Cianjur, Radar96.com/NUO – Posko Induk NU Peduli Cianjur mendirikan posko-posko penanganan dampak gempa bumi di 16 titik berbasis kecamatan, untuk memaksimalkan peran NU Peduli bagi warga Cianjur yang masih mengalami kesulitan akibat gempa bumi yang melanda pada Senin 21 November 2022.
“Untuk mendirikan 16 titik posko tersebut, NU Peduli bekerja sama dengan Majelis Wakil Cabag Nahdlatul Ulama (MWCNU),” kata Ketua Posko Induk NU Peduli Cianjur, Jamiludin, saat kunjungan sekaligus penyerahan tenda peleton ke MWCNU Gekbrong, Kamis (1/12/2022).
Sebelumnya, NU Peduli melakukan pengecekan (top down) ke 16 titik tersebut. Adapun 16 titik atau 16 MWCNU tersebut adalah Kecamatan Cugenang, Cilaku, Warungkondang, Gekbrong, Pacet, Cipanas, Sukaresmi, Karangtengah, Cianjur, Mande, Cibeber, Sukaluyu, Bojongpicung, Cikalong Kulon, Haurwangi, dan Ciranjang.
“Kami bersama Ketua PCNU Cianjur berkeliling mengunjungi dan melakukan kroscek ke posko-posko NU peduli di MWC kecamatan, guna memastikan ketersediaan logistik yang akan disalurkan ke tenda-tenda masyarakat,” kata Jamiludin.
Menurutnya, 16 posko tersebut menjadi ujung tombak Posko Induk yang ada di Kabupaten Cianjur dalam hal koordinasi, komunikasi, pendataan, dan distribusi logistik. Dengan hadirnya 16 pokso tersebut diharapkan NU Peduli di setiap kecamatan dapat berfungsi lebih maksimal dalam menjembatani antara masyarakat dengan posko induk di kantor PCNU Cianjur.
Ia optimistis, adanya posko-posko tersebut NU Peduli akan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran dalam melayani warga terdampak gempa Cianjur. Jamiludin mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam penanganan dampak gempa bumi Cianjur.
“Mari sama-sama terus berikhtiar agar Cianjur bisa kembali normal seperti sedia kala dalam melakukan segala aktivitas,” ungkapnya.
Ketua PCNU Cianjur, Kiai Deden Usman yang mengapresiasi tim NU Peduli Kemanusiaan, karena telah bisa gerak cepat untuk membentuk posko-posko dan ke depan ini akan terus berfungsi.
Menurutnya, dampak bencana gempa bumi di Cianjur memerlukan penanganan serius dan bersifat angka panjang. “Kita berharap banyak posko-posko di MWCNU ini menjadi tulang punggung dan satu kesatuan yang bisa lebih memaksimalkan peran kemanusiaan dari PCNU,” tutupnya menegaskan.
Hadirnya 16 posko ini melengkapi posko yang ada sebelumnya. Di posko-posko tersebut, NU Peduli menyalurkan makanan siap santap, logistik, layanan kesehatan.
Lazisnu bangun Huntara
NU Peduli Cianjur melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Barat mulai membangun hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak gempa bumi Cianjur.
Habibi, relawan NU Peduli di Posko Induk yang berada di PCNU Cianjur, Kamis (1/12/2022) mengatakan, saat ini ada dua huntara yang telah dibangun yakni di Kampung Kawunggading RT 001/RW 006, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang dan Kampung Salakawung RT 5 RW 2, Desa Rancagoong, Kecamatan Cianjur.
Hadirnya huntara ini diharapkan lebih memberikan kenyamanan bagi warga di pengungsian. Selama ini, di tenda-tenda warga harus tinggal bersama belasan bahkan puluhan warga lainnya. Tinggal di Tenda Bersama 40 Orang dari 10 Keluarga Tenda-tenda tersebut juga berisiko saat hujan turun. Sementara pada siang hari saat cuaca terik, di dalam tenda terasa lebih panas dan pengap.
Ketua LAZISNU PWNU Jabar, Qomarudin pekan lalu menjelaskan, bantuan dalam bentuk makanan dan minuman sangat cukup dan bahkan menumpuk.
“Tinggal bagaimana pendistribusiannya kepada pengungsi yang masih terisolasi dan masih belum tersentuh,” katanya.
Qomarudin mengatakan kondisi para pengungsi yang berada di tenda-tenda sederhana sangat memprihatinkan, apalagi hujan juga hampir setiap hari turun. “Oleh karenanya dibutuhkan hunian sementara yang lebih layak,” ungkapnya.
Qomarudin mengatakan sumber dana pembangunan huntara tersebut berasal dari hasil penggalangan dari berbagai pihak yang disalurkan melalui rekening LAZISNU. Adapun material yang digunakan dalam pembangunan huntara adalah dari baja ringan dikombinasikan dengan berbagai material lainnya.
“Sehingga hunian ini aman dari ancaman gempa susulan dan sekaligus layak untuk ditempati, apalagi juga dilengkapi dengan sarana MCK yang memadai dan pasokan air yang mencukupi,” ujarnya.
Ia menuturkan, pihaknya menargetkan pembangunan huntara sebanyak 1000 unit dan mulai membuka lelang donasi kepada semua pihak untuk bersama-sama membantu para korban gempa bumi di Cianjur.
“Huntara itu berukukan 5X10 meter dan mampu menampung hingga 50 orang pengungsi,” ujarnya. Biaya pembangunan satu unit huntara adalah senilai 25 juta rupiah. Karena itu pihaknya mengajak kepada para aghniya, pengurus NU di semua tingkatan, warga NU dan berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama berdonasi dalam pembangunan huntara tersebut.
Ketua PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad mendukung penuh program yang dilakukan oleh LAZISNU dengan membangun huntara bagi para pengungsi korban gempa di Cianjur.
“Memang yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi adalah hunian sementara yang layak, aman, nyaman, dan sehat, bukan berada di tenda-tenda yang rentan terutama untuk anak-anak dan perempuan. Oleh karena program LAZISNU dengan membangun huntara harus kita dukung dan kita sukseskan,” ujar Kiai Juhadi, panggilan akrabnya.
Kiai Juhadi optimis targar 1000 huntara target tersebut daapt diwujudkan jika semua pihak bergandengan tangan, bergotong-royong, dan bersama-sama berdonasi melalui LAZISNU PWNU Jawa Barat.
“Saya mengajak kepada semua pihak untuk ikut lelang donasi sesuai dengan kemampuan masing-masing dan bagi yang memiliki rezeki berlebih, bisa secara mandiri melelang satu unit huntara atau lebih. Saya turut mendoakan semoga para donator diberikan kesehatan, ditambahkan rezekinya dan diberikan keberkahan dalam hidupnya. Amin,” tutupnya. (*/NUO)
Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/maksimalkan-peran-nu-peduli-dirikan-16-posko-berbasis-kecamatan-CWJK8
*) https://www.nu.or.id/daerah/lazisnu-jawa-barat-mulai-bangun-huntara-untuk-warga-terdampak-gempa-cianjur-Sx4Rg



