By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Silaturahmi Elit Politik Ciptakan Iklim Kompetisi yang Sehat
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Silaturahmi Elit Politik Ciptakan Iklim Kompetisi yang Sehat
Nahdliyyin

Silaturahmi Elit Politik Ciptakan Iklim Kompetisi yang Sehat

08/02/2023 Nahdliyyin
Para pimpinan Partai Golkar bersama para pimpinan PKS
SHARE

Jakarta, Radar96.com – Pertemuan Partai Golkar dan PKS untuk menegaskan komitmen Parpol mengawal Pemilu tepat waktu pada tanggal 14 Februari 2023, dengan prinsip Luber dan Jurdil.

“Jangan lagi kita mempersoalkan agenda, sekarang Pemilu sudah running on going. Kita sama-sama punya kewajiban untuk menjaga Pemilu ini menjadi Pemilu yang sukses. Sukses itu adalah memenuhi Jurdil dan Luber,” kata Wakil Ketua Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia.

Kemudian, kedua partai sepakat mendukung Pemilu 2024 berlangsung dengan sistem proporsional terbuka. “Jadi tadi kami mendiskusikan untuk tetap mendorong supaya dan menyakinkan Mahkamah Konstitusi, hakim-hakimnya juga mendengarkan aspirasi ini kan sudah aspirasi mayoritas di DPR sudah ada delapan partai politik saya kira seluruh elemen masyarakat juga termasuk masyarakat sipil yang dukung,” tambah Doli.

Direktur Eksekutif Perludem, Chairunnisa mengatakan inisiasi Golkar bersama tujuh partai menolak sistem pemilihan tertutup. “Setiap partai memang memiliki preferensinya soal sistem Pemilu yang akan dipilih tentu akan menguntungkan mereka,” kata Chairunissa saat berbincang hari ini (08/02/23).

Kemudian mengenai sikap Parpol mendukung Pemilu tepat waktu, Chairunnisa mengatakan semua memang sudah ontrack meski ada catatan. “Kalau melihat sampai saat ini tahapan Pemilu memang masih on the track walaupun ada beberapa catatan. Misalnya soal polemik verifikasi faktual Parpol, lalu juga soal penetapan daerah pemilihan pasca putusan MK,” jelas Chairunissa.

Jelang Pemilu, sejumlah elit Parpol saling berkunjung, mengutarakan komitmen mereka untuk menjaga Pemilu yang Luber, Jurdil dan tidak terpolarisasi. Bicara polarirasi, Chairunissa mengatakan perlu lebih dari sekadar konsolidasi elit partai.

Sementara itu pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan menyebut, pertemuan Golkar dan PKS tersebut mempunyai dua sisi. Pertama, pertemuan itu bisa bermanfaat ketika dimaknai sebagai pesan positif dari elite partai politik (Parpol) untuk publik.

“Tentu publik melihat elite, sehingga kemudian ketika elite-elite politik ini terlihat bisa saling berkomunikasi satu dengan yang lain, cair, termasuk punya komitmen berkompetisi secara sehat, baik dalam Pemilu,” terang Firman.

Kurangi Resiko Polarisasi

Menurutnya, pertemuan semacam itu bisa mengurangi potensi risiko polarisasi ekstrem yang bisa menimpa publik usai kompetisi sebagaimana sempat terjadi beberapa saat lalu. Elite dan publik patut memahami bahwa Pemilu adalah agenda demokrasi yang tidak perlu berujung pada polarisiasi. Sebaliknya, berdemokrasi harus dengan gembira.

“Saya pikir itu sebuah pesan yang baik pada publik bahwa kalau pun terjadi kompetisi di antara Parpol itu suatu agenda demokrasi yang biasa saja. Tidak perlu berujung pada konflik, polarisasi,” tandasnya.

Kendati demikian, ada pula potensi kerugian dari pertemuan elite Parpol yang kerap terjadi belakangan. Publik berpotensi tidak akan punya cukup waktu untuk menimbang dan menentukan pilihan atas Capres untuk dipilih di Pemilu 2024.

“Dalam konteks kebutuhan informasi bagi pemilih, semakin lama warga tahu siapa yang akan menjadi Capres-Cawapres, koalisi yang terbentuk, itu agak merugikan. Karena waktunya menjadi sempit,” tuturnya.

Dengan cairnya komunikasi elite Parpol, Firman menilai publik akan berisiko tidak segera mendapat kepastian terkait sosok yang maju di Pilpres 2024, sehingga akan berdampak pada ketidakcukupan informasi. Padahal keteraksesan dan kecukupan informasi menjadi faktor penting dalam Pemilu yang berlandaskan rasionalitas.

“Sehingga tidak cukup waktu untuk warga betul-betul mendapatkan informasi yang cukup tentang pasangan calon, tentang koalisi, bagaimana platform, visi-misi program,” tegasnya.(*)

Iklan.

You Might Also Like

Resmikan BMTNU Waru Ketua PCNU Menangis Haru

Santri Nurul Qarnain Asal Bondowoso Raih Juara 1 MQK Hari Santri Nasional 2026 Pemkab Jember

PCNU Surabaya Bantah Isu Suap dan Penyekapan pada Muktamar NU di Tambakberas

Usai Resepsi Hari Santri 2026, Gus Ipul Buka Suara Soal Laporan Riswah Cabang ke KPK

Kado Istimewa Hari Santri, S2 Pendidikan Dasar Unusa Raih Akreditasi Unggul

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Satu Abad NU, Menyerukan Perdamaian untuk Dunia
Next Article Gubernur Khofifah: Hari Pers Nasional 2023 jadi momentum perkuat kebebasan pers yang bertanggung jawab

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Konfercab III, PA GMNI Bondowoso Berganti Kepemimpinan dengan Tekankan Soliditas
Sospol
SAPA AIDS, Upaya FKM UNAIR Membangun Literasi HIV Remaja dan Stigma ODHA di Klumutan
Milenial
Bupati Hamid Dorong Potensi Desa Bondowoso Naik Kelas Lewat Platform Digital
Ekraf
300 Anggota Baru Ikuti “Remas Camp 2026” di Masjid Al Akbar Surabaya
Milenial

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim Sambut Pataka Resolusi Jihad dan Pasukan Napak Tilas Jombang-Surabaya

22/10/2026
Nahdliyyin

MWCNU Sukodono Bersama Pemerintah Kecamatan Gelar Munajat Raya Sambut Hari Santri

22/10/2026
Nahdliyyin

Berkah Peringatan HSN 2026 NU Ranting Banjarwati, Omzet Pedagang UMKM Meningkat

22/10/2026
Nahdliyyin

Hari Santri 2026, PWNU Jatim dan PCNU Surabaya Ziarah ke Makam Pencipta Lambang NU

20/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?