Surabaya, Radar96.com/MAS – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) memprioritaskan siswa-siswinya untuk pembelajaran menghafal Al-Qur’an/Tahfizh dan berani berbicara Bahasa Inggris/ICP.
“Tahfizh/hafalan Al Quran merupakan salah satu program unggulan MTs MAS yang masuk dalam kurikulum pembelajaran,” kata Kepala MTs MAS, Mohammad Jakfar, di Surabaya, Sabtu (4/11/2023).
Terkait target Tahfizh/hafalan 10 Juz atau 3:4:3, siswa Kelas VII, MTs MAS, Rania Tara Jasmine, telah tuntas menghafal 7 juz Al Quran dalam Majelis Tasmi’ Al Qur’an MTs MAS.
“Hafalan siswa diuji di depan publik secara live melalui Majelis Tasmi’ Al Qur’an sebagai tolak ukur kualitas tahfidz/hafalan,” katanya, didampingi dua pimpinan MTs MAS.

Sebelumnya (26/9/2023), siswa Kelas VIII MTs MAS, M. Zaky Rachmansyah, yang hafal 5 juz Al-Qur’an yang dituntaskan dalam Majelis Tasmi’ Al Qur’an di Live Studio Al Akbar.
Selain Tahfizh/hafalan Al-Qur’an, MTs Masjid Al Akbar Surabaya juga memiliki program pendidikan unggulan yaitu ICP (International Class Program).
“Program unggulan ICP itu antara lain terkait percakapan sehari-hari dalam Bahasa Inggris, dan beberapa mata pelajaran (mapel), yakni mapel Inggris, Sains, dan Matematika,” katanya.
Ia menjelaskan pembelajaran Bahasa Inggris keseharian dan tiga mapel itu sifatnya mengajak anak berani berbicara dalam Bahasa Inggris.
“Caranya, kami minta siswa untuk melakukan story telling di depan teman-teman dengan sebisa mungkin, juga ada kuli atau kuliah lima menit dengan pendamping dari wali murid yang pintar berbahasa Inggris,” katanya.
Tidak hanya itu, ICP juga dikembangkan kalau ada turis berkunjung ke MAS, maka anak-anak juga diminta berani bicara Bahasa Inggris dengan turis.
“ICP juga didukung beberapa fasilitas, seperti Laboratorium Komputer, Taman berbasis EduFun, Perpustakaan Ramah Anak, dan sebagainya,” katanya.
Selain ICP, MTs MAS juga memiliki program terbaru yakni IILP (Independent Islamic Lifeskill Program) yang merupakan fokus pada minat anak yang dikembangkan ala kurikulum “Merdeka Belajar”.
“Karena itu, untuk tahun ajaran 2024, kami sudah membuka pendaftaran inden pada Oktober 2023 dan sejak November 2023 hingga menjelang tahun ajaran 2024 buka pendaftaran reguler dengan target dua kelas atau 48 siswa,” katanya. (*/mas)



