, tapi ada santri yang YouTuber yang melakukan amplifikasi, replikasi, dan duplikasi, apalagi ada AYSI,” katanya.

Dalam Silatnas itu, sejumlah pesantren, masjid dan tokoh inspiratif menerima penghargaan “AYSI Award 2022” dari Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa selaku Pembina AYSI. “Silatnas itu tidak hanya konsolidasi organisasi dan program, tapi kami juga memberikan apresiasi melalui award dan wawasan melalui sharing session,” kata Ketua Umum AYSI Helmy M Noor. (*/my)

Iklan.

You Might Also Like

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article LPNU Jatim siapkan UMKM Nahdliyyin hadapi Resesi Ekonomi 2023
Next Article KIB Sepakat Capreskan Airlangga, Pengamat: Butuh Kerja Keras hingga Akhir

Advertisement



Berita Terbaru

Biaya Umroh 2026 Naik Akibat Dampak Global, Chatour Travel Beri Solusi Transparan dan Garansi Refund 100%
Ekraf
Kajian Senja Al Yasmin, KH Muzakky AlHafidz : Haji simbolkan manusia itu sama dan fakir
Sospol
Umaha Tebar Beasiswa untuk Generasi Berprestasi hingga Miliaran Rupiah
Sospol
Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”
Milenial

You Might also Like

Milenial

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

23/04/2026
Milenial

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

20/04/2026
Milenial

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU

10/04/2026
Milenial

Dua Mahasiswi FKIP Unusa Juara Nasional Jujitsu, Cerminan Karakter Pendidik Masa Depan

07/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?