By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pemprov Sulteng tertarik BUMM di Masjid Al Akbar
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Pemprov Sulteng tertarik BUMM di Masjid Al Akbar
Ekraf

Pemprov Sulteng tertarik BUMM di Masjid Al Akbar

26/02/2024 Ekraf
SHARE

Surabaya, radar96.com/MAS – Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Pemprov Sulteng DR Andi Ruly Djanggola selaku kepala pembangunan Masjid Raya Pemprov Sulteng menyatakan tertarik dengan Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS).

Dalam kunjungan studi banding bersama enam anggota pengurus yang diterima Ketua Badan Pengelola Pelaksana (BPP) MAS DR KHM Sudjak MAg dan tim BPP di Ruang VIP MAS, Senin, ia mengaku tertarik dengan manajemen MAS yang melibatkan 215 personel secara profesional.

“Semula, kami memiliki masjid agung tapi rusak terdampak gempa dan tsunami pada 2018, sehingga kami berusaha membangun lagi, apalagi pasca bencana ada banyak bantuan, maka tahun ini pun ada alokasi anggaran pemprov untuk membangun masjid raya, karena itu kami datang ke Surabaya untuk belajar manajemen masjid,” katanya.

Apalagi, pihaknya mendapat rekomendasi KPK untuk mempelajari manajemen masjid di Masjid Al Akbar Surabaya, karena itu pihaknya datang ke Surabaya untuk belajar lebih baik ke Masjid Al Akbar Surabaya, apalagi Masjid Raya Sulteng ditargetkan selesai pada Desember 2024.

“Sebagai tim yang ditunjuk membangun Masjid Raya Fastabiqul Khoirut Pemprov
Sulteng, kami nggak salah belajar ke Masjid Al Akbar, karena manajemen sudah digital, seperti infak pakai QRIS, Juga ada BUMM yang mampu membangun foodcourt dan bekerja sama dengan UMKM. Ini bisa kami adopsi,” katanya.

Menanggapi harapan dari pengurus Masjid Raya Sulteng itu, Kepala BPP MAS DR KHM Sudjak MAg menjelaskan MAS yang mendapat SK Menag tahun 2003 sebagai masjid nasional itu memang memiliki sumber dana operasional secara mandiri.

“SK pengurus memang dengan SK dari Gubenur Jatim, tapi bantuan pemprov hanya untuk renovasi, sedangkan biaya operasional untuk membiayai 215 orang diperoleh secara mandiri melalui BUMM yang mengembangkan berbagai usaha, seperti sewa ballroom untuk pernikahan, sewa ruang utama untuk akad nikah, dan sewa galeri usaha yang bersinergi dengan BUMN dan swasta,” katanya.

Sementara itu, Kasie Usaha dan BUMM Agoes Suroso menambahkan usaha lain yang dikembangkan adalah pengelolaan parkir secara profit sharing, wisata menara 99m, foodcourt, dan galeri.

“Kalau masjid raya Pemprov Sulteng mau mengembangkan bisa dilakukan dengan usaha sesuai potensi di sana, misalnya lokasi yang dekat Wisma Haji, tentu potensial secara ekonomi,” katanya.

Dalam kesempatan dialog, Ketua BPP MAS Sudjak menyarankan pembukaan lembaga pendidikan juga harus memiliki nilai khas, seperti di MAS yang membuka MI dengan kelas reguler dan kelas internasional, kemudian ada pembelajaran out door di taman-taman di kawasan MAS, serta program ekstra berupa tahfidz, sehingga diminati masyarakat.

“Kami juga melayani Generasi Z Islami (GenZI) dengan ngaji bersama dai muda dalam Majelis Subuh GenZI, namun kelompok lansia juga ada senam lansia dan jamaah tartil bakda subuh (JTBS),” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Dipimpin Dicky Fanani, ABC Unair Perkuat Networking Alumni

120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim

Petani Tembakau Madura Keluarkan Tritura

Kopontren Nurul Hijrah Diapresiasi Kadis Koperasi dan UKM Kalsel

Hanya 3 Minggu, PW DMI Jatim Terbitkan 27 Sertifikat Halal bagi UMKM

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Komunitas “Ngasal” Surabaya Siapkan 90 Profesional untuk “Cukur Rambut Gratis” Masjid Al Akbar
Next Article Dua Hari, Pendaftar “Cukur Rambut Gratis Sambut Ramadhan” Masjid Al Akbar Dekati 50 Persen Kuota

Advertisement



Berita Terbaru

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin
Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra
Sospol

You Might also Like

Ekraf

NU Care-LAZISNU PWNU Jatim Adakan Literasi Keuangan untuk Perempuan Muda

13/02/2026
Ekraf

OPOP Camp 2025 Cetak Santri Digital Bebas Finansial

27/11/2025
Ekraf

Tutup OPOP Expo 2025, Kadis KUKM Jatim Berharap Koperasi Pesantren Siap Bertarung

17/11/2025
Ekraf

Digitalisasi Pemasaran Buka Peluang Lebih Luas bagi Produk Pesantren

16/11/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?